CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6df2dc9a972e239f40022d/perlukah-indonesia-menetapkan-darurat-covid-19-dan-menerapkan-lockdown

Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?

Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?

Indonesia telah menghadapi penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 sejak 2 Maret 2020 silam, bersama 140 negara lainnya di seluruh dunia. Kini, 8 provinsi telah melaporkan kasus COVID-19. Opsi untuk melakukan penguncian terhadap wilayah terdampak (lockdown) dan deklarasi keadaan darurat menyeruak. Perlukah hal tersebut dipertimbangkan?

Virus SARS-CoV-2 kali pertama menyeruak di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok, pada 31 Desember 2019. Penyebaran diduga telah dimulai sejak 17 November 2019. Pasien bekerja di sebuah pasar penjualan makanan laut yang telah ditutup pada 1 Januari 2020. Peningkatan drastis jumlah kasus di Wuhan menyebabkan kota tersebut diisolasi sejak 23 Januari 2020. Sebelumnya, kematian pertama akibat COVID-19 dilaporkan pada 11 Januari 2020.

Tak berhenti di Tiongkok, virus ini juga menyebar ke beberapa negara lain. Pada 13 Januari 2020, seorang wanita asal Wuhan yang sedang berada di Thailand menjadi pasien COVID-19 pertama di luar Tiongkok. Kematian pertama akibat COVID-19 di luar Tiongkok dilaporkan di Filipina pada 2 Februari 2020. Korea Selatan, Iran, dan Italia menjadi negara dengan penyebaran penyakit COVID-19 yang masif. WHO pun telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020.

Ekonomi global pun terguncang akibat wabah ini. Minggu lalu, pasar ekuitas mengalami guncangan terhebat sejak puncak Great Recession 2008. Manufaktur di beberapa negara, terutama Tiongkok, terganggu oleh wabah ini. Permintaan minyak mentah global juga menurun bahkan ikut memicu perang harga minyak mentah antara Arab Saudi dan Rusia.

Tak berhenti di situ, beberapa acara olahraga dan hiburan, yang biasanya membuat orang berkumpul dalam jumlah banyak, ditunda atau dibatalkan demi mencegah potensi penyebaran. 5 liga sepakbola top Eropa sudah ditangguhkan sampai awal April 2020.

Panic buying juga melanda masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Permintaan akan masker dan cairan pembersih tangan meningkat. Saya sendiri telah menyaksikan sebuah antrean panjang di sebuah supermarket dengan troli yang penuh dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari pada hari kedua COVID-19 mencapai Indonesia.

Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?

Saat ini, beberapa negara telah mengambil langkah mitigasi penyebaran wabah COVID-19 dengan melakukan pembatasan tertentu. Seluruh Italia telah diisolasi total mulai 10 Maret hingga 3 April 2020, dengan jumlah orang yang terinfeksi melampaui 10.000 jiwa. Pemerintah AS telah melarang kedatangan bagi orang yang baru saja berpergian ke negara yang termasuk Schengen Area, Britania Raya, dan Irlandia dalam tempo 14 hari sebelumnya. Kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak juga dilarang di banyak negara. Pengecekan suhu tubuh juga diberlakukan di berbagai tempat umum. Penutupan tempat umum seperti sekolah dan fasilitas publik juga telah dilakukan.

Berkaca dari itu, muncul wacana lockdown terhadap beberapa kota yang sudah melaporkan kasus COVID-19 dan penetapan darurat nasional di Indonesia.

Bila hal ini diberlakukan, ada dampak positif dan negatif yang terjadi. Dampak positifnya adalah pemerintah dapat mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk menanggulangi wabah ini dan penyebaran dari manusia ke manusia dapat dikendalikan agar tidak merembet ke wilayah yang belum terkena. Namun, dampak negatifnya adalah orang-orang akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, beberapa orang mungkin saja tidak bisa bertemu kerabat yang berada di wilayah yang dikenakan lockdown, dan ada pula kemungkinan bahwa lockdown bisa meningkatkan jumlah kasus COVID-19, seperti yang terjadi di atas kapal pesiar Diamond Princess.

Bagaimana menurut Anda. Apakah lockdown dan status darurat perlu diberlakukan? Bagikan pendapat Anda di sini.

Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?
Referensi I
Referensi II
Referensi III
Referensi IV
Referensi V
Referensi VI
Referensi VII
Referensi VIII
Referensi IX
Referensi X
Referensi XI
Referensi XII
Referensi XIII
Referensi XIV
Referensi XV

Perlukah Indonesia Menetapkan Darurat COVID-19 dan Menerapkan Lockdown?
Polling
187 Suara
Apakah Langkah yang Sebaiknya Diambil Pemerintah RI Sehubungan dengan Wabah COVID-19? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kikin24 dan 15 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 11
mungkin udh lockdown, tp diem2 bae... biar ga panik emoticon-Ngacir

bawang bombay aja hilang dr pasar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cupilonlen dan 5 lainnya memberi reputasi
klp lock down...kira2 angsuran ditagih terus gak ya breh....dagangan ancor...acara pada dibatalkan....bahan dagangan udah naek 5xlipat ehhhh malah dadi buosok..karna pembatalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.priority dan 2 lainnya memberi reputasi
Kkkkkk
lah lockdown? lagi banyak kaya gini aja buruh masih pada demo menolak omnaikbus law
profile-picture
dewakere memberi reputasi
lockdown gaakan berhasil di indo ...
diliburkan aja jalan2 ke puncak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lqmnnhkm dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yg ada bakalan kaga mencukupi kebutuhan bahan pokok kaya makanan ataupun kebutuhan penting lainnya klo di lockdown,, andaikan ada harga bahan pokok bakalan melonjak tinggi
Malaysia, Singapore,Iran,skorea,dll lebih banyak korbannya dr negara +62 aja kagak lockdown....suruh dokter2 cari penawarnya target 2 minggu harus nemu kl enggak nemu tembak mati😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mebipulamp dan 11 lainnya memberi reputasi
liburin semua dan kasih uang kompensasi 1jt/hari per keluarga
profile-picture
gw.kenshin1601 memberi reputasi
Status darurat harus dilakukan kalau terus meningkatkan.
Perlu gan, jika dianggap mendesak.
profile-picture
ariflukmannrd memberi reputasi
Kalau utk lockdown harus liat keadaan negara kita gmn + negara yg udah terapkan gmn hasilnya..

Intinya saat ini pemerintah nyuruh kita banyak kegiatan/kerja/ibadah dirumah ya turutin dl aja. Balik lg ke kita msg2 , paling aman ikuti arah pemerintah dl emoticon-Smilie

Doakan aja semoga pemerintah bs mengambil langkah yg terbaik utk negara tercinta ini emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saber9 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kopralicious
Trid guoblok dari TS guoblok

Udah gak usah dijawab biar TS nya mikir sendiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saber9 dan 8 lainnya memberi reputasi
Entahlah gan.. Ane masih mikirin soal perlu atau ga nya... emoticon-coffeeemoticon-linux2
Bakal chaos ini mah sampe lockdown, semoga ngga dan bencana ini segera berakhir....
lockdown sih opsi trakhir mungkin ya. seandainya ditakutkan tjadi rusuh, nah orang2 yang rusuh itu beranikah ramai2 ngumpul yang ada beresiko percepat penularan massal..
yang ada sekarang ini kt ikuti aja kebijakan dan arahan pemerintah.
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Lockdown diri masing2 aja, jangan keluar rumah kalau tidak benar2 perlu

Kalau di lockdown total kayak italia langsung bangkrut indonesia
profile-picture
profile-picture
citra1717 dan ekaputra19 memberi reputasi
emoticon-Cendol Gan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Gw sih lebih mendukung kebijakan yg tidak menimbulkan kepanikan.

Tahu sendiri rakyat indo kalo panik jadi bar-bar & anarkis.

Lihat deh kejadian kemaren2, panic buying sempet terjadi di beberapa tempat. Belum lagi org2 kampret yg nimbun masker & keperluan sanitasi di saat genting seperti ini. emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nogae dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
gagal gembok.. wanjir..
emoticon-Ngakak
Diubah oleh kbeniadip
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di