CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kemenkes: Corona Bencana Nasional, Bukan Darurat Nasional
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6d7b6c8d9b170d6f1b5bee/kemenkes-corona-bencana-nasional-bukan-darurat-nasional

Kemenkes: Corona Bencana Nasional, Bukan Darurat Nasional

Jakarta - 

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyurati dan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan darurat nasional Corona. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan virus Corona adalah bencana nasional, bukan darurat nasional.

"Bukan darurat nasional. Ini sudah bencana nasional. Darurat nasioal gimana, kalau sudah dipegang BNPB kan sudah bencana nasional ini," kata Dirjen P2P Kemenkes sekaligus juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga:Terus Bertambah! Kasus Positif Corona di RI Jadi 96

Yuri juga bicara terkait opsi lockdown. Menurutnya, lockdown saat ini bukanlah pilihan.

"Lockdown bukan pilihan. Untuk saat ini bukan pilihan," ujarnya.

Untuk diketahui, Kepala BNPB Doni Monardo telah ditugaskan sebagai Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Doni sebelumnya telah menyatakan virus Corona sebagai bencana non-alam.

"Karena virus ini sudah dikategorikan sebagai pandemi global, maka statusnya adalah bencana non-alam," kata Doni, Sabtu (14/3).


Sebelumnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Corona. WHO meminta Jokowi segera mengumumkan darurat nasional Corona.

Surat WHO itu dikirim per 10 Maret 2020. Surat itu juga ditandatangani oleh Tedros.

Tedros dalam suratnya mengatakan WHO telah bekerja maksimal untuk menganalisis dan menyebarluaskan informasi tentang COVID-19. Untuk mengalahkan virus ini, setiap negara perlu mengambil langkah-langkah kuat yang dirancang untuk memperlambat penularan dan mencegah penyebaran.

"Sayangnya, kami telah melihat kasus yang tidak terdeteksi atau tidak terdeteksi pada tahap awal wabah yang mengakibatkan peningkatan signifikan dalam kasus dan kematian di beberapa negara. Untuk tujuan ini, WHO terus mendesak negara-negara berfokus pada deteksi kasus dan kapasitas pengujian laboratorium, terutama di negara-negara dengan populasi besar dan berbagai kapasitas sistem kesehatan di seluruh negara," kata Tedros.

https://m.detik.com/news/berita/d-49...rurat-nasional
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
ah bacot... trus wabah jadi gimana kalo istilah beda, mentrinya jugatukang nyengir tolol ampun ampun dari diangkat udah kontroversi, mentri tukang coba coba lu angkat jokemoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hhendryz dan 3 lainnya memberi reputasi
sengaja biar pemerintah daerah jalan sendiri2 inimah, kalo ekonomi tu daerah ambruk ya salah pemda bukan pusat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
firaga dan 2 lainnya memberi reputasi
seneng banget sih dgn istilah2. malah cuma ngeributin istilah2 bgitu

idiot
Ditunggu menkes positif covid 19
Dari awal munculnya kasus org yg kena virus ini aj ditutup2i dah jelas lah gmn respon rezim ini..
profile-picture
profile-picture
reid2 dan kaiserwalzer memberi reputasi
Diubah oleh elanglangit25
Dari awal memang sudah terlalu meremehkan.

Masih mending kalo masih bisa ditracking sumbernya.

Kalo uda menjalar kemana-mana ya uda susah.
profile-picture
profile-picture
bigbuncit dan kaiserwalzer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pada panik amat gw aja selowemoticon-Ngacir2
Istilah WHO aja lu permasalahin

Kalo duta imunitas corona, istilah internasionalnya apa pak mentri?

Ahli tata kata terbaik di dunia.
1.menkes
2.Rangga dhe heren seventeen
3.Vicky prasetyo
4.wan abud

Gitu gitu wan abud masih transparan, gak nutup nutupin kyk pusat

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bigbuncit dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Akibat meremehkan corona.

Bulan puasa.
untuk saat ini masih terlalu cepat kalau opsi lockdown kota, provinsi dilakukan

namun paling tidak opsi lockdown terbatas, di sekitaran tempat dimana pasien positif ditemukan sebaiknya mulai di pertimbangkan
keputusan beberapa pemerintah daerah untuk meliburkan sekolah-sekolah sudah cukup bijak untu situasi saat ini


namun kalau situasi makin memburuk, ada kota yg jumlah pasien positif sudah melewati ratusan, opsi lockdown kota, provinsi sebaiknya dipertimbangkan lagi secara cepat.
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:

Siap2 aja,
kalo salah manuver bisa nyusul Iran.

Bulan puasa,
banyak yg puasa ----> daya tahan tubuh turun (nanti kemungkinan ada hoax2, puasa melindungi dari virus corona),
banyak kumpul2 ----> shalat tarawih (sudah ada hoax wudhu membunuh corona bisa jadi bikin jamaah kelewat pede),
ditutup dengan budaya mudik yg riskan menyebar corona ke seluruh pelosok.


emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hhendryz dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Kayaknya sih bakal begitu. Dan orang dimari banyak yang bebal.
sejauh ini quarantine suspect & lockdown cara paling efektif untuk cegah penyebaran virus.

ngeri ngeliat betapa cepatnya virus ini nyebar, kurleb baru 3 bulan, and we still dont know what capabilities these virus can do in future
Lihat 1 balasan
semoga bisa ditangani dengan baik
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Udah percuma lockdown, jaga kesehatan, g usah jalan2 g penting, pk masker klo pergi!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hikarizai dan 2 lainnya memberi reputasi
Btw, mayat dari korban corona boleh dikubur gak sih? Ada efeknya gak ke tanah di sekitarnya?
Lihat 2 balasan
dari dua, terus bertambah! Kasus Positif Corona di RI Jadi 96 emoticon-Cape d...
Diubah oleh noprirf
Quote:


Quote:


Quote:


117 sekarang
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di