CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Demi Masa Depan Anak Cucu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6cfc93f4d6954ea115af02/tolak-ruu-omnibus-law-cipta-kerja-demi-masa-depan-anak-cucu

Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Demi Masa Depan Anak Cucu

Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Demi Masa Depan Anak Cucu

Purwakarta, KPonline – Utuhnya nilai kesejahteraan atas hak-hak yang sudah didapat kelas pekerja atau kaum buruh saat ini akan berkurang atau bahkan menghilang dengan hadirnya Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Bagi pekerja, aturan ini dinilai merugikan karena banyak hak buruh yang tercerabut. Hal lain yang membuat pekerja keberatan dengan aturan ini adalah perubahan upah menjadi per jam yang membuat pekerja hanya dilihat sebagai mesin produksi.

Sementara bagi pengusaha dan investor, aturan ini menguntungkan karena mereka tidak harus menanggung risiko dari apa yang ditakutkan oleh para pekerja.

Kembali, kalau diperhatikan baik-baik, sebenarnya terlihat sekali, pengusaha dan investor lebih banyak diuntungkan dengan adanya aturan ini. Karena dari awal emang ditujukan untuk bikin ekosistem usaha yang memberikan kenyamanan bagi investor, jadinya Isi RUU ini sangat kental dengan kepentingan investor.

Kemudian, menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memberikan alasan kenapa KSPI menolak RUU tersebut, yaitu:

1. Hilangnya Upah Minimum.

2. Hilangnya Pesangon.

3. Penggunaan Outsourcing yang bebas.

4. Jam kerja eksploitatif.

5. Penggunaan karyawan kontrak yang tidak terbatas.

6. Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Unskilled Workers.

7. PHK yang dipermudah.

8. Hilangnya jaminan sosial bagi pekerja atau buruh. Khususnya kesehatan dan pensiun.

9. Sanksi pidana yang dihilangkan bagi pengusaha.


Lalu bila memang RUU ini disahkan, tentu saja untuk selanjutnya bisa merugikan anak dan cucu kita.

Kenapa?

“Memang saat ini anak saya masih sekolah. Namun, bila nanti lulus sekolah, mereka akan merasakan dampak dari RUU ini, ” ucap lestareno (Bidang Infokom PUK SPAI-FSPMI PT. Sepatu Bata.

Dalam RUU tersebut, selain akan hilangnya UMP atau UMK karena upah berparameter dengan hitungan per jam, nilai pesangon yang selama ini ditegaskan dalam pasal 156 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, akan berkurang.

Hal pesangon tersebut pun dibenarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah kepada detik.com pada Senin (24/2/2020).

“Ya, pesangon memang jumlahnya tidak sebesar UU 13 tahun 2003. Tetapi yang harus dilihat secara utuh bahwa ada perlindungan baru yang diberikan di RUU ini. Kita ingin memberikan kepastian perlindungan,” ungkap Ida.

Seharusnya, perbaikan itu menjadi lebih baik tujuannya. Namun, dengan pengurangan nilai pesangon yang lebih kecil daripada UU sebelumnya, apakah hal tersebut bisa dikatakan lebih baik. ujar Lestareno menambahkan.


“Omnibus Law RUU Cipta kerja adalah ancaman serius bagi kelas pekerja atau kaum buruh. Dampaknya juga akan terasa bagi anak cucu kita. Dimana setelah menjadi pekerja nanti, mereka akan mendapatkan hak-hak pekerja yang nilainya tidak lebih baik daripada saat ini,” kata Alin Kosasih selaku Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI-FSPMI) Purwakarta kepada Media Perdjoeangan.

Perlindungan hukum bagi pekerja atau buruh melalui Undang-undang untuk kepastian hidup layak dan sejahtera semakin tidak jelas bila RUU tersebut memang hanya diciptakan untuk kepentingan kaum oligarki.

Padahal seharusnya pemerintah dalam hal ini, harus mampu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat sesuai pasal 27 ayat 2 Undang-undang Dasar 1945, dan berbunyi bahwa; ” Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

https://www.koranperdjoeangan.com/to...pan-anak-cucu/

emoticon-Belgia emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2

Gejayan Jogja



Jawa Tengah


Surabaya


Jambi


Palembang


Cimahi



Jakarta



emoticon-Belgia emoticon-Shakehand2


profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Makanya punya anak jangan suruh jadi buruh emoticon-Malu

Suruh jadi boss aja emoticon-Ngakak (S)








































emoticon-Ngacir
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Jalan mashalat omnibus law
gw pengen tau kalo tu pengusaha kompak lari smua dr siniemoticon-Leh Uga
bakal demo apaan lg yeemoticon-Traveller
bukannya gak setuju tapi lagi korona demo
kan guoflok

trus klo nolak, alternatifnya apa? perbaikannya yg diminta apa? demo boleh tapi alesan harus jelas.
Diubah oleh baniwahyudi
Lihat 6 balasan
dampak baiknya bagi masa depan anak cucu kita adlh memotivasi mereka utk jadi pengusaha bukan jd buruh
profile-picture
profile-picture
MRA806 dan farhan.faf memberi reputasi
Quote:


Tetep harus bikin proposal yg jelas. Kayak mahasiswa2 kemaren yg nolak ruu kpk, bikin proposal trus diperlihatkan ke pemerintah. Demo doang suruh gimana coba? Apa yg jadi tuntutan pidananya? Kalo industri indonesia kalah bersaing dengan luar negeri dan angka pengangguran indo tinggi kan berarti emang ada sesuatu yg salah. Apa pemerintah lepas tangan aja gitu, gak perlu diperbaiki?
Lihat 1 balasan
Ya kalo gaji perjam kan justru jelas. Daripada yg kerja full 8 jam dan yg kerja efektif cuman 5 jam sisanya ngobrol baca koran digaji sama, bikin suasana kerja tak kondusif, iri hati.

Gaji perjam juga menguntungkan, misal di perusahaan A, kerja efektif cuman 3 jam. Yah kerja aja 3 jam, selanjutnya kerja di perusahaan B selama 3 jam, ntar pulang kerumah agak sore, istirahat bentar, malemnya jualan pecel lele.

Berarti bisa dapat penghasilan dari 3 tempat.

Pernah nggak sih, ngerasa kerjaan dah selesai semua mo pulang nggak bisa karena harus nunggu jam kerja selesai. Bete tauk nggak?
Lihat 10 balasan
Quote:

Bukannya ngeyel, cuma meminta ente dan buruh2 utk lebih kritis. Emang ane bilang gak boleh menolak omnibus law?

Iya, boleh dijadikan bahan proposal tuh peraturan regulasi sektoral yg terbelit2. Nah, tapi utk poin2 ts diatas, walaupun gak ada umr kan jaminan2 sosial buruh ditambah. Klo di phk misalnya bisa dapet pelatihan dibiayai pemerintah. Apa yg menolak gak butuh jaminan2 itu?

Pertanyaan ane tadi bukan mengarah ke investor, tapi ke industri indonesia secara keseluruhan, termasuk buruhnya. Industri indonesia juga punya masalah pengangguran sama low skill worker. Tunjangan keselamatan kerja bisa menjamin kalau perusahaan gak mengabaikan buruh yg kecelakaan. Tunjangan phk bisa menjamin buruh yg di phk gak nganggur aja. Memudahkan outsourcing bisa mengurangi pengangguran dlm negeri juga, klo ditambah tunjangan phk jadi pekerja outsourcing lebih terjamkn. Walaupun gaji lebih kecil, kesejahteraan lebih terjamin.

Ada poin2 dlm cilaka yg ane kurang setuju kyk mempermudah pengadaan buruh asing, penambahan jam kerja, dan yg membuat investor jadi lebih kebal hukum. Ana juga maunya ditambahin lagi tunjangan makan sama transport. Tapi kalau mau kritik harus dilihat secara menyeluruh, jangan dilihat negatifnya doang. Kan sayang klo ada hak2 baru buruh yg tadinya ditawarin krn aturannya ditolak mentah2 jadi ilang.

Melibatkan buruh maksudnya perwakilan atau buruh biasa doang? Klo buruh doang mana melek hukum mereka. Ana setuju melibatkan buruh, tapi harus ada kualifikasinya.
profile-picture
double.jump memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tunda dulu itu ombibus law, corona udah di depan mata coeg emoticon-Cape d...
Quote:

Ngerti gak tunjangan phk? Kalo yg outsourcing dipecat ntar dapet pelatihan yg dibiayain negara. Pesangon 6 kali karena udh ada tunjangan phk. Ane juga gak bilang ane setuju bulet2 kok, umk boleh rendah tapi makanan sama transport atau tempat tinggal harus dijamin sama pemerintah. Pelatihan dari tunjangan phk juga harus menjamin dicarikan kerjaan. Tunjangan hari tua juga hrsnya ada. Itu yg bakal ana tulis klo misalnya ana yg bikin proposal.

Cuma contoh doang proposal yg kritis. Trus klo serikat buruh gak diikutkan yaudah minta diikutkan. Dan klo udah ikut, bikin tuntutan yg jelas. Jgn tuntutannya cuma batalkan omnibus law doang.
Lihat 1 balasan
RUU Omnibus Law yg ane paling ga suka tu, pekerja luar negri yg bebas ijin serta keahlian yg tidak diprioritaskan
Quote:


Bikin usaha sendiri emang mudah? Buktinya jumlah pengangguran masih tinggi. Buruh phk masa depannya gaje. Ini emang masalah yg perlu dihadapi dengan pendekatan beda. Klo pelatihan sama pekerjaan buruh phk dijamin pemerintah lebih bagus dong. Pelatihan mandiri blom tentu menjamin, sma ngerti sendiri lah orang indo, blom tentu tuh duit dipake buat pelatihan.

Mosok suruh ditarik doang. Lapor mana yg pengen diganti. Klo ditarik doang masalahnya gak ditanggulangi dong. Emang perlunya musyawarah, tapi juga jangan sama wakil yg tolol2 amat. Ane sih sekarang ngeliat serikat buruh masih kurang usahanya buat meminta utk berkolaborasi dengan menko perekonomian, dan tuntutannya juga harusnya dipikirkan lebih matang.

Permintaan Jokowi aja gak diturutin sama tuh menko, harusnya lebih banyak rakyat yg menekankan itu. Kan dulu di awal2 diikutkan tapi sekarang diabaikan aja sma menkonya.
https://www.wartaekonomi.co.id/read2...yangkan-protes
Intinya klo mo demo yg kritis dikit gitu.

Dah ah ngantuk
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Diubah oleh baniwahyudi
Lihat 1 balasan
Gw setuju sih kalo upah per jam
Ane cm menyoroti yang pesangon 6x gaji, meskipun kakak ane pns, coba deh diterapin ke pns dulu, coba kerja dibayar per jam, dan akhir masa pengabdian dikasih pensiun 6x gaji. Dan perlakukan sama antara yang pns sama honorer soal gaji.

Untuk pejabat, dibayar cm kalo dateng, bukan nitip absen, tunjangan samain lah dengan buruh, akhir masa pengabdian kasih 6x gaji.

Mau datengin TKA tanpa skill kemari? yakin gak ribut sama akamsi?
ini yang demo apa sudah baca draftnya?
coba dibaca dulu draft RUUnya.

DOWNLOAD RUU CIPTA KERJA:
https://ekon.go.id/info-sektoral/15/...uu-cipta-kerja

dari yang Ane baca dari RUU Cipta Kerja, ada beberapa hal yang mau ane luruskan:

1. Upah minimum bukan dihapus, tapi diganti dengan upah sesuai jam kerja
(pendapat ane, efekya akan jadi lebih fair buat buruh dan pengusaha)

2.Pesangon Tetap dikasih ketika PHK

3.Penggunaan Outsourcing tetap ADA syaratnya di RUU kok

4.Jam kerja lebih adil, karena di RUU pengusaha dan buruh wajib membuat kesepakatan jam kerja di kontrak kerja awal

5. Ane bingung sama yg di bold sama TS. yang dimaksud tidak terbatas ini apanya? kalau pakai kontrak pasti masa kontraknya di batasi, terus tidak terbatas dimana nya?

6. Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) bukan dipermudah, tapi di perjelas status dan syaratnya. Ada syarat ketentuannya kalau mau pakai TKA di RUU, tidak serta merta orang Asing ga punya skill bisa kerja di Indonesia.

7. Sama saja kok, di RUU juga tidak boleh seenaknya PHK tenaga kerja. Ada syarat ketentuannya

8. jaminan sosial seperti apa saja yang dimaskd TS? karena di RUU juga ada beberapa hal yang didapatkan buruh dan masih dikategorikan jaminan sosial

9. Sanksi pidana karena penyebab seperti apa yang dimaksd TS? Karena UU dan RUU tidak bisa membuat seseorang kebal secara hukum, itu sudah menyalahi prinsip dasar penciptaan undang undang.







Lihat 1 balasan
nunggu ebong komen emoticon-Malu

Kurang hiburan kaskus
Klo gk da orang dunguemoticon-Ngakak
Quote:


Kenapa jualan kecil2. Ana tanya lagi, emangnya prospeknya lebih aman bisnis kecil daripada kerja di perusahaan gede? Itu bukan pengorbanan tapi trade off. Klo misalnya dgn omnibus, buruh phk bisa kerja di tempat lain kan bagus.

Klo pengusaha gak patuh kan berarti salah penegak hukum. Ini kan masalah lain, gak berhubungan dgn poin yg diatas. Yg diatas tuh ttg menghindari peningkatan pengangguran, bukannya bikin pengusaha patuh.

Nah gak baca link ana ya. Kata serikat buruh yg itu, di awal pembuatan ruu nya buruh dilibatkan, sampe diundang jokowi. Kan merupakan kewenangan menko. Tapi gatau kenapa akhirnya gak dilibatkan sama menko, padahal udh disuruh melibatkan sama presiden sendiri.

Kalo demo, ya tanya kenapa bisa gak dilibatkan. Kyknya periode 2 ini makin bandel mentri2 nya.
Lihat 1 balasan
citacita yang aneh, masak jadi buruh.
Ga da upah minimum kan malah bagus. Tinggal nego sdr ma prusahaan minta gaji brp.

Minta gaji 10 juta sana.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di