CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Virus Corona di Korsel Bisa Turun Tanpa Lockdown, Ini Kuncinya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6cbaf4018e0d7f47782ad4/kasus-virus-corona-di-korsel-bisa-turun-tanpa-lockdown-ini-kuncinya

Kasus Virus Corona di Korsel Bisa Turun Tanpa Lockdown, Ini Kuncinya

Kasus Virus Corona di Korsel Bisa Turun Tanpa Lockdown, Ini Kuncinya
SEOUL, KOMPAS.com - Kasus infeksi virus corona di Korea Selatan turun drastis pekan ini, padahal pemerintah tidak menerapkan lockdown seperti Italia dan China.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan ada peningkatan 131 kasus dari Minggu (8/3/2020) ke Senin (9/3/2020).

Padahal, rata-rata "Negeri Ginseng" mencatatkan penambahan 500 kasus per hari.
Namun sejak Jumat pekan lalu turun jadi 438 kasus baru, kemudian 367 kasus baru pada Sabtu, dan 248 pada Minggu.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengujian massal, komunikasi publik, dan penggunaan teknologi.

Pengujian ekstensif juga telah selesai dilakukan terhadap anggota Gereja Shincheonji Yesus, yang dikaitkan dengan lebih dari 60 persen kasus di negara itu.

Para pejabat Korsel juga berbagi pengalaman mereka dalam mengatasi wabah tersebut, dengan mengatakan bahwa penutupan kota seperti yang dilakukan di Wuhan, sulit ditegakkan di masyarakat terbuka.

"Tanpa merusak prinsip masyarakat yang transparan dan terbuka, kami merekomendasikan sistem respons yang memadukan partisipasi publik sukarela dengan apilikasi kreatif teknologi canggih," kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang-lip dikutip dari SCMP.

Menurutnya, tindakan konvensional dan paksaan seperti penguncian daerah yang terkena dampak memiliki kelemahan, karena menggerogoti semangat demokrasi dan mengasingkan publik yang harus berperan aktif dalam upaya pencegahan.

"Partisipasi publik harus diamankan melalui keterbukaan dan transparansi," katanya.

Korsel sangat proaktif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan warga negaranya agar tetap aman, termasuk briefing media dua kali sehari.

Ada juga peringatan darurat yang dikirimkan melalui ponsel ke mereka yang tinggal atau bekerja di distrik-distrik tempat kasus baru terkonfirmasi.

Rincian tentang riwayat perjalanan pasien yang dikonfirmasi juga tersedia di situs web kota.

Beberapa ada yang dijabarkan sampai ke tempat tinggal atau majikan pasien, yang dapat mempermudah mereka diidentifikasi secara individu.

Pentingnya menjaga kebersihan juga ditekankan.

Kesadaran masyarakat berpadu teknologi terbaru
Warga Korsel jarang meninggalkan rumah tanpa mengenakan masker, dan banyak bangunan memasang tulisan "Tanpa Masker, Dilarang Masuk".

Pekerja restoran dan staf ritel pun memakai masker saat melayani pelanggan.
"Saya awalnya tidak suka memakai masker karena mencium bau napas saya sendiri. Tapi suatu ketika saya bersin-bersin di kereta, lalu penumpang lain mengerutkan kening dan menjauh dari saya."

"Pada saat itu saya memutuskan untuk mengikuti aturan dengan memakai masker," kata Min Gyeong-wook, seorang karyawan berusia 35 tahun.

Selain itu, negara pimpinan Moon Jae-in ini juga memiliki langkah-langkah kreatif.
Contohnya, membuat 50 stasiun tes virus corona drive-through di seluruh negeri. Di tempat ini, tes hanya memakan waktu 10 menit untuk menjalani semua prosedur.
Hasil tesnya keluar dalam hitungan jam.

Tes Covid-19 sangat mahal di banyak negara, tetapi di Korsel semua tes gratis. Korsel juga mampu memproses hingga 15.000 tes diagnostik sehari, dan jumlah keseluruhan tes telah mencapai hampir 200.000.

Kata pakar kesehatan, banyaknya pengujian ini membuat Korsel mampu mengidentifikasi pasien sejak dini, dan meminimalkan efek berbahaya,

Di sisi lain, upaya ini juga membuat Korsel sempat punya jumlah kasus terkonfirmasi kedua terbesar di dunia setelah China, sebelum digeser Italia dan Iran.

Kemudian bagi WNA yang masuk, Korsel menerapkan "prosedur imigrasi khusus" untuk memantaunya selama dua minggu, tanpa harus melarang mereka memasuki negara dengan mata uang won ini.

Misalnya mereka yang datang dari China, termasuk Hong Kong dan Makau tetapi tidak termasuk Taiwan, diperiksa suhu tubuhnya.

Sementara itu informasi kontak domestik mereka diverifikasi dan diharuskan mengisi kuisioner kesehatan.

Mereka juga diminta untuk mengunduh aplikasi diagnisa diri di ponsel dan dikelola secara intensif jika menunjukkan gejala.

Teknologi IT mutakhir dan kamera pengintai di mana-mana pun ditempatkan oleh Korsel untuk melacak sumber infeksi.

Identifikasi kasus bisa dilacak dari transaksi kartu kredit dan ponsel, yang mana informasi ini bisa dipakai untuk menelusuri siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien.

Mereka yang berisiko ditempatkan dalam isolasi dan dikelola secara menyeluruh berdasarkan idividu oleh otoritas kesehatan.

Jika ada kekurangan tempat tidur di rumah sakit, Korsel telah mengubah banyak pusat pelatihan kerja dan fasilitas publik lainnya menjadi "pusat perawatan".

Tempat itu digunakan sebagau karantina bagi pasien yang menunjukkan gejala ringan virus dengan nama resmi SAR-CoV-2 ini.

Belajar dari pengalaman
Profesor Kim Woo-joo dari Korea University College of Medicine mengatakan Korsel belajar dari pengalaman saat mengatasi keadaan darurat sebelumnya.

Contohnya pandemi influenza H1N1 2009 yang mengakibatkan 750.000 kasus dan 180 korban meninggal dunia, serta wabah Mers 2015 yang menginfeksi 186 orang dan menewaskan 39 pasien.

"Kesadaran publik tentang perlunya kebersihan individu seperti mencuci tangan dan mengenakan masker juga telah meningkat pesat, berkat pengalaman mereka dari wabah-wabah sebelumnya," terang Kim.

Tak hanya mendidik masyarakat, negara yang terkenal dengan film drama dan K-Pop ini turut melatih petugas kesehatan mengatasi wabah pandemi, terutama untuk tes infeksi, melacak, dan mengisolasi kontak.

Tetap ada ancaman
Upaya-upaya yang dilakukan Korsel telah terbukti menurunkan jumlah kasus baru infeksi dalam beberapa hari belakangan. Namun, "Negeri Ginseng" tetap harus waspada adanya infeksi ulang atau massal.

"Kita seharusnya tidak berpuas diri sama sekali," tegas Presiden Moon Jae-in.
Sementara itu KCDC mengingatkan infeksi massal bisa terjadi kapan pun. Kasusnya seperti 60 orang yang terinfeksi saat bekerja di call center perusahaan asuransi.
Mereka terinfeksi karena kerjanya berdekatan satu sama lain.

Kemudian Distrik Guro di Seoul pada Senin lalu mengatakan setidaknya ada 46 orang terinfeksi di call center perusahaan asuransi, karena karyawan bekerja di ruangan tertutup dan tidak boleh memakai masker agar bisa berbicara jelas di telepon.

"Skenario terbaik adalah virus itu mati pada akhir Maret... Skenario terburuk adalah virus menyebar secara luas di kota metropolitan Seoul dan sekitarnya di provinsi Gyeonggi," kata Kim Woo-joo.

Lalu Kim Dong-hyun selaku Presiden Asosiasi Epidemiologi Korea, mengatakan sulit untuk mencegah penyakit Covid-19 menyebar di masyarakat, karena dapat terjadi selama periode tanpa gejala.

"Negara-negara harus mengambil langkah-langkah pencegahan yang drastis, bahkan pada tahap awal wabah terjadi," katanya.


Sumber : [url]https://www.kompas.com/global/read/2020/03/13/193712370/kasus-virus-corona-di-korsel-bisa-turun-tanpa-lockdown-ini-kuncinya?page=all [/url]

==================================

Belajar dari korea boleh juga tuh..
terutama yang bagian test corona gratis secara massal. sama bikin aplikasi supaya masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam pencegahan korona.

bersatu lawan korona gaes emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
uculswift dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
semoga bias ane disana baek2 ajaemoticon-Leh Uga
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Udah banyak contoh penanganan sukses kaya Korsel dan Vietnam, Indonesia harusnya bisa belajar dari itu
profile-picture
profile-picture
wmt22 dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

Quote:


OOOIIIIII.... siapa nih yang kemarin-kemarin nyebarin propaganda tidak perlu pakai masker.. jangan pakai masker bla bla bla
orang sehat nggak perlu masker bla bla blo pe pe po po
emoticon-Ngamuk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erwaleste dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
gaya kekoreahan badan masih korengan
profile-picture
profile-picture
leonard21 dan kucingnyapakrt memberi reputasi
kuncinya keterbukaan Informasi
warga harus tau daerah-daerah mana yg terdapat pasien kasus positif agar dapat dihindari, kalau cuma diumumkan nama kotanya saja, warga nga tau secara tepat di daerah mana tepatnya, malah warga sekota bisa ngira-ngira jangan-jangan tempat di sekitar dia, malah itu yg bikin panik
profile-picture
profile-picture
doombringer2211 dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
"Tanpa Masker, Dilarang Masuk".


"Tanpa Masker, Dilarang keluar rumah".
emoticon-Toast
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
semoga bisa diterapkan di Indonesia
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Bukannya kota daegu nya yang di lock down yang terparah kan itu yang kasus gereja super spreader
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Gratisan mulu maunya hehe
Bayar arisan aja ogah
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Kayak sini mampu saja niru Korea fasilitas saja dpertanyakan..emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mogu95 dan 3 lainnya memberi reputasi
Vietnam juga sama, ngak ada isolasi kota².
profile-picture
profile-picture
yanchespenda dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Belajar dari korea? Emang indonesia bisa mantau kartu kredit terus tau siapa aja yg belanja bareng orang itu? Secanggih itukah?
profile-picture
profile-picture
yanchespenda dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Vietnam malah lockdown duluan penerbangan dri cina langsung ditutup gerak cepat baru 5 kasus sumber nya kota kecil langsung dilock down total sampe teedeteksi 16 kasus di kota kecil itu terus udah semuh semua ,sekitar 1-2 minggu nggak ada kasus baru udah sembuh semua

Tapi sekrang malah tambah lagi mungkin terlalu pede vietnam pikir dri cina doang padahal dari eropa sama korea mlayasia singapore juga bisa bawa virusnya jadi kecolongan lagi sekarang malah lebih banyak dari sebelumnya
profile-picture
profile-picture
mogu95 dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Quote:


Bikin bingung nih bre ya mana yg bener..maskeran atau gak? pucing deeeh
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Quote:

Produksi masker terbatas, yg sakit masih kecil dibanding yg sehat,, ya diutamakan mereka supaya gak nyebar,,supaya gak hachi2 dan uhuk2 sembarangan,,, klo stok masker masih ada Dan harga terjangkau ane bakal beli pas ketemu yg hachi2 uhuk2 ane kasih gratis,, kasihan mereka udah sakit ditambah susah cari masker,,,
Quote:


Are you serious?? emoticon-Big Grin
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Waduh keren banged korea
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
Quote:


Langkah bagus ya gan tp ternyata kecolongan dari negara lain
profile-picture
profile-picture
angelo.ogbonna dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Korea punya alat tes yang hasil nya bisa jadi dalam 6 jam kl gak salah

Itu yang kita belum bisa , kita perlu waktu harian.

Klo mau wajib tes bagi semua yang batuk pilek tanpa kecuali. Perlu alat test yang cepat dan singkat
profile-picture
profile-picture
angelo.ogbonna dan kucingnyapakrt memberi reputasi
disini mah udah diisolasi aja kabur
beda jauh lah korea sama indo perbandingan kesadaran masyarakatnya

kita lihat jumat besok di depan kedubes india
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanchespenda dan 3 lainnya memberi reputasi
Apa dimari udah siap untuk konversi sport hall, stadion, gedung pertemuan jadi rumah sakit darurat?
profile-picture
profile-picture
angelo.ogbonna dan kucingnyapakrt memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di