CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Review Buku Kenapa Harus Malu? Bacaan Semua Umur
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6c5e6c10d2955f5549b22b/review-buku-kenapa-harus-malu-bacaan-semua-umur

Review Buku Kenapa Harus Malu? Bacaan Semua Umur

Review Buku Kenapa Harus Malu? Bacaan Semua Umur

Miss Langkibang, salah satu penulis asal ranah Minang produktif yang saya kenal. Dalam waktu kurang dari setahun, telah banyak karya tercipta dari imajinasinya yang kaya akan kata.

KENAPA HARUS MALU? adalah novelnya yang segera akan terbit. Kisah tentang Ibrahim, seorang anak lelaki yang tumbuh dalam kemiskinan namun tak membuatnya patah arang menapaki kehidupan. Saya rasa, memiliki anak seperti Ibrahim adalah dambaan para orangtua; tegar, tahu di untung, juga cerdas.

Tak perlu malu ketika sepatumu robek, tak punya uang jajan yang cukup, bahkan ibu yang miskin. Ibrahim mengajarkan pada kita bahwa hal-hal remeh temeh seperti itu mestinya tak menjadikan seseorang rendah diri. Banyak orang kini yang tidak tahu menempatkan rasa malu pada tempatnya sehingga kadang demi 'dianggap' orang berada sampai rela melakukan perbuatan tercela seperti mencuri, memalak, dan melacurkan harga diri.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah anak muda ini termasuk masalah pubertas. Ibu-ibu yang memiliki remaja putra yang sedang bertumbuh bisa sedikit banyaknya belajar memahami apa yang terjadi pada masa² pubertas tersebut.

Akhir kata, saya kira novel ini layak mendapat tempat di dalam pustaka pribadi para pembaca.

Dari Ike Chaniago ( Dosen dan Penulis)


Review Buku Kenapa Harus Malu? Bacaan Semua Umur

KATA PENGANTAR

Novel Sahabat Terbaik agaknya adalah sebuah kisah terjahit rapi dengan kehidupan kemiskinan yang tidak tergadai. Betapa kepedihan hidup bergelayut pada sang tokoh, namun ada kemuliaan yang melekat pada diri. Keseharian boleh akrab dengan rasa lapar, akan tetapi meminta-minta bukan sebuah jalan yang ditempuh. Lebih dari itu, rasa kasihan orang, bukan momentum yang dimanfaatkan. Rasa iba teman dekat dan keluargany tidak dijadikan komoditi untuk mendapatkan bantuan.

Kesan di atas muncul saat membaca novel yang dibidani oleh Penulis yang betah hidup di pedesaan ini. Kemiskinan dijadikan gagasan karya, tetapi tidak mengumpan banjir air mata. Kesengsaraan demi kesengsaraan hidup dirangkai layaknya orang yang tidak beruntung secara ekonomi. Laksana pahitnya hidup tokoh mendapatkan sepasang sepatu baru, tapi toh dia adalah remaja yang bisa tersenyum pada semua orang kendati alas kakinya sudah mengangga.

Dialog dan keheningan percakapan diramu sedemikian rupa. Akhirnya, kita tahu kemiskinan bukan untuk diratapi dan ditangisi, tetapi sebuah keadaan yang mesti dijalani secara bermartabat.

Lindo Karsyah
Ketua KPU Kabupaten Sijunjung.

Review Buku Kenapa Harus Malu? Bacaan Semua Umur

salah satu penulis asal ranah Lansek Manih Kab.Sijunjung, Kec.Sumpur Kudus di Nagari Kumanis, Kreatif, semangat, produktif yang saya kenal. Dalam waktu kurang dari setahun, telah banyak karya besar dalam membangun peradaban negeri ini dan tercipta dari imajinasinya yang kaya akan ilmu, kaya akan kata.

KENAPA HARUS MALU? adalah novelnya yang Insya Allah segera akan terbit. Kisah tentang Ibrahim, seorang anak lelaki yang tumbuh dalam kehidupan yg serba kekurangan namun tak membuatnya tidak putus asa dalam menjalani kehidupan. Saya rasa, memiliki anak seperti Ibrahim adalah dambaan para orangtua, dan Kita semua; tegar, Kuat, spritual, tahu diri, Konsisten, juga cerdas.

Tak perlu malu ketika sepatumu robek, tak punya uang jajan yang cukup, bahkan ibu yang miskin. Ibrahim mengajarkan pada kita bahwa hal-hal remeh temeh seperti itu mestinya tak menjadikan seseorang rendah diri. Banyak orang kini yang tidak tahu menempatkan rasa malu pada tempatnya sehingga kadang demi 'dianggap' orang berada sampai rela melakukan perbuatan tercela seperti mencuri, menipu, dan Menjual harga diri.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah anak muda ini termasuk masalah pubertas. Ibu-ibu yang memiliki remaja putra yang sedang bertumbuh bisa sedikit banyaknya belajar memahami apa yang terjadi pada masa² pubertas tersebut.

Akhir kata, saya berharap novel ini layak mendapat tempat di dalam pustaka pribadi para pembaca. Novel ini adalah potret tentang kehidupan agar kita selalu tawadhu dan punya jati diri.

Terimakasih kita ucapkan pada penulis semoga Novel ini bermanfaat bagi kita semua...Aamiin Yaa Rab

Syofian Hendri,S.Pd.I(Wk.DPRD Sijunjung)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di