CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Aksi Tolak RUU Omnibus Law di Kota Tasik Ricuh, PMII Bentrok dengan Polisi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6c56efc0cad755836c622a/aksi-tolak-ruu-omnibus-law-di-kota-tasik-ricuh-pmii-bentrok-dengan-polisi

Aksi Tolak RUU Omnibus Law di Kota Tasik Ricuh, PMII Bentrok dengan Polisi

 Aksi Tolak RUU Omnibus Law di Kota Tasik Ricuh, PMII Bentrok dengan Polisi

Kota, Wartatasik.com – Unjuk rasa puluhan mahasiswa menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law di Kota Tasikmalaya berlangsung ricuh. Selain sempat blokir jalan, mahasiswa juga telibat bentrok dengan polisi saat membakar ban bekas.

Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kota Tasikmalaya mengelar unjuk rasa di kantor DPRD Kota Tasikmalaya.

Beruntung keributan bisa diredam, setelah mahasiswa di ijinkan masuk untuk audiensi dengan dewan di ruang rapat DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (13/03/2020).

Dalam orasinya mahasiswa menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law yang tengah di godok DPR RI dan pemerintah pusat, pasalnya selain di anggap merugikan kaum buruh, RUU tersebut juga dirasa akan merugikan petani.

Yang disoroti Mahasiswa dalam RUU Omnibus Law salah satunya pengurangangan jam istirahat. Bagi kaum buruh aturan tersebut dianggap akan mencabut hak buruh, sehingga kehadiran investor pertanian justru dianggap merugikan petani kecil.


Koordinator lapangan (Korlap) aksi PMII Komisariat Kota Tasikmalaya Rizwan Setiawan mengatakan, para mahasiswa menuntut DPRD dari Kota Tasikmalaya tidak mengikuti atau pun menolak dengan keras apa yang diinginkan oleh Omnibus Law yang undang- undangnya sedang dirancang dan akan di sahkan pada hari senin 16 Maret 2020.

Tuntutannya lebih ke pertanian RUU perekonomian, karena itu sangat sekali merugikan para buruh dan para petani, dengan dimudahkannya para investor masuk ke Indonesia, maka dari itu petani akan sangat di rugikan dengan lahan- lahannya yang sangat sempit,” tegasnya.

Dan juga ada pengurangan jam kerja, penambahan jam kerja, itu sangat merugikan sekali buruh, karena di situ buruh akan lelah, dengan peraturan yang sangat mencekik buruh,” sambung Rizwan.

Mahasiswa bersyukur, lantaran hasil audiensi dengan buruh, DPRD Kota Tasikmalaya menolak dengan tegas Omnibus Law atau menloak RUU Omnibus Law Cipta Kerja untuk disahkan.

“Sekali lagi kami katakan, PMII komisariat Kota Tasikmalaya menolak dengan tegas RUU Omnibus Law dan DPRD Kota Tasikmalaya juga menandatangani menolak dengan keras RUU tersebut,” ungkapnya.

Rizwan menyebutkan aksi tadi sempat benturan dengan pihak kepolisian, ia pun sangat menyayangkan ketika pada para pendemo menyampaikan aspirasi, anggota DPRD tidak menghadiri ataupun melihatnya di tempat yang teduh.

Kami sebagai masyarakat panas – panasan menyampaikan aspirasi, tapi mereka wakil rakyat hanya diam dan berteduh. Jadi tadi sedikit ada benturan dengan polisi,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim mengakui jika RUU ini merugikan masyarakat.

“Kita akan sangat sepakat dengan masukan masyarakat, itu kan menjelaskan akan mengganggu hak – hak masyarakat,” tandasnya. Blade.

https://www.wartatasik.com/aksi-tola...dengan-polisi/

emoticon-Belgia emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
phyu.03 dan nomorelies memberi reputasi

Gejayan Jogja



Jawa Tengah


Surabaya


Jambi


Palembang


Cimahi



Jakarta



emoticon-Belgia emoticon-Shakehand2


Kaum sumbu pendek...


emoticon-Takut
kalau demo jangan rusuh
Quote:


Tipikal otak pendek. Suka provokasi dan keributan
Makanya lulus nanti nasibnya ga jauh2 dari jongos

Ente liat bos2 perusahaan besar tuh pas kuliah belajarnya serius, ngga mengorbankan kuliah demi demo
Buruh di Indonesia udah terlalu enak mayoritas skill gak ada peningkatan, produktivitas stagnan. Gitu di pecut agar bisa kerja lebih efektif malah protes.

Investor bakalan mikir 2x kalau kondisi seperti ini terus. Mungkin sudah saat nya menggunakan robot yang produktivitas nya bisa lebih stabil. Sisa nya baru operator dan buruh2 yang kerjain, gpp dah di kasih gaji tinggi tapi sebagian besar sudah menggunakan otomatisasi.

Ane bilang tinggal nunggu waktu aja sih di Indonesia ini pilihan nya relokasi ke negara yang lebih disiplin atau otomatisasi separuh proses produksi. Ane bukan gak berpihak pada buruh, ane sendiri pernah jadi manager di perusahaan multinasional. Pernah di demo oleh bawahan juga minta naik gaji, ane hanya bilang bole tapi kasih ane 1 bulan untuk review kinerja kalian, kalau tidak meningkat ane gak bs perjuangin.

Alhasil apa timeline produksi berkurang hampir 40 persen, biasanya bs 4 hari skrg jadi 2 hari. Ya sudah ane perjuangin naik melebihi 2x lipat serta penambahan tunjangan2 lainnya. Cukup fair kan?

Penyakit kita disini suka berleha2 yang mesti nya bisa kelar 4jam bisa jadi seharian baru selesai. Makanya ane dukung ini gaji itungan perjam berbasis penilaian kinerja, ntar bakalan keliatan sebener nya mereka itu bermalas2an atau kerja serius.
lg rame corona malah dia pada rusuh..bae2 ketempelan
BUBARKAN SAJA SELURUH KAMPUS DAN DIKTI

KOK GOBLOK SEKOLAH TINGGI2 CITA2 JADI BURUH

BUAT APA URUSIN BURUH KLO BISA MERAIH KARIR LEBIH TINGGI DENGAN PENDIDIKAN TINGGI

S1/D3 JADI BURUH NGAPAIN SEKOLAH TINGGI2
Diubah oleh kentutwangi22
Apakah ini hanya pengalihan isuemoticon-sudahkuduga


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di