CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6bacbff4ae2f68e8500f68/coc-regional--lokasi-wisata--bukit-barisan-tulang-rusuk-sumatera

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera
Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran gunung yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) di pulau Sumatra, yang memiliki panjang lebih kurang 1.650 km.
Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara lempeng tektonik Eurasia dan Australia.
Disebut Bukit Barisan barangkali karena jejeran pegunungannya sambung-menyambung, memanjang sejajar Pulau Sumatera. Adapun disebut ”bukit” dan bukan ”gunung” karena dalam terminologi Melayu lama kedua nama ini sebenarnya identik. John Crawfurd dalam bukunya, A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries (1856), menyebutkan, bukit dalam bahasa Melayu sama artinya dengan gunung dalam bahasa Jawa. Kedua istilah ini sering digunakan untuk menunjukkan nama tempat yang tinggi.
Sebagai tulang punggung Sumatera, Bukit Barisan berperan penting sebagai sumber air dari semua sungai besar di pulau ini.[1] Sungai-sungai yang bermuara di pantai barat (Samudra Hindia), seperti Alas dan Batangtoru, ataupun yang bermuara di pantai timur (Selat Malaka), seperti Indragiri, Batanghari, dan Musi, berhulu di Bukit Barisan.
[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera
Sejak tahun 1940-an, geolog Belanda, Van Bemmelen, mulai meneliti keunikan bentang alam di kawasan ini. Dia kemudian menuliskan hasil pengamatannya dalam bukunya, The Geology of Indonesia, yang diterbitkan tahun 1949. Setelah itu banyak peneliti asing dan Indonesia yang menyusuri Bukit Barisan untuk menelisiknya, salah satunya geolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), JF Katili, yang meneliti kawasan ini sekitar tahun 1960-an. Katili menemukan banyak sedimen fosil kerang laut di sepanjang zona Bukit Barisan. Temuan ini menunjukkan bahwa pegunungan ini tumbuh dari dasar laut akibat penunjaman Lempeng (Samudra) Hindia-Australia ke bawah Pulau Sumatera yang berada di Lempeng (Benua) Eurasia. Ahli gempa dari LIPI, Danny Hilman, mengatakan, penunjaman ini menjadi biang terjadinya gempa di sepanjang zona penunjaman (subduksi). Sampai kedalaman 40 kilometer di zona penunjaman, batas kedua lempeng ini terekat erat. Dorongan tiada henti dari Lempeng Hindia-Australia menumpuk energi potensial regangan pada bidang kontak yang merekat erat itu, dan suatu saat akan terlepas tiba-tiba sehingga menyebabkan gempa. Di kedalaman antara 150 dan 200 kilometer, temperatur Bumi sangat panas sehingga batuan di sekitar zona kontak dua lempeng ini meleleh. Sesuai dengan sifat fluida, lelehan batuan panas ini naik ke atas membentuk kantung-kantung bubur batuan panas yang kita kenal sebagai kantung magma. Pada akhirnya magma ini mendesak ke atas permukaan membentuk deretan kubah magma atau gunung api. Salah satu gunung api itu merupakan yang tertinggi di Nusantara, yaitu Gunung Kerinci di Jambi yang berketinggian sekitar 3.805 meter.
Saat ini gunung-gunung di Sumatera tidak seaktif gunung api di Jawa. Namun, beberapa gunung api di sepanjang zona ini pernah menyimpan riwayat mengerikan. Misalnya, Gunung Api ”Raksasa” Toba atau Toba Supervolcano di Sumatera Utara yang letusannya sekitar 74.000 tahun lalu nyaris memusnahkan manusia di muka Bumi. Letusan Maninjau di Sumatera Barat sekitar 60.000 tahun juga sangat dahsyat sehingga membentuk danau kaldera seluas 99,5 kilometer persegi.
Sepanjang Pulau Sumatera sangat identik dengan Bukit Barisan. Pegunungan Bukit Barisan merupakan jajaran pegunungan yang terbentang dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ujung Lampung.
 
Bukit Barisan sendiri memiliki panjang kurang lebih 1.650 kilometer dengan puncak tertingginya yakni Gunung Kerinci, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan adanya pegunungan Bukit Barisan, maka banyak sekali pesona alam Sumatera tercipta secara alami dengan penuh keindahan.
 [ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera
Lebih jauh, Bukit Barisan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Minangkabau di Sumatera Barat. Mereka hidup di sela-sela pegunungan itu, besar bersama legenda dan mitos mengenai perbukitan tersebut.
 
Kisah-kisah legenda itu diceritakan turun-temurun secara lisan, ada juga yang dituliskan dalam Tambo, yaitu semacam babad di Tanah Jawa.
 
1.Legenda Asal-usul Minangkabau
Tambo Alam Minangkabau menceritakan negeri pertama di Minangkabau adalah Nagari Pariangan yang terletak di kaki Gunung Marapi, salah satu gunung api di Pegunungan Bukit Barisan. Ada banyak versi soal nenek moyang pertama ini.
 
Salah satu versi Tambo adalah, Nagari ini dibangun oleh Maharaja Diraja, putra dari Iskandar Zulkarnain atau Alexander the Great. Ketika bumi dilanda banjir besar, Maharaja Diraja ini berlayar sampai mendarat di Puncak Gunung Marapi. Saat banjir surut, Maharaja dan pengikutnya kemudian turun mencari daerah bermukim yang kini disebut Nagari Pariangan.
 
Dari Pariangan inilah, kebudayaan Minangkabau menyebar ke tiga penjuru. Ke sisi Barat Gunung Marapi, ada Luhak Agam; ke sisi Utara, Luhak 50 Koto; dan sisi Selatan, Luhak Tanah Datar.
 [ COC Regional : Lokasi Wisata ] Bukit Barisan Tulang Rusuk Sumatera
William Marsden menulis dalam "The History of Sumatra" bahwa Sultan Minangkabau mengekalkan Tambo itu dengan menyebutkan di surat resminya sebagai, "Sultan Minangkabau yang berkedudukan di Pagaruyung, yang merupakan Maharaja Diraja, keturunan Raja Iskandar Zulkarnain."
Bukit Barisan bagian selatan merupakan lanskap harimau sumatra yang diselimuti oleh hutan tropis lebat. Lanskap harimau adalah sehamparan kawasan yang dihuni pemangsa itu, dengan upaya-upaya konservasi yang melibatkan banyak pihak. Selain kawasan hutan dan taman nasional, lanskap harimau mencakup seluruh bentang alam: lahan pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Jantung utama lanskap dan populasi inti harimau ada di kawasan taman nasional.
 
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan diresmikan pada tahun 1982. Kawasan tersebut sebelumnya sudah dinyatakan sebagai suaka margasatwa oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1935. Luas taman nasional seluruhnya mencapai 355.511 hektare dengan bentang alam pegunungan di bagian utara dan semenanjung di bagian selatan.
 
Bagian ujung selatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, seluas 48.000 hektare lebih sedikit, dikelola oleh Tambling Wildlife Nature Conservation. Kawasan ini terjaga baik, dengan satwa mangsa melimpah. Di sana, juga terdapat fasilitas lengkap terkait rehabilitasi harimau.

Sumber 1

Sumber 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di