CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kala Anies gagap sebut status Covid-19 di Jakarta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6ba1a5c0cad7780b0e4eea/kala-anies-gagap-sebut-status-covid-19-di-jakarta

Kala Anies gagap sebut status Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tampak "gagap" kala disinggung penetapan status kejadian luar biasa (KLB) penyebaran coronavirus (Covid-19) di Ibu Kota. Dirinya berdalih, kebijakan tersebut mengikuti prosedur pemerintah pusat.

"Nanti mengikuti peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," ucapnya saat jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3).

Kendati begitu, dirinya menegaskan, anggaran belanja tidak langsung (BTT) Rp54 miliar yang disiapkan untuk menangani Covid-19 bisa digunakan.

"Sudah bisa (dipakai). Kalau itu, tidak menjadi masalah. Karena itu, insyaallah secara prosedur, aman," tuturnya.

BACA JUGA

Lamban, Anies minta Kemenkes lebih cepat proses data coronavirusJokowi buka pelibatan laboratorium lain uji spesimen coronavirusCoronavirus, Anies minta warga Jakarta tinggal di rumah termasuk karyawan

Dalihnya, penyebaran coronavirus di Tanah Air mengalami peningkatan. Ditandai dengan adanya 27 kasus. 20 kasus di antaranya, di Jakarta.

"Di Jakarta, kita tidak berwenang menyebutkan jumlahnya di Jakarta. Tapi, Jakarta ada kasus-kasusnya," ucap dia.

"Karena itu, kita memilih untuk melakukan tindakan proaktif. Sebagai sikap bertanggung jawab melindungi warga dari potensi tertular virus corona," ujar Anies.

Saat dikonfirmasi Alinea.id usai konferensi pers, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta, Widyastuti, bungkam kala ditanya ihwal penetapan status KLB. Dirinya terus berjalan dan memilih menjawab pertanyaan wartawan lainnya.

Sponsored

Ketua Tim Tanggap Covid-19 Jakarta, Catur Laswanto, sehari sebelumnya (Selasa, 10/3), mengungkapkan, anggaran Rp54 disiapkan saat berstatus KLB. Digunakan untuk kebutuhan medis dan upaya kesehatan masyarakat (kesmas).

Merujuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 949/Menkes/SK/VII/2004, KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

Kriteria KLB mengacu Keputusan Dirjen P2P Kemenkes Nomor 451 Tahun 1991. Seperti timbulnya penyakit menular yang sebelumnya takada atau tidak dikenal; peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama tiga kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu); peningkatan kejadian penyakit/kematian dua kali lipat atau lebih dibandingkan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun); serta jumlah penderita baru dalam sebulan naik dua kali lipat atau lebih daripada angka rerata per bulan dalam tahun sebelumnya.

Hingga kini, status KLB baru diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat (Jabar). Menyusul adanya dua warganya diduga terinfeksi. Usai kontak dengan warga negara (WN) Jepang positif Covid-19.

Sedangkan pemerintah pusat, telah menerapkan prosedur siaga darurat pandemi Covid-19. Pedomannya sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit; Pandemi Global; dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.

Upaya itu, tecermin sejak proses evakuasi 200-an warga negara Indonesia (WNI) dari episentrum Covid-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Juga saat memulangkan ratusan anak buah kapal (ABK) Dream World dan Diamond Princess berpaspor Indonesia.

Di sisi lain, merujuk Pasal 68 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, BTT merupakan pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk keadaan darurat. Termasuk keperluan mendesak dan pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya.

Keadaan darurat mencakup beberapa hal. Macam bencana alam, bencana nonalam, bencana sosial dan/atau KLB; pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan; dan/atau kerusakan sarana/prasarana yang mengganggu kegiatan pelayanan publik.

https://www.alinea.id/nasional/kala-...arta-b1ZJE9sqO

Gagap dan panik.. kalau ga mau lockdown
Wilayahnya sendiri yg jadi pusat wabah kok merengek marah2 ke pusat mulu
Buktikan dgn Tutup dan blokir acara keramaian baik ibadah, mall, sekolah dsb
Jgn merangkai kata melulu sosialisasi mengandalkan anggaran cuma seupil 54 m
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
get ready motherfuckers..
realese the krakennn
profile-picture
profile-picture
hhendryz dan extreme78 memberi reputasi
corona virus perlu diajak dialog
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
subannalloh emoticon-Nyepi
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Wiwi nanganin corona = Wan Aibon nanganin banjir
Kayak badut ancol gayanya

Untung Wan Aibon punya pendukung loyal macam Wiwi yang rela membuang anggaran pusat dan energi banyak lembaga negara memanipulasi cuaca Jekardah demi menjaga popularitas dan elektabilitas Wan Aibon di pilgub dan pilpres mendatang.
emoticon-Cape d...
Sayangnya hasilnya terlalu cepat terlihat dibanding perkiraan Wiwi.
Wan Aibon bisa wara wiri dengan luwesnya komentar corona karena banjir Jekardah gak seberapa.
emoticon-Ultah
Paling kasihan warga Jekardah bagian utara yang mayoritas pendukung Wiwi.
Mereka dikorbankan oleh Wiwi demi kecintaannya sama Wan Abud.
Beberapa awan hujan yang harusnya turun di Bogor jadi jatuh di area mereka karena efek samping modifikasi cuaca.
emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh coldblacksnow
Seblm Formula E dibatalkan sptnya jarang bicarain corona....
Setelah batal lsg banyak berita anies bicara wabah corona...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan tukangbeling7 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Kewenangan istanalah cuk, soalnya Jkt ibukota negara dan disana juga ada presiden beserta kabinet dan juga para anggota legislatif, instansi pusat dari mahkamah agung, kejaksaan, mabes polri, mabes TNI, dll, banyak bgt..

Jelas Anies ga mau melangkahi makanya bingung mo jawab apa, padahal mah buat Anies tinggal jentikan jari aja bicara lockdown, ga kya Jkw bnyk pertimbangan, peragu, kya SBY di masa lalu.
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan jfun790 memberi reputasi
ya ga bisalah tolol, dki itu ibukota, anis cuma gubernur emang dia siapa bisa nutup ibukota yg ada mabes tni nya



jasmek emang ga ada otak, nyawa klen gadaikan demi duit haram 72m emoticon-anjing
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan jfun790 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
anies masih ada wewenang lah liburin sekolah sama kantor2 di bawah pemkot
Bro, ini ibukota, segala pusat kegiatan kenegaraan, bisnis, administrasi negara semua terpusat di DKI Jakarta.

Kalo lockdown sama aja shutdown indonesia secara nasional. Segala stock supply apa pun yang dari jakarta akan berhenti, berarti pelabuhan tanjung priok berhenti operasi, ga ada barang keluar ga ada barang masuk.

Lalu seluruh warga DKI Jakarta harus tingggal di rumah ga boleh keluar.


DKI Jakarta yg kebanjiran 1 atau 2 hari aja mengalami kerugian ekonomi apalagi jika lockdown diberlakukan.

Kita berpikir rasional aja deh demi kebaikan bersama dimulai dari diri kita masing2, jaga kesehatan diri masing2, kalo memang ada gejala, lapor & ikuti prosedur supaya ga menular ke yg lain.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ginian lo share goblog ?
Kluarga lu pasti miskin ya ?
Bisa lahirin anak goblog kek elo
Dah miskin.goblog.beban pula
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Quote:


Sudahlah lah gan, jangan" marah, energi nya percuma kebuang ama mahluk ginian, orang gini sdh kemakan ama wan corona, padahal banjir aja kagak becus ngurus yg jelas dilihat mata, nah ini virus pula gaya"an mau diberesin. emoticon-Shakehand2
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Quote:


Diubah oleh daimond25
Lha kemaren yg semesta..semesta itu apa?
Yg bikin peta ama perkiraan 6k itu apa? nggak ada langkah konkret nya? Atau sekadar Propaganda iklan maskerkah?
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
wan abud=lebih mementingkan keselamatan warga..

jokowi=lebih mementingkan dampak ekonomi...

pilih mana..???

emoticon-Ngakak
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Ngomong aja terus, jumlah terinfeksi terbesar tetap DKI Jakarta. Jadi semua omongan itu gunanya apa??
Lihat 1 balasan
duh...ogut merasa justru yang dikerjakan jauh panggang dari api dan sangat gagap sekali.

sekiranya merasa kotanya sudah banyak yang terinfeksi, maka secara akal sehat seharusnya yang dilakukan pemkot adalah memperbesar kapasitas layanan kesehatan agar lebih dapat menampung suspect orang yang terinfeksi COVID19....sehingga masyarakat bisa merasakan nyaman dan pemda dirasa kehadirannya....

ga ada guna nanya soal data, kalo fasilitas kesehatannya juga masih sedikit oom...
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Kayaknya Anies diem-diem ketakutan penderita COVID-19 di Jakarta meningkat tajam. Sampe berani gercep bubarin& batalin sumber keramaian. Tapi udah, tindakannya cuma sejauh itu. Seperti biasa ga berani ngeluarin dana buat tindakan yang lebih konkrit. Endingnya jadi macem ejakulasi dini.
Quote:


Soaonya gw ga sudi klo ni gabener sampah dpt aji mumpung citra baek
Jadi presiden mampos lo smua se indo
Tenggelem dlm sampah noh
profile-picture
ekaputra19 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di