CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Beri Stimulus, Sri Mulyani Perkirakan Defisit APBN Rp 125 Triliun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6b753128c9910fef0df14e/beri-stimulus-sri-mulyani-perkirakan-defisit-apbn-rp-125-triliun

Beri Stimulus, Sri Mulyani Perkirakan Defisit APBN Rp 125 Triliun

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan Anggaran Pendapat dan Belanja Negara atau APBN defisit lebih dalam menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto. Hal itu terjadi kata dia, usai pemerintah memberikan stimulus untuk menangkis dampak virus Corona.

"Kami memberikan stimulus sebesar 0,8 persen dari GDP, nilainya itu Rp 125 triliun," kata Sri Mulyani di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Saat ini pemerintah tidak mengerem belanja negara namun penerimaan mengalami penurunan. "Itu berarti adalah kita tetap melakukan relaksasi defisit yang membesar, jadi mungkin kalau dilihat dari quantifying itu, APBN memberikan dampak suportif pada ekonomi sebesar hampir 0,8 persen dari GDP," ujar dia.

Sebelumnya pemerintah telah menggelontorkan dua stimulus fiskal. Stimulus pertama bernilai Rp 10,3 triliun, sedangkan stimulus kedua sebesar Rp 22,7 triliun.

Stimulus fiskal jilid II untuk menangkis dampak virus Corona salah satunya pemerintah merelaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor atau PPh Pasal 22 Impor. "Relaksasi PPh 22 impor diberikan untuk 19 sektor. Ini nanti akan diberikan kemudahan pembebasan PPh 22 impor selama 6 bulan atau ditanggung pemerintah juga pajaknya," kata Sri Mulyani.

Dia mengatakan relaksasi diberikan melalui skema pembebasan PPh Pasal 22 Impor kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak KITE, dan Wajib Pajak KITE IKM. Pembebasan PPh Pasal 22 Impor itu terhitung mulai April hingga September 2020.

Dia memperkirakan dengan penundaan itu total perkiraan dana sebesar Rp 8,15 triliun. Kebijakan itu, kata dia, ditempuh guna memberikan ruang cashflow bagi industri sebagai kompensasi switching cost karena adanya perubahan negara asal impor.

Relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 25 atau PPh Pasal 25 juga akan diterapkan. Relaksasi diberikan melalui skema pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak KITE, dan Wajib Pajak KITE-IKM selama enam bulan terhitung mulai bulan April hingga September 2020 dengan total perkiraan pengurangan sebesar Rp4,2 triliun.

Selain tujuannya sama dengan relaksasi PPh Pasal 22 Impor, relaksasi PPh 25 juga merupakan upaya mengubah negara tujuan ekspor. Setelah relaksasi PPh, diharapkan akan mendongkrak ekspor.

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, pemerintah juga merelaksasi restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Relaksasi diberikan melalui restitusi PPN dipercepat(pengembalian pendahuluan) bagi 19 sektor tertentu, WP KITE, dan WP KITE-IKM.

"Restitusi PPN dipercepat selama 6 bulan, terhitung mulai bulan April hingga September 2020 dengan total perkiraan besaran restitusi sebesar Rp 1,97 triliun," kata dia.

Dia mengatakan tidak ada batasan nilai restitusi PPN khusus bagi para eksportir, sementara bagi para non-eksportir besaran nilai restitusi PPN ditetapkan paling banyak Rp 5 miliar.

"Dengan adanya percepatan restitusi, Wajib Pajak dapat lebih optimal menjaga likuiditasnya," kata Sri Mulyani.

Selain itu, perintah juga melaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21). Relaksasi diberikan melalui skema PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah sebesar 100 persen atas penghasilan dari pekerja dengan besaran sampai dengan Rp 200 juta pada sektor industri.

PPh ditanggung pemerintah selama enam bulan, mulai April hingga September 2020. Nilai besaran yang ditanggung pemerintah sebesar Rp 8,60 triliun.

"Diharapkan para pekerja di sektor industri pengolahan tersebut mendapatkan tambahan penghasilan untuk mempertahankan daya beli," kata Sri Mulyani.

Sumur Tempo

profile-picture
profile-picture
agritronika dan nomorelies memberi reputasi
Its a very good defisitemoticon-Ngacir2 emoticon-I Love Indonesia :garudadidadaku
Divisi IT nya dibenerin donk...
Rasanya masih ketinggalan belasan tahun
Feedback dibuka lebar2...
Kalau bisa aplikasi semua web based berbasis cloud
Bikin web API jugaaa


profile-picture
helloworld100 memberi reputasi
mau gimana lagi, keadaan seperti ini kan, ada harga yang harus dibayar dari sebuah keputusan
Ngungsian ibukota tunda dulu lah, duitnya pake buat yg lain
kurangi gaji pns, presiden, menteri, dpr/mpr n pegawai bumn

Beri Stimulus, Sri Mulyani Perkirakan Defisit APBN Rp 125 Triliun
Diubah oleh chisaa
Pemasukan kurang, tapi belanjanya gak di rem. Entah rumus dari mana lah ini
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Quote:


kapan kapan ya
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Yg begini mau pindah ibukota????
You are grazyyyy
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
menutupi defisit dengan di defisitin lagi. berharap dalam 6 bulan dapat dongkrakan ekonomi dari eksportir, dengan adanya relaksasi, industri - umkm semua bergerak untuk melakukan ekspor komoditas/barang2 unggulan mereka ke negara2, dan profitnya bisa dikumpulkan selama 6 bulan, ketika terjadi peningkatan signifikan baru regulasinya di balikin ke awal.

efek rupiah anjlok, saham anjlok, semua pada buyback saham. investor ragu untuk mengambil keputusan akhirnya pada nge keep. terus harga2 semua mahal akhirnya berpengaruh ke seluruh pengusaha baik dari umkm, sektor swasta dll. , makanya ada relaksasi pph - ppn. untuk membantu masyarakat, memberikan sedikit napas yang finansialnya tercekik.

ya lumayan lah 6 bulan. rencana yang di balut rencana lagi
sungguh sungguh
emoticon-Wkwkwk
Mau defisit 200 trilyun,pak presiden,pak wapres, menteri, gubernur tetap kaya raya..gajian juga lancar..
Ekonomi mandek, resesi ekonomi bisa di hidupkan kembali tapi orang mati bagaimana caranya di hidupkan kembali ada yang tahu caranya?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di