CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6b40210577a908c82db244/bau-jeruk

BAU JERUK

BASED ON TRUE STORY



Kisah ini dialami langsung oleh sahabat gw. Di suatu daerah di Jawa Timur.
Dialog akan gw translate ke bahasa umum, supaya lebih mudah difahami.

Di sini gw akan berperan sebagai Tomy (sahabat sekaligus nara sumber cerita)

Note : Lokasi dan seluruh nama tokoh akan gw samarkan, untuk menjaga privasi dan kebaikan bersama.



INDEX PART


Bermula dari sini
Diubah oleh litledraco
Siang ini udara terasa begitu panas, gw lirik jam tangan menunjukkan pukul 14:10. Sebetulnya sudah dari 10 menit yang lalu kepentingan gw di kelas ini selesai, dan ikut berdesakan meninggalkan ruangan panas ini bersama yang lain ketika bell berbunyi.

Tapi sesuatu yang menjengkelkan, memaksa gw harus terkurung sendiri di antara puluhan kursi sialan ini.

Yea ... entah sejak kapan kunci motor yang seharusnya berada dalam saku celana gw itu menghilang, atau lebih tepatnya berpindah. Padahal gw selalu menaruhnya di saku yang sama.

Sampai akhirnya, ketika gw betul-betul bosan untuk menyapu seisi kelas dengan mata yang mulai lelah dan mengantuk, sejenak gw duduk bersandar pada salah satu kursi paling depan ... gw menghela nafas panjang untuk sekedar mengembalikan ketenangan.

Sekilas gw melihat ada sesuatu di bawah kaki meja dosen. Sesuatu yang berwarna hitam mirip gantungan kunci. Dan kali ini betul-betul gw amati dengan seksama, gw pun mendekat ke arahnya.

Dengan sedikit tenaga, gw menggeser meja tersebut, sehingga nampaklah apa yang sedari tadi terjepit di bawahnya.

"Gak masuk akal ini." Ucap gw pelan.

Bagaimana bisa, kunci motor yang seharusnya ada di saku celana bisa berpindah ke bawah kaki meja dosen?. Kalaupun memang jatuh dari saku celana, kunci motor ini tidak seharusnya terjepit kaki meja dosen, karena posisi duduk gw selalu di belakang.

"Ahh ... yaudah, yang penting udah ketemu." Lanjut gw, yang segera mengambil kunci tersebut.

Segera gw meninggalkan kelas itu, walau masih terasa aneh dan mengganjal.

Tampak keadaan sekitar sudah cukup sepi, walaupun masih terlihat ada beberapa orang beraktifitas di bawah sana. Gw langkahkan kaki cukup cepat, hingga tanpa sadar gw menyenggol lengan kiri seorang lelaki yang juga tengah berjalan se arah dengan gw.

Gw rasa senggolan tadi cukup kencang, sehingga ada sesuatu yang terjatuh dari dalam buku lelaki itu.

"Sory Mas, gw gak sengaja." Kata gw, sambil jongkok dan memungut 2 lembar foto yang jatuh dari buku lelaki itu.

Segera gw serahkan 2 foto itu.

"Owh iya Mas ... gak apa-apa." Jawab lelaki itu tersenyum bersahabat.

"Foto apa itu Mas." Tanya gw.

Sejenak lelaki itu memandangi satu-persatu foto tadi.

"Ini Susuhan." Jawabnya singkat, sambil menunjuk foto itu dengan jari telunjuknya.

"Keren Mas, kayak di hutan gitu." Kata gw.

"Yea ... emang ini di antara hutan dan gunung."
"Tempatnya bagus ... siapa aja yang ke sini, pasti betah." Tambahnya lagi.

"Emang di daerah mana sih itu." Tanya gw penasaran.

"Ada di Desa Mraca ... kenapa ... lo tertarik?"
"Nih ... lo bawa aja fotonya!" Lanjutnya lagi.

"Loh Mas ... ini kan kenang-kenangan, jangan lah." Tolak gw.

"Udah gak apa-apa ... lagian gw udah bosen."
"Di balik foto itu, ada petunjuknya ... lo tinggal ikutin aja." Lanjutnya lagi.

"Yaudah makasih kalo gitu Mas ... eh iya, Mas ini tingkat berapa ya? Kita kayak belum pernah ketemu." Kata gw.

"Gw Yansen, haha ... udah gak usah bahas tingkat, yang jelas ... gw sama kayak lo, kita sama-sama belum selesai."

Lelaki itu itu bernama Yansen, yang ke depannya akan gw sebut dia Mas Yansen.

Dan ... dari sini lah semua dimulai.

2005.

Di area kantin kampus, tampak berjejer petakan tempat makan yang sudah ramai dengan Mahasiswa seperti gw. Mata gw menyapu ke semua arah, mencari di mana posisi teman-teman gw berkumpul.

"Woy ... lama banget lo ... itu bocah-bocah udah nungguin."
"Gimana ... ketemu gak kunci motor lo?" Suara seseorang yang sudah tak asing lagi di telinga gw.

Dia adalah Sapta, teman satu kelas gw yang sudah lebih dulu keluar kelas bersama teman-teman yang lain, dan menunggu gw di kantin.

"Ya gimana gak lama, orang ketemunya aja di tempat yang gak masuk akal." Jawab gw.

"Ketemu di mana, kok gak masuk akal?" Tanya Sapta.

"Kejepit di bawah kaki meja dosen ... gila gak tuh?" Jawab gw kesal.

"Halah ... udah, yang penting udah ketemu kan ... sekarang waktunya ngopi bro." Kata Sapta enteng, sambil merangkul gw jalan ke arah kantin paling pojok, tempat teman-teman yang lain berkumpul.

. . .

"Oy ... gimana besok acara liburan semester kita ... ada yang punya ide gak?" Tanya salah satu teman gw yg bernama Bobi.

"Iya nih ... kita kayak anak kuliah beneran aja, ampe lupa mikirin acara haha ...." Tambah Milla yang juga teman satu kelas gw.

Sesuai dugaan gw, hal ini pasti yang akan menjadi topik. Terlebih memang besok adalah hari libur semester, dan kita semua sama sekali belum membahasnya sejak berbulan-bulan lalu.

Berbeda dengan semester-semester sebelumnya, di semester ini kita semua benar-benar disibukkan dengan tumpukan tugas dan deadline yang tak manusiawi.

"Gini deh ... coba lo semua dengerin gw!" Kata gw.

"Nah ini nih ... Masternya pasti punya rencana ... haha." Sambut Adel penuh semangat.

"Nih lo liat ... lo semua pada pengan ke sini gak?" Tanya gw sambil menaruh 2 lembar foto yang diberikan Mas Yansen ke atas meja.

"Widih ... keren ini gaes ... di mana ini?" Tanya Bobi antusias.

"Minggir-minggir! ... mana coba gw lihat."
"Eh iya ... beneran keren ini." Kata Milla yang juga nampak tertarik.

"Itu Susuhan ... ada di Desa Mraca."
"Sekitar 4 jam dari sini." Lanjut gw menjelaskan.

Dengan berbagai pertimbangan dan perbandingan, akhirnya kita semua setuju untuk mengisi liburan semester ini ke suatu Desa ... Desa yang sama sekali belum pernah gw tahu sebelumnya.
profile-picture
profile-picture
liefnie dan fakebemo memberi reputasi
Nampaknye bakal seru nih.
ijin gelar kasur dimarih gan emoticon-I Love Indonesia (S)
Ditunggu apdetnye.
Jangan ampe kentang emoticon-Cendol (S)
profile-picture
liefnie memberi reputasi
I'll wait next update emoticon-linux2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di