CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Virus Corona Itu bisa Mati Sendiri. Kenapa Harus Takut ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6b279af4d6955d285340e0/virus-corona-itu-bisa-mati-sendiri-kenapa-harus-takut

Virus Corona Itu bisa Mati Sendiri. Kenapa Harus Takut ?


Virus Corona Itu bisa Mati Sendiri. Kenapa Harus Takut ?
Corona virus sudah ada sejak zaman dahulu. Selama puluhan tahun ini tidak ada seorang ilmuwan pun yang mau bikin vaksin untuk coronavirus sebab pada dasarnya infeksi oleh coronavirus adalah self limiting disease... artinya sembuh sendiri  kurang dari 7 hari. Kebetulan saya ngasih kuliah tentang coronavirus sudah sejak 1995... jadi  sedikit2 tahu-lah mengenai coronavirus ini , ujar Dosen immunology, virology, infeksi saluran nafas, dll di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.

Hal ini menunjukan bahwa virus ini akan sembuh sendiri dalam kurun waktu kurang dari 7 hari karena jenis infeksinya adalah Self Limiting Disease. Sedangkan untuk  penyebab pneumonia adalah microba pneumococcus bukan virus coronanya, ujar sang dokter.

Nah untuk pneumonia sendiri adalah kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut. Infeksi yang ditimbulkan pneumonia bisa terjadi pada salah satu sisi paru-paru maupun keduanya. Kantung udara yang terinfeksi tersebut akan terisi oleh cairan maupun pus (dahak purulen). Infeksi virus, bakteri, ataupun jamur adalah penyebab utama pneumonia. Maka dari itu untuk para orang orang usia lanjut dianjurkan untuk melakukan vaksinasi pneumococcus.

Pneumococcus ini adalah jenis infeksi sekunder yang dapat dimatikan dengan  antibiotic yang mengandung penicillin.

Lantas kami menanyakan kalau pneumococcusnya bias kita matikan menggunakan antibiotic kenapa sampai dapat menyebabkan kematian ?

Orang yang mati itu adalah orang yang mempunyai masalah di paru2. Misalnya perokok berat, asma kronis, dll. Sehingga walaupun pneumococcus nya mati tetapi dahak yang membanjiri paru parunya tidak bisa keluar. Mengental/memadat sehingga akhirnya gagal nafas dan mati. Begulah ujar sang dokter.

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwasanya mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit paru paru tidak akan mati. Bahkan sang dokter mengklaim bahwa 98% dari pasien yang terinfeksi corona virus ini akan sembuh total. Dan ternyata virus corona tidak dapat langsung  membunuh manusia. Kenapa ? karena yang membunuh manusia adalah infeksi sekundernya yang bisa di matikan dengan  penicillin.

Virus itu spesifik terhadap organ targetnya. Misalnya virus hepatitis itu spesifik hanya bisa nempel dan masuk dan multiplikasi di dalam sel hati. Virus HIV hanya bisa nempel dan masuk dan multiplikasi di dalam sel limfosit T helper. Dst.

Untuk virus corona, itu hanya bisa nempel dan masuk dan multiplikasi di dalam sel mukosa hidung. Mengenai Covid-19 bisa masuk ke dalam sel paru itu masih hipotesis, belum terbukti. Publikasi ilmuwan China mengenai genom Covid-19 disanggah oleh ilmuwan negara Barat yg sudah mendapat sampel Covid-19.

Secara teoritis, tidak mungkin suatu mutasi kecil bisa membuat virus corona (penyebab common cold) bisa tiba-tibA menginfeksi berbagai sel/organ di dalam tubuh manusia. Jadi, kalau ada kejadian multiple organ failure, maka itu kemungkinan besar disebabkan oleh banyak faktor lain.

Jadi untuk para perokok berat atau pengidap asma hati hati yaa, jangan sampai virus korona yang tidak mematikan malah bikin sengsara karena infeksi sekunder yang diperparah dengan keadaan paru-paru kita yang tidak sehat.

Sahabat jadi tidak perlu stok makanan dan masker sama sekali. Apalagi yg paru-parunya sehat jangan cemas dan khawatir.

Usahakan untuk hidup sehat, makan makanan sehat dan teratur, berolahraga, tidur cukup dan berdoalah agar hati dan pikiran dapat tetap tenang dan terhindar dari stress. Semoga Tuhan melindungi negara kita dari wabah virus ini.

Sumber :
Wawancara singkat dengan
Dr. JL
Dokter di Bandung.
S2 di microbiology.
Dosen immunology, virology, infeksi saluran nafas, dll di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.


Sumber :
https://www.bebascovid19.com/2020/03...na-virus.html
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koi7 dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Masalahnya banyak yg gak tau kalo dalam diri dia ada penyakit yg bisa makin berbahaya kalo kecampur Virus Corona
profile-picture
profile-picture
anditsung dan sanyhani memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Solusi terbaik buat saat ini ya cuma itu gan
kebanyakan yg bahaya kn komplikasinya dan bnyk yg gtau kalo mereka sakit
Lihat 1 balasan
dimall mall juga cuman di sediain siniteser emoticon-Angkat Beer
konon katanya diruqiyah sembuh gan .. ada yg mw coba ? emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Kuncinya di imunitas kita si, kalau imunitasnya bagus pasti terhindar
Dengan kata lain, virus itu mengada untuk membunuh perokok atau orang yang sering terpapar asap ?
Mari kita lihat berapa banyak orang yang beraktivitas di jalan raya atau yang dekat dengan industri yang menggunakan batu bara atau menggunakan proses pembakaran dan menghasilkan asap, termasuk bakar-bakar hutan ...
emoticon-Ngakak

...
Dari sudut pandang lain ..., kalau memang pneumonia-nya yang berbahaya ..., plus penyebaran virus yang tidak terlampau suka cahaya-panas matahari (katanya), berarti daerah yang sedang musim dingin ..., bisa lebih parah lagi dong ? Jadi global warmingnya harus dilanjutin 'gitu ? Agar semua wilayah dunia ini jadi panas ? emoticon-Leh Uga
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Diubah oleh bingsunyata
kadang yg sehat juga apes bray emoticon-Hammer
Banyakin minum vitamin, buah, dan olahraga si ya biar imunitas tetep terjaga
Lihat 2 balasan
Virusnya mati karna yg kena jg ikut mati emoticon-Leh Uga
profile-picture
geforce9800gtx memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Yang mengidap juga bisa mati
Tetep harus takut gan.

Takutnya bukan karna virus nya. Tapi takut buat nyebarin virusnya. Karna mungkin diri kita memang sehat dan kalo kena korona 98% bakal sembuh. Masalahnya kalo kita kena penyakit tsb peluang buat nularin nya gede dan kita gak tau seberapa kuat daya tahan orang yg akan kita tularin.

Jangan egois. Mungkin penyakit korona gak berbahaya buat kita. Tapi belum tentu buat orang sekitar kita....

Jangan ampe berita2 seperti ini malah disalah tangkap oleh orang2 yg akhirnya mereka jadi bodo amat sama nih virus (yg tadinya ragu mau travel jadi pada travel, yg tadinya ragu mau ke konser jadi lanjut ke konser misalnya). Stay home lebih aman guys untuk sementara emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isallcoholics dan 4 lainnya memberi reputasi
Peneliti indonesia jangan lo percaya. Mereka belum teliti sendiri corona varian yang sekarang. Di luar negeri aja mereka sangat beda pendapat, corona bisa sangat berbahaya karena kematian sekunder. Tingkat kematian cuma 2% itu cuma statistik gak ada makna, kalo mau lihat perhitungan hari ini tingkat kematian sampe 7% dan tiap negara beda beda, ada yang sampe 9% kemarin. Artinya tingkat kematian belum bisa didefinisikan.

Secara umum ada tiga yang dikhawatirkan peneliti luar negeri tentang corona yaitu pneumonia parah, penyakit lain yang mengikuti, dan efek ekonomi sosial politik.

Pnemonia itu terjadi jika sistem imun mengeluarkan cairan di paru paru sebagai reaksi inflamasi dari virus atau bakteri. Pada kasus parah paru paru terendam cairan sendiri yang bisa membatasi jumlah pasokan oksigen sampe 80%. Rasanya kaya tenggelam tapi gak berenang di air. Pada tahap itu udah harus kerumah sakit buat dapet life support khusus. Kalo gak ditangani jaminan mati karena kekurangan oksigen.

Penyakit lain jelas baik yang sudah diderita kaya diabetes, sakit jantung, kanker atau yang akan menyerang kaya dbd, malaria. Pada kasus dbd, malaria, dll itu terjadi karena sistem imun terlalu lemah stelah melawan corona sehingga penyakit lain gampang menyerang dan menjadi lebih berbahaya. Kemungkinan mati sangat tinggi dan obat untuk penyakit sekundernya biasanya udah gak berguna. Tinggal pasrah aja.

Ekonomi sosial politik bikin parah pernah terjadi waktu flu spanyol. Kombinasi ketiganya ini yang paling buruk. Pemberontakan, perang sipil karena pandemi pernah terjadi. Jika penyakit terlalu banyak menjangkiti, maka banyak orang masuk rumah sakit sekaligus. Bayangkan sekitar 1 juta orang dirawat apa gak kewalahan petugas medis? Bahkan dulu pasien sampe diabaikan sama petugas saking banyaknya yang sakit. Udah jaminan mati kalo gak ada life support bagi yang kena pneumonia parah. Selain itu saking banyaknya yang kena sampe orang gak bisa kerja. Di beberapa negara terjadi kelaparan masal karena gagal panen, akibat petaninya tepar kena penyakit. Flu spanyol yang tingkat kematian cuma 2% secara drastis meningkat jadi sekitar 20% cuma karena ini.

Artinya kemungkinan mati bukan karena corona tapi karena kondisi lain.

Kalo emang gak berbahaya kenapa sampe ada tiga negara yang lockdown. Bahkan dokter italia bilang udah menyesal meremehkan corona, dan mereka sangat kewalahan sampe anggap corona setingkat perang. Gw kira cuma orang bodoh bilang corona gak perlu dikhawatirkan pada kondisi sekarang, karena realitanya berbeda dengan mulut dia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
deso123 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Liambiero
Quote:


+ Wudu katanyee


emoticon-Ngakak
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Tetap jaga kesehatan dan minum vitamin C, guys.
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
yatakut. udah ada antibody untuk virus itu belum?
profile-picture
profile-picture
dimas.sw dan Zulus memberi reputasi
penting banget nih informasinya gan, biar kita juga ngga terlalu panik
mungkin yang riwayat penyakit pernapasan bisa lebih waspada lagi
okelaah,...
utk sementara ane turunkan level perokok berat ane mjd perokok ringan aja,...
emoticon-Malu
Quote:


Setuju sama ente bre emoticon-Kiss
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di