CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Banyumas /
[CoC Regional: Lokasi Wisata] Evolusi Terowongan Notog dari Masa ke Masa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6b0605c9518b03d9384494/coc-regional-lokasi-wisata-evolusi-terowongan-notog-dari-masa-ke-masa

[CoC Regional: Lokasi Wisata] Evolusi Terowongan Notog dari Masa ke Masa

Terowongan Notog (NTG) adalah terowongan kereta api di selatan Stasiun Notog, yang berada pada wilayah Notog, Patikraja, Banyumas.

Terdapat dua terowongan, yaitu terowongan lama yang berada pada jalur tunggal dan terowongan baru yang berada pada jalur ganda. Keduanya memiliki nomor bangunan hikmat (BH) 1440.

Era jalur tunggal (1915–2019)

Terowongan Notog lama ketika masih beroperasi, Februari 2019.

Pembangunan lintas Prupuk–Kroya merupakan paket baru pembangunan jalur kereta api yang dilakukan oleh Staatsspoorwegen. Dekade 1910-an menjadi awal pembangunan lintas ini, karena merupakan bagian dari rencana penyambungan jalur yang saat itu telah sampai di Cirebon menuju Kroya. Pembangunan jalur ini juga mengalami beberapa kendala, seperti derasnya arus Kali Serayu dan harus didukung pembangunan jembatan dan terowongan mengingat jalurnya merupakan lintas pegunungan dengan kontur yang tak kalah ekstrem dengan jalur-jalur kereta api di wilayah Bandung Raya.

Terowongan Notog, sebagaimana yang ada pada angka tahunnya, dibangun pada tahun 1915 oleh SS dan kemungkinan dari angka tahunnya yang hanya satu ini, terowongan dikerjakan dalam jangka waktu beberapa bulan saja sudah tembus. Panjangnya 260 meter dan mulai beroperasi tanggal 1 Juli 1916, bersamaan dengan pembukaan segmen Patuguran–Kroya.

Era jalur ganda (2019–sekarang)

Perencanaan pembangunan jalur ganda antara Purwokerto–Kroya sepaket dengan pembangunan jalur ganda Cirebon–Kroya yang nantinya terhubung juga dengan jalur ganda lintas selatan Jawa. Lokasi terowongan berada di sebelah terowongan yang lama serta memuat dua jalur sekaligus. Panjangnya direncanakan 555 meter, dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan menggandeng kontraktor BUMN. BUMN yang turut serta menggaet proyek ini adalah Indra Karya selaku konsultan supervisi dan PT PP selaku kontraktor pelaksana.

Diharapkan dengan adanya terowongan baru ini, kelajuan kereta api dapat dinaikkan hingga mendekati kecepatan maksimum kereta api Indonesia, 120 km/jam.

Setelah proses switch-over di lintas Purwokerto–Kroya ini selesai, Terowongan Notog dan Kebasen lama resmi ditutup per 15 Februari 2019 dan dijadikan cagar budaya.

Spoiler for Evolusi Terowongan Notog dari Masa ke Masa:




SUMUR >>> Evolusi Terowongan Notog dari Masa ke Masa


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di