CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Banyumas /
[CoC Regional: Lokasi Wisata] Curug Bayan Kalipagu Banyumas, Indah Breeeeeeeeee
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6afef7a2d1953594271a74/coc-regional-lokasi-wisata-curug-bayan-kalipagu-banyumas-indah-breeeeeeeeee

[CoC Regional: Lokasi Wisata] Curug Bayan Kalipagu Banyumas, Indah Breeeeeeeeee

Letak Curug Bayan Kalipagu Banyumas hanya beberapa puluh ayunan langkah kaki dari lokasi Dam Jepang Kalipagu. Akses dari dam itu dicapai melalui jalan setapak kecil yang ada di sisi sebelah kiri Villa Curug Bayan yang berdiri di tepian Kali Banjaran, dengan pemandangan langsung ke arah Curug Bayan dan Dam Jepang.

Curug Bayan berada di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Ketinggian Curug Bayan Kalipagu ini mencapai 7 meter, berada di aliran Kali Banjaran yang tak begitu besar debit airnya, terutama jika tidak berada di tengah musim penghujan.

Tampaknya belum ada angkutan umum reguler yang melayani pejalan untuk mencapai lokasi Curug Bayan, sehingga untuk ke sana lebih baik menggunakan kendaraan sendiri. Jika pun ada maka mungkin merupakan angkutan pedesaan yang jadwalnya tak menentu, bergantung pada terkumpulnya penumpang.

curug bayan kalipagu baturraden banyumas

Seorang anak kecil terlihat tengah duduk di sebuah batu gunung berukuran cukup besar sambil mengamati dua temannya yang sedang asik bermain air di bagian bawah Curug Bayan Kalipagu. Aliran sungainya dibendung secara sederhana sehingga membentuk semacam tandon di sungai yang tenang dan sangat jernih airnya.

Ada beberapa tingkatan bendungan kecil buatan di sepanjang aliran Kali Banjaran ini yang membentuk kolam-kolam renang alam yang menjadi pilihan elok untuk mandi dan bermain air pegunungan yang dingin segar, ketimbang bermain di kolam renang buatan yang ada di villa.

Di latar belakang sebelah kanan arah ke hilir adalah fondasi jembatan buatan Belanda yang pernah menopang Rel Lori PLTA Ketenger dan kini sudah tidak berfungsi lagi. Entahlah jika suatu saat nanti rel ini bisa dihidupkan kembali sebagai jalur angkutan logistik, atau pun untuk melayani kebutuhan adanya wisata heritage.

Di Rahtawu, penduduk setempat bisa "menjual" pengalaman mandi di sungai kepada orang kota yang berkunjung ke sana, yang kebanyakan untuk ziarah ke situs yang berhubungan dengan legenda tokoh pewayangan. Saya pikir pemuda di Desa Kalipagu bisa melakukan hal yang sama, apalagi kejernihan air dan batu-batuan di Kali Banjaran ini sangat menjanjikan.

Ketinggian Curug Bayan Kalipagu mencapai 7 meter dan telah menciptakan kedung cukup dalam pada kolam air di bawah curug. Musim hujan belum lagi tiba ketika saya berkunjung ke Curug Bayan Kalipagu, sehingga alir airnya tidak begitu deras namun karena itu menjadi sangat jernih.

Kedung Curug Bayan Kalipagu cukup lebar dengan kolam air tenang yang bisa sangat mudah menggoda pengunjung untuk mencebur. Serakan batuan besar kecil di Kali Banjaran membantu memberi suasana sekitar curug, dan menjadi tempat nongkrong untuk menikmati pemandangan sekitar.

Melihat tidak adanya papan larangan untuk mandi dan berenang di sana, sepertinya cukup aman untuk bermain air di Curug Bayan Kalipagu ini. Begitu pun pengunjung harus selalu waspada jika melihat cuaca yang gelap di atas Gunung Slamet, yang bisa berarti huja sedang turun di sana, dan banjir bisa sewaktu-waktu datang melanda Kali Banjaran.

Pandangan lebih dekat pada Curug Bayan Kalipagu Banyumas dengan kedung di bawahnya sempat saya foto. Tumbuhan paku-pakuan rimbun yang menempel pada batang pohon menarik perhatian saya ketika berjalan meninggalkan Curug Bayan Kalipagu. Ada pula Surge Tank di atas tebing di sisi sebelah kiri Curug Bayan Kalipagu. Surge Tank ini merupakan bagian dari konstruksi PLTA Ketenger yang dibangun Belanda pada 1939, dan masih berfungsi hingga saat ini.

Bangunan kayu bertingkat Villa Curug Bayan di tepi Kali Banjaran berada beberapa puluh meter di bawah Curug Bayan Kalipagu. Sumber air berlimpah dan jernih, udara dingin menjelang sore mendatangkan kabut romantis, membuat biaya perawatan villa di wilayah pegunungan semacam ini menjadi rendah.

Tidak perlu listrik untuk menghidupkan AC ruangan dan kamar, tidak perlu air pam atau air tanah untuk mengisi kolam renang, dan tidak pula perlu zat kimia untuk penjernih kolamnya. Biaya tukang kebun untuk merawat villa di kampung seperti ini juga relatif murah, dengan kualitas pekerjaan yang umumnya sangat baik.

Pipa beton memanjang dan Kolam Tando PLTA Ketenger merupakan tempat sangat menarik yang harus dikunjungi. Jika ada waktu, sekitar 1 km di sebelah Barat Dusun Kalipagu terdapat Hutan Damar yang dikenal sebagai Bukit Cendana. Ada pula Batu Lumpang yang terletak 1 km sebelah Utara Dusun Kalipagu yang dipercayai merupakan peninggalan bersejarah.

Akses ke Curug Bayan Kalipagu dari Terminal Purwokerto: Ke arah utara di Jalan Suwatio menuju Jalan Gerilya 0,5 km; belok kiri menuju Jalan Gerilya Jalan melalui 1 bundaran 4,0 km, terus ke Jalan Veteran 0,9 km; belok kanan untuk tetap di Jalan Veteran 1,4 km; belok kiri menuju Jalan Yos Sudarso 1,2 km, terus ke Jalan Patimura 0,2 km; belok kanan menuju Jalan Raya Karanglewas 0,6 km, belok sedikit ke kanan menuju Jalan Kertawibawa 1,8 km, belok sedikit ke kiri menuju Jalan Raya Kedungbanteng 2,6 km, terus ke Jalan Raya Keniten, lanjut lewat Kalikesur, 8,1 km lagi.

Curug Bayan Kalipagu

Alamat : Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Lokasi GPS : -7.32469, 109.2181, Waze.

Galeri Foto Curug Bayan Kalipagu

Ketinggian Curug Bayan Kalipagu yang mencapai 7 meter ini telah menciptakan kedung cukup dalam pada kolam air di bawah curug. Musim hujan belum lagi tiba ketika saya berkunjung ke Curug Bayan Kalipagu, sehingga alir airnya tidak begitu deras dan sangat jernih.

Bangunan kayu bertingkat Villa Curug Bayan di tepi Kali Banjaran, beberapa puluh meter di bawah Curug Bayan Kalipagu. Sumber air berlimpah dan jernih, udara dingin menjelang sore mendatangkan kabut romantis, membuat biaya perawatan villa di wilayah pegunungan semacam ini menjadi rendah.

Curug Bayan berada di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Ketinggian Curug Bayan Kalipagu ini mencapai 7 meter, berada di aliran Kali Banjaran yang tak begitu besar debit airnya, terutama jika tidak sedang berada di tengah musim penghujan.

Ada beberapa tingkatan bendungan kecil buatan di aliran Kali Banjaran ini yang membentuk kolam-kolam renang alam yang menjadi pilihan elok untuk mandi dan bermain air pegunungan yang dingin segar, ketimbang bermain di kolam renang buatan yang ada di villa.

Memiliki villa di daerah pegunungan seperti ini tidak perlu listrik untuk menghidupkan AC karena hawanya sudah sejuk, tidak perlu air pam untuk mengisi kolam renang karena air gunung berlimpah, dan tidak pula perlu zat kimia untuk penjernihnya. Di latar belakang sebelah kiri adalah fondasi jembatan buatan Belanda yang pernah menopang Rel Lori PLTA Ketenger dan kini sudah tidak berfungsi lagi.

Serakan batuan besar kecil di Kali Banjaran di bawah Curug Bayan membantu memberi suasana sekitar curug, dan menjadi tempat nongkrong yang baik untuk menikmati pemandangan curug dan alam sekitar.

Debit air Curug Bayan akan membesar pada musim penghujan dan bisa menimbulkan pusaran air yang dapat berbahaya bagi pejalan jika mandi di bawahnya. Lebih baik selalu berhati-hati jika ingin berenang di kedung di bawah air terjun manapun.

Kedung di bawah Curug Bayan terlihat melebar ke kanan cukup jauh, dan seperti ada cekungan di dasar lereng tebingnya yang mungkin membawa rasa kurang nyaman untuk berada di sana. Mungkin karena itu anak-anak lebih suka bermain di kolam alam yang terbuka dan tidak menyimpan bahaya.

Pemandangan yang memperlihatkan serakan bebatuan cukup banyak yang ada pada batang Sungai Banjaran. Di tangan yang terampil, batuan andesit ini bisa menjelma menjadi karya seni patung yang elok dan berkelas.

Tumbuhan paku-pakuan rimbun yang menempel pada batang sebuah pohon menarik perhatian saya ketika berjalan meninggalkan Curug Bayan Kalipagu, meniti tebing jalan setapak di pinggir Kali Banjaran.

Surge Tank di atas tebing di sisi sebelah kiri Curug Bayan Kalipagu. Surge Tank ini merupakan bagian dari konstruksi PLTA Ketenger yang dibangun Belanda pada 1939, dan masih berfungsi hingga saat ini.



Spoiler for Curug Bayan Kalipagu Banyumas:




SUMUR >>> Curug Bayan Kalipagu Banyumas


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di