CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
348.000 Pekerja Terancam PHK, Kemnaker Buat Program Pemagangan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6af61ff0bdb2706d3a7260/348000-pekerja-terancam-phk-kemnaker-buat-program-pemagangan

348.000 Pekerja Terancam PHK, Kemnaker Buat Program Pemagangan

Medanbisnisdaily.com - Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melakukan upaya untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global guna mengatasi dampak dari era industri 4.0. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengundang Jakarta Japan Club (JCC) membahas Diskusi Terbatas Program Pemagangan dan Job Fair.

"Kita tadi membicarakan banyak hal terkait dengan program-program di antaranya program pelatihan vokasi dan pemagangan, pengembangan kewirausahaan, dan program Certified Skill Workers (CSW) di Jepang," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah setelah pertemuan tersebut, Kamis (12/3/2020).

Hal tersebut untuk mencegah potensi akan ada 23 juta pekerjaan yang terdampak otomatisasi dan diprediksi akan terjadi 348 ribu pekerja terkena PHK akibat era industrialisasi 4.0 sebagaimana survey oleh Mc. Kinsey.

Untuk itu, pemerintah memiliki kebijakan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Kebijakan pelatihan vokasi yang ditetapkan oleh Kemnaker yaitu triple skilling yang terdiri dari skilling, up skilling, dan re-skilling.

Target grup skilling adalah para pencari kerja yang belum memiliki keterampilan, target grup up skilling adalah pekerja yang ingin meningkatkan kompetensinya, dan target grup re-skilling yaitu untuk pekerja yang berpotensi atau telah ter-PHK untuk memberikan keterampilan dalam rangka alih profesi.

"Selama ini Jepang termasuk di antara negara yang sangat men-support pembangunan sumber daya manusia karena Jepang termasuk negara yang memiliki usaha atau industri di Indonesia," tambahnya.

Kemnaker yakin bahwa JJC mampu menjadi partner yang mampu memecahkan masalah yang ada dengan mengembangkan SDM Indonesia dan mengurangi pengangguran.

"Anggota dari Jakarta Japan Club ini cukup banyak, ada 730 industri, kita mau mulai dari sektor otomotif dulu," paparnya.

Sejak tahun 1970, perusahaan Jepang telah banyak berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut melatarbelakangi lahirnya JCC sebagai perkumpulan perusahaan Jepang yang berkantor di Jakarta.

Sementara itu, perwakilan JCC yang juga menjabat sebagai President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masamichi Tanaka menyebut pihaknya akan berkontribusi terhadap pengembangan SDM Indonesia.

"Kami sangat berharap dengan kontribusi kami terhadap pengembangan SDM, Indonesia memanfaatkan sebaik mungkin dan kami merasa terhormat bisa membantu Indonesia," terang Tanaka.

Ketika disinggung soal wabah Covid-19, Ida Fauziyah menyebut proses pemagangan ke Jepang akan mengikuti prosesur yang ada.

"Semua pasti akan mengikuti protokol kesehatan, semuanya dalam proses penyiapan dalam konteks pemagangan, pelatihan yang kita lakukan, belum pada proses penempatannya," pungkas Ida Fauziyah. dtc

http://www.medanbisnisdaily.com/m/ne...am_pemagangan/

Waduh, semoga bisa berwirausaha ya buat yg di phk di tengah industri 4.0 ini, supaya ekonominya membaik emoticon-Inggris
mknya segera rilis omnibus law

g usah ngurusi demo2 gak jelas itu

bagi pengangguran lebih baik dapat kerja, mau kontrak kek, outsorcing kek

profile-picture
areszzjay memberi reputasi
disini tiap akhir tahun demo naik gaji,perusahaan megap2. pilihan kl ga relokasi ya tutup
Untung jokowi dah nepatin bagi
kartu nganggur udah dibagi dari januari emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Percepat penggunaan biofuel 100%
program yang baik lah
Yg buruh nuntut upah tinggi
Yg pengangguran jugaaa
Makin nyungsep deh emoticon-Big Grin
bernama "daftar ojol" ?
profile-picture
mows memberi reputasi
Makin rame

emoticon-2 Jempol
Dibuat onnibus law malah didemo terus.
Ini lagi magang.
Ga jelas kemenaker programnya.
Belum resmi omnibus law sdh berjubel pengangguran.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di