CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6af528b41d30304f57d062/coc-regional--kesenian--kain-besurek-batik-khas-bengkulu

[ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu

[ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu
Kain Basurek merupakan batik tradisional daerah Bengkulu yang artinya kain yang mempunyai surat atau tulisan. Surat atau tulisan yang di maksud terdiri atas berbagai macam ragam hiasan (ornamen), baik yang berupa tulisan huruf Arab (kaligrafi) maupun bermacam ragam hiasan. Selain itu dapat juga berupa berbagai bentuk motif lainnya, seperti tumbuh-tumbuhan (flora) dan binatang (fauna), anyam-anyaman, serta ukir-ukiran.
 [ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu

Pada zaman dulu kain Besurek hanya digunakan dalam upacara ritual keagamaan di wilayah Bengkulu, namun karena adanya transisi dan perubahan zaman, kain besurek sekarang ini telah menyebar dan dimanfaatkan dalam berbagai acara dan kondisi. Motif dasar kain besurek merupakan motif peninggalan para nenek moyang yang sampai saat ini belum diketahui asalnya, ada yang mengatakan bahwa motif kain Basurek ini dulunya sangat sakral di karenakan huruf arabnya yang bisa terbaca dan menandakan hubungan manusia dengan Tuhan. Berdasarkan sejarah perkembangannya hingga saat ini, motif dasar tersebut sudah banyak mengalami perubahan.
 
1.      Motif Relung Paku Motif ini menggambarkan keadaan tumbuh-tumbuhan dan keadaan binatang. Sering di gunakan untuk upacara adat cukuran bayi.
2.      Motif Bunga Rafflesia Bunga Rafflesia Arnoldi yang merupakan bunga raksasa khas Bengkulu. Motif bunga rafflesia bisa dibilang sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.
3.      Motif Burung Kuau Motif burung kuau menggambarkan keadaan binatang. Jenis motif ini pada waktu dahulu digunakan pada upacara pernikahan, yaitu pada acara ziarah kubur.
4.      Motif Rembulan Motif rembulan menggambarkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Motif ini dipakai pada rangkaian pernikahan, yaitu pada acara siraman (mandi).
 
kain batik Besurek dikenalkan pertama kali oleh pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad 17 kepada masyarakat Bengkulu. Seiring perkembangannya, seni dalam membuat motif pada kain tersebut dipadukan dengan tradisi Indonesia yag berciri khas Bengkulu. Berdasarkan data Dinas Koperasi PPKM Kota Bengkulu, Batik Besurek mulai diproduksi para perajin sejak tahun 1988. Adalah pasangan Elly Sumiati dan Doni Roesmandai merupakan dua perajin Batik Besurek yang merupakan pelopor batik Besurek di Bengkulu.
 [ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu

Pengaruh Islam pada hiasan kain batik Besurek khas Bengkulu begitu kental. Motifnya biasanya hanya berupa huruf Arab gundul yang tak punya makna khusus –kecuali beberapa jenis kain, terutama untuk upacara adat. Selain itu ada perpaduan motif flora dan fauna –yang sudah distilisasi hingga tak dikenali lagi bentuk aslinya– sebagai simbol hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
 
Dahulu penggunaan pada kain batik Besurek mulanya hanya terbatas untuk upacara-upacara adat seperti dipakai untuk pengapit pengantin pria (destar/topi khas Bengkulu) pada acara nikah, untuk acara calon pengantin putri mandi/siraman bedabung/mengikir gigi malam inaicuri, ziarah kubur dalam rangkaian upacara perkimpoian, sampiran bilik pengantin, hiasan ayunan cukur bayi, penutup jenazah dan lain sebagainya.
 
Perkembangan kain besurek di Bengkulu hingga kini demikian pesat. Memperoleh perhatian dari Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, penggunaannya pun tidak lagi terbatas pada perayaan atau upacara-upacara adat. Melainkan telah digunakan untuk berbagai keperluan seperti pakaian dinas, swasta, pakaian pesta, busana muslim, pakaian harian dengan modifikasi desain motif dan modifikasi desain busana.
 
Batik khas Bengkulu berbeda dengan batik-batik yang  berasal dari daerah lain seperti di Pulau Jawa atau Pulau lainnya. Kain batik Besurek memiliki kekhasan baik dalam sejarah, motif, pembuatan, maupun kegunaan.
 
Sejarah batik Besurek Bengkulu diperkenalkan pada zaman Kesultanan Demak. Para pedagang Arab, pekerja asal India dan seniman dari Kesultanan Demak tahun 1475- 1548.  Kain Basurek berasal dari dua kata. Kain adalah tekstil sedangkan kata surek  terdapat dua kata be(r) yang artinya mempunyai atau memiliki, dan besurek berarti 'besurat'. Jadi Kain Besurek artinya ” Kain yang memiliki tulisan surat. Dapat kita simpulkan kain  sebagai penyampai pesan”.
 [ COC Regional : Kesenian ] Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu

Untuk soal motif, yang membuat berbeda adalah motif  batik Besurek  berasal dari tulisan arab yaitu kaligrafi. Kaligrafi sendiri berasal dari tulisan dalam ayat-ayat suci Al-quran yang merupakan kitab suci umat Islam. Tulisan arab dalam batik Besurek memiliki makna bahwa mereka yang memperkenalkan batik Besurek adalah para pedagang islam yang berasal dari Kesultanan Demak. Seiring dengan waktu motif batik berkembang dan tersebar luas. Selanjutnya oleh seniman batik di Bengkulu, dibuatlah motif batik yang mengangkat tema dan budaya tradisi kedaerahan yang  ada di Bengkulu.
 
Motif  bunga Raflesia diangkat dari bunga bangkai terbesar di dunia  yang terdapat di Bengkulu yaitu bunga Raflesia yang merupakan ikon dari Bengkulu bumi Raflesia. Selain itu ada motif Relung Paku motif batik Besurek yang diambil dari jenis flora yang hidup di belantara nusantara yakni tumbuhan pakis. Tidak hanya flora namun motif fauna pun masuk ke dalam kain batik Basurek. Burung Kuaw adalah motif batik Besurek yang diadopsi dari burung yang banyak di temukan di belantara nusantara khususnya hutan Sumatera dan Kalimantan. Selanjutnya motif batik ini mengalami perkembangan dengan desain motif yang modern seperti penambahan corak warna yang indah.  Jika kain batik di Jawa identik warna gelap seperti coklat, maka Kain batik Besurek memiliki warna cerah dan beragam seperti merah, kuning kemasan yang memancarkan kemilau keindahan ketika dikenakan.
 
Kegunaan batik awalnya digunakan untuk menutup Alquran, penutup keranda saat upacara kematian, acara-acara sakral seperti adat perkimpoian, kematian dan upacara adat lainnya. Beberapa kegunaan batik yang dapat ditemui hingga saat ini adalah Upacara Adat sebagai kain adat, kain seserahan, baju adat, seragam tokoh-tokoh adat, Penutup kepala bagi pengantin laki-laki, kain penutup mayat, kain untuk memandikan mayat. Namun seiring perkembangan zaman kegunaan batik lebih luas hingga dipakai dalam acara-acara resmi maupun tidak resmi batik dijadikan seragam pegawai kantoran, anak sekolahan, ibu-ibu arisan, hingga busana pesta.
 
Hasil kreatifitas pengerajin kerajinan tangan batik dimodifikasi menjadi berbagai kerajinan yang akan menambah perekonomian pengerajin. Misalnya tas, kotak pensil, kotak tisu, peci hingga aksesories. Berbagai bentuk kreasi unik yang dihasilkan dari batik. Saat ini banyak ditemukan handmade berbahan dasar batik yang dijual di berbagai pusat oleh-oleh. Misalnya gantungan kunci, dompet, kipas dan lainnya.
 
Pembuatan kain batik Besurek masih tergolong tradisional hampir sama seperti proses pembuatan batik tulis lainnya. Yang diperlukan adalah kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun), canting sebagai alat pembentuk motif, gawangan (tempat untuk menyampurkan kain), lilin (malam) yang dicairkan, panci dan kompor kecil untuk memanaskan, larutan pewarna
 
Adapun tahapnya  pertama membuat pola desain batik yang biasa disebut molani. Kedua melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting, Ketiga menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Kelima pewarnaan, Terakhir setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
 
 Harga kain inipun beragam saat ini kisaran harga kain Besurek per meternya untuk serat sintetis berkisar Rp.40.000 – Rp. 200.000 berbeda dengan kain Besurek yang serat alami, harganya berkisar Rp. 100.000, hingga mencapai Rp. 2.500.000. Sesuai dengan kualitas dan pengerjaan serta motif yang ditawarkan.
 
 Sumber 1

sumber 2



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di