CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6ae4e3f0bdb24c3d2f6b02/coc-regional--makanan-tradisional--agan-suka-kopi-sudah-coba-kopi-bengkulu

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?
Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).
 
Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan  kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.
 
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.[butuh rujukan] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung
 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?

Bila berkunjung ke dataran tinggi Bengkulu, Kepahiang, kita akan disapa oleh kabut, udara sejuk dan wangi kopi dari dataran tinggi Sumatera. Kepahiang tidak semata tempat tumbuhnya teh, tapi juga kopi. Di salah satu desa bernama Desa Bandung Jaya terletak  yang di ketinggian kira-kira 1.400 meter di atas permukaan laut. Di desa yang dikepalai oleh seorang perempuan bersahaja bernama Supriyanti, aroma kopi akan memacak ke udara bersama angin dingin pegunungan.
 
Kampung Kopi
Kampung Kepahiang ini dipenuhi oleh aroma kopi saban waktu. Dalam dinginnya cuaca dataran tinggi yang membuat beku, Supriyanti menyeduhkan kuliner khas Kepahiang, Kopi Kepahiang panas nan wangi buat siapa saja yang berkunjung ke rumahnya.
 
“Masing-masing keluarga di desa ini memiliki perkebunan kopi setidaknya dua hektar,” kata Supriyanti ketika kabut secara cepat masuk hingga ruang tamu.. Kepala desa yang gesit ini membawa memiliki kebun kopi yang luas di belakang rumahnya lengkap dengan, mesin penggilingan, dan tempat pemanggangan. Di rumahnya, Supriyanti juga menjual beragam jenis kopi yang telah dikemas rapi.
 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?

Kopi Kepahiang dihasilkan dalam berbagai varian, petik merah robusta, arabika super dan arabika luak. Warga desa Kepahiang seperti Supriyanti biasanya memelihara belasan ekor luwak yang dikandangkan.
 
Di Bengkulu, berbagai jenis kopi tumbuh dan diproduksi, mulai dari Arabika, Robusta, hingga Liberika. Pemerintah Provinsi telah menetapkan dua kabupaten di Bengkulu yang akan menjadi Kampung Kopi yaitu Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong.
 
Di dua kabupaten ini setiap tahun menghasilkan puluhan ribu ton kopi kering siap edar. Menurut Pemerintah Provinsi, Bengkulu telah menghasilkan 60 ribu ton kopi per tahun. Dengan produksi yang banyak ini,  Bengkulu dianggap sebagai produsen kopi terbesar ketiga di Indonesia. Selain itu, Kampung Kopi juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bengkulu.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Tidak heran kopi-kopi buatan Indonesia tidak hanya dikenal di negeri sendiri, namun sudah terkenal hingga ke mancanegara.
Salah satu provinsi penghasil kopi terkenal di Indonesia adalah Bengkulu. Untuk memperkenalkan kopi Bengkulu secara lebih luas ke masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggagas acara “Semarak Kopi Bengkulu” di car free day Bundaran HI, Jakarta.  
“Kopi Bengkulu belum banyak dikenal masyarakat, sehingga kami berinisiatif untuk memperkenalkannya sekaligus membantu para petani serta pengusaha kopi Bengkulu untuk dapat terkenal. Dan kami optimis kami dapat bersaing hingga ke tingkat dunia seperti kopi dari daerah lainnya,” kata Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (26/11).
Lantas, apa saja fakta-fakta tentang Kopi Bengkulu yang belum diketahui banyak orang?
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Agan Suka Kopi, Sudah Coba Kopi Bengkulu?
1. Memiliki Beragam Aroma
Pertama, kopi Bengkulu ditanam pada ketinggian 700 – 1.500 Mdpl dan memiliki cita rasa aroma buah seperti lemon, cokelat dan herba yang khas. Kopi ini dihasilkan oleh petani di daerah Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara dan beberapa daerah lainnya.
“(Kopi Bengkulu) dibudidayakan oleh masyarakat secara organik, sehingga taste rasanya unik, nikmat, aromanya khas dan tentunya menyehatkan karena dipelihara secara organik,” jelas Rohidin.
 
2. Produksinya Terbesar Ketiga di Indonesia
Kopi Bengkulu masih didominasi oleh varian kopi Robusta, selain kopi Arabika yang juga berpotensi untuk bisa lebih dikembangkan.
Bengkulu merupakan provinsi ketiga terbesar penghasil kopi terbesar di Indonesia setelah Lampung dan Sumatera Selatan sehingga dikenal sebagai segi tiga emas kopi. Bengkulu ikut berperan menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi kopi Robusta di Indonesia. 
“Alhamdulillah Bengkulu produksi kopi terbesar ketiga nasional. Sekarang kita akan ekspor, memanfaatkan pelabuhan strategis besar yang ada di Samudera Indonesia untuk kita ekspor ke negara-negara lain,” lanjut Rohidin. 
 
Namun Rohidin menjelaskan, saat ini produksi kopi Bengkulu masih terkendala dengan angka produksi kopi yang belum maksimal. Angka produksinya sendiri baru mencapai 80.000 ton per tahun.
“Angka ini tentu saja belum maksimal jika dibandingkan dengan permintaan yang ada,” tambahnya.
PLT Gubernur Bengkulu di Semarak Kopi Bengkulu
PLT Gubernur Bengkulu di Semarak Kopi Bengkulu (Foto: Rafyq Alkandy/kumparan)
 
3. Sering Ikut Festival Kopi Nasional
Ketiga, kopi Robusta Bengkulu merupakan varian unggulan hingga menduduki peringkat 5 di Pusat Penelitian (PUSLIT) Kopi Nasional. 
“Kopi Bengkulu sudah beberapa kali ikut Festival Kopi Nasional dengan berbagai kriteria yang dibuat. Selalu masuk 5 besar” ujarnya.
 
4. Pernah Menang dalam Kontes Speciality Indonesia
Keempat, kopi Robusta Bengkulu yang berasal dari Kabupaten Kepahiang berhasil masuk dalam jajaran kopi terbaik pada Kontes Speciality Indonesia (KSI) atau Indonesia Cupping Competition tahun 2016. Kontes ini digelar oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) di Jakarta. Juri-juri yang menilai pun berasal dari 12 negara. 
“Kopi Bengkulu berhasil masuk dalam kategori 'Outstanding' pada poin-poin sweetness, clean up, acidity, aftertaste dan overall,” kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat AEKI, Irfan Anwar, dalam keterangan tertulisnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan produksi kopi Bengkulu, salah satunya dengan melakukan peremajaan tananam kopi rakyat yang berusia tua. Selain itu, Pemprov Bengkulu juga membangikan ratusan ribu batang bibit kopi gratis kepada petani untuk meremajakan tananam kopi yang sudah tua.
Di tahun 2018, Pemprov Bengkulu memiliki sejumlah program untuk meningkatkan produksi kopi Bengkulu dengan mengembangkan Argo Wisata Kampung Kopi di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.


Sumber



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di