CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Pendap, Makanan Terfavorit Orang Bengkulu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6ae375c8393a3e1c6672c1/coc-regional--makanan-tradisional--pendap-makanan-terfavorit-orang-bengkulu

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Pendap, Makanan Terfavorit Orang Bengkulu

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Pendap, Makanan Terfavorit Orang Bengkulu
Pendap merupakan salah satu makanan khas di Provinsi Bengkulu. Pendap atau biasa disebut ikan pais ini mampu bersaing dengan sejumlah kuliner lainnya. Makanan khas dari Bengkulu ini telah menembus pasaran sejumlah kota di Indonesia, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Pangkal Pinang dan Jambi. Pendap memiliki cita rasa yang khas yang dapat menggugah selera makan terutama aroma khas daun talas sebagai pembungkusnya. Hebatnya lagi, makanan yang memiliki cita rasa yang pedas dan gurih ini, juga telah sukses menembus pasar mancanegara, mulai dari Australia, Belgia, Jepang, dan negara lainnya
 
Pendap seringkali menjadi makanan favorit para wisatawan dari dalam sumatera maupun luar sumatera. Pendap memiliki kesamaan dengan pepes ikan terutama cara pembuatannya, perbedaannya ialah bahan yang digunakan serta daun talas sebagai pembungkusnya dan diikat dengan tali rafia .
 
Sejarah
Pandap/batutuk adalah makanan tradisional khas Krui, Lampung Barat, dan Bengkulu, yang berakar sejak jaman nenek moyang. Pendap juga pernah menjadi tema salah satu lagu yang dirilis dalam album lagu daerah Bengkulu sekitar tahun 1990-an. Setelah dikutip dari berbagai sumber, pendap memang merupakan makanan favorit Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno saat menjalani masa pengasingan di Kota Bengkulu sejak 1938 hingga 1942 . Tidak hanya itu, makanan khas tradisional ini ini diketahui juga menjadi langganan Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Tak kalah menarik, Top Chef Indonesia, Farah Quinn juga telah mencicipi pendap secara langsung .
 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Pendap, Makanan Terfavorit Orang Bengkulu

Kandungan Gizi
Selain memiliki cita rasa yang khas, ikan kembung yang biasa digunakan dalam pembuatan pendap ini memiliki banyak kandungan dan zat gizi. Ikan kembung mengandung energi sebesar 103 kilokalori, 22 gram protein, 0 gram karbohidrat, 1 gram lemak, 20 miligram kalsium, 200 miligram fosfor, dan 1 miligram zat besi. Dalam ikan kembung juga terkandung vitamin A sebanyak 30 IU, 0,05 miligram vitamin B1, dan 0 miligram vitamin C. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram ikan kembung, dengan jumlah yang dapat dimakan sekitar 80% .
 
Pendap memang sangat spesial di hati masyarakat Bengkulu.
 
Bengkulu merupakan kota yang menyimpan banyak kuliner favorit. Salah satunya yakni Pendap atau Ikan Pais yang menjadi menu andalah khas kota Bengkulu. Makanan ini sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke daerah asal mereka. Meskipun Pendap adalah salah satu kuliner khas Bengkulu, namun pamornya ternyata tidak hanya di Bengkulu tetapi juga diberbagai daerah lainnya seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Pangkal Pinang, dan Jambi.
 
Sepintas lauk tersebut sama dengan pepes karena proses pembuatannya pun hampir sama. Untuk membuat Pendap dibutuhkan bahan baku yaitu ikan laut, caber merah, cabe rawit, kunyi, lengkuas, merica, kelapa parut, kelapa goreng, garam, asam jawa, daun talas, dan daun pisang. Haluskan semua bumbu dan masukkan kedalam wadah besar. Selanjutnya, masukkan ikan laut yang telah dipotong-potong kecil dengan syarat ikan tersebut memiliki daging yang lebih dominan. Masukkan kelapa parut dan kelapa goreng, ditambah garam secukupnya diaduk hingga tercampur rata.
 
Proses selanjutnya ialah pengolahan daun talas dan yang dipilih jenis khusus. Kemudian, daun talas tersebut dimasukan ke dalam penampungan air bersih untuk dicuci hingga tidak ada lagi kotoran yang menempel. Setelah itu, daun-daun talas dipotong halus kira-kira berukuran 3cm-4 cm agar mempermudah mentatakan pada bungkus Pendap yaitu daun pisang. Tidak semua daun talas bisa dimakan. Hanya daun talas yang mempunyai batang berwarna putih yang bisa dikonsumsi manusia.
 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Pendap, Makanan Terfavorit Orang Bengkulu

Siapkan daun pisang yang sebelumnya telah dilayukan. Letakkan daun talas di atasnya, kemudian adonan ikan, selanjutnya dikemas lalu direbus. Setelah perebusan bungkusan Pendap tadi diendapkan pada rantang yang sudah disiapkan agar mengeringkan air yang meresap dari proses perebusan. Karena diendapkan itulah awal mulanya makanan ini disebut Pendap. Agar daun talas tidak gatal ketika dimakan, yaitu sebelum bungkusan Pendap diletakan ke dalam wajan, masukkan asam jawa dan setelah air mendidih barulah bungkusan-bungkusan itu dimasukan.
 
Biasanya proses perebusan dilakukan sekitar delapan jam. Ketika masak dan dibuka bungkusnya, makanan tersebut seluruh permukaannya terlihat berwarna hijau tua karena balutan daun talas namun teksturnya lembut. Pendap memiliki rasa pedas dan gurih. Pendap dijadikan lauk makan nasi yang bisa meningkatkan selera makan.
 
Pendap Bengkulu terbuat dari bumbu-bumbu yang beraneka ragam seperti bawang putih, bawang merah, lengkuas, cabai giling, beserta bumbu dapur lainnya.
 
Kemudian bahan-bahan ini dicampur merata dengan parutan kelapa muda. Bumbu yang bercampur dengan kelapa muda ini selanjutnya dibungkus talas, yang kemudian dimasukkan sepotong ikan.
 
Ikan yang biasa digunakan adalah ikan kakap atau ikan laut lainnya yang sudah dimati dagingkan terlebih dahulu. Hal inilah membuat makanan ini unik dan lezat.
 
Setelah membungkus hidangan dengan daun talas, hidangan ini lalu dibungkus dengan daun pisang untuk menjaga cita rasanya. Baru setelah itu ditali dengan tali rafia.
 
Masyarakat biasanya memasak pendap dengan cara direbus, tapi ada juga yang dikukus. Yang jelas proses memasaknya harus 8 jam, minimal 4 jam. Hal inilah yang membuat bumbu meresap ke dalam ikan bahkan daun keladi dan talas yang membungkus ikan ini.
 
Biasanya proses memasak ini dilakukan di atas tungku besar dan masih menggunakan kayu bakar agar rasanya tetap sama seperti peninggalan leluhur.
 
Makanan jenis Pendap sudah tidak asing lagi ditelinga, khususnya masyarakat Bengkulu. Kuliner yang satu ini memang memiliki rasa yang khas dan berciri khas Bengkulu.
 
Pendap atau bisa juga disebut Ikan Pais juga menjadi 'agen' kuliner andalan Bengkulu. Pada festival kuliner nusantara di TMII Jakarta 2019, Pendap menjadi salah satu brand makanan khas Bengkulu yang turut andil menjadikan kuliner Bengkulu juara umum pada festival tersebut.
 
Makanan ini sudah menjadi bagian dari kuliner lokal sehari-hari di Bengkulu. Biasanya, satu porsi Pendak cukup untuk makan satu keluarga. Di beberapa rumah makan di Bengkulu, Pendap juga tersedia dengan harga terjangkau. Namun bagi ibu-ibu rumah tangga yang hobi memasak, membuat Pendap tidaklah sulit.
 
Makanan Pendap menjadi khas karena memang tidak rumit untuk membuatnya, bahan-bahannya juga tersedia setiap saat di lingkungan kita.
Bumbu-bumbu Pendap
Untuk membuat Pendap, bumbu-bumbu yang dibutuhkan juga pasti tersedia di ruang dapur para ibu rumah tangga. Diantaranya yang dibutuhkan adalah bawang putih, bawang merah, kelapa rendang/kelapa muda, cabai, daun jeruk purut, asam pede, laos, kunyit dan ketumbar.
 
Ikan
Ikan yang dibutuhkan untuk membuat Pendap bisa jenis ikan Gebur, ikan Kakap Merah juga ikan Terusan atau Gelamo.
 
Cara membuatnya
Cara membuat Pendap tidaklah sulit, cukup haluskan semua bumbu-bumbu diatas, kemudian masukan dalam wadah. Kemudian ikan yang sudah dipilih dipotong-potong sesuai selera ukurannya. Biasanya ikan-ikan dipotong ukuran 3-4 centimeter.
 
Bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan tadi kemudian diaduk merata bersama parutan kelapa dan kelapa goreng.
 
Nah, untuk pembungkus Pendap, gunakanlah daun pisang dan daun talas. Bungkuslah ikan dan bumbu-bumbu tadi, kemudian dikukus.
 
Nah, setelah sudah masak, dapat langsung dinikmati bersama nasi panas.

Sumber 1

Wikipedia


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di