CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6a582bc8393a3df641bef0/coc-regional--lokasi-wisata--danau-picung-peninggalan-belanda-di-kabupaten-lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong


Danau Picung merupakan tempat Wisata Danau Alami, terletak disebelah Utara ibu kota muara aman dengan jarak ± sekitar 5 Km. Danau Picung merupakan danau buatan yang telah ada sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda. Danau Picung dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada waktu itu sebagai sumber air untuk memutar kincir pengolahan emas ditambang emas disekitar daerah lebong tambang.

Danau Picung awalnya dibangun oleh Belanda diareal seluas 500 Ha, namun seiring waktu, terjadilah penyusutan luas area danau Picung menjadi 200 Ha seperti saat ini.

Danau Picung dapat diakses dari Ibu kota Provinsi Bengkulu sekitar 4-5 jam perjalanan darat via curup dan 3-4 jam perjalanan darat via bengkulu utara.

Danau picung ini adalah bekas galian-galian orang belanda dan tempat memutar kincir pengolahan emas yang berada di lebong tambang, yang sekarang ini di kenal dengan tempat wisata lobang kacamata. Dengan di tinggalnya bekas-bekas galian tersebut keluar lah mata air yang memenuhi seluruh galian-galian para orang belanda yang sekarang dikenal sebagai objek wisata danau picung yang sangat indah pemandangannya dan masih sangat alami.

Danau Picung ini memiliki banyak menyimpan sejarah tentang awal mula kabupaten Lebong yang merupakan daerah tua yang memiliki banyak kekayaan alam terutama tambang emas. Pada masa revolusi, wilayah ini telah berkontribusi dalam pembangunan Monumen Nasional, atau yang dikenal dengan nama monas di DKI jakarta, pada puncaknya terdapat emas dan menurut sejarah sebagian emas tersebut dari Lebong.

Objek wisata yang berada di Desa Tanjung Agung Kecamatan Pelabai atau tepatnya berada persis di belakang rumah dinas Bupati Lebong ini, sepintas memang tak jauh berbeda dengan objek wisata danau yang ada di daerah lain. Namun keasrian dan kealamiannya, tak tertandingi. Apalagi jika kita menyempatkan diri untuk menikmati lembayung di danau ini. Saat fajar menyingsing dan senja menjelang, ungu bersemburat jingga. Hmm.. benar-benar merupakan keindahan yang tak setiap mata hati dapat melihatnya.

Dikelilingi Perbukit Tinggi, Danau Picung Pun Membuat Segar Mata. Selain Cocok Untuk Tempat Rekreasi Keluarga Danau Picung Ini Juga Menjadi Tempat Yang Tepat Untuk Menyelenggarakan Out bond. Danau ini banyak dikunjungi ketika akhir pekan dan ramai pula ketika sore hari dimana banyak para muda-mudi berdatangan ke danau ini.

Udara yang sejuk meskipun ditengah teriknya matahari ini menjadikan Danau Picung sebagai salah satu lokasi yang menjanjikan bagi pasangan muda-mudi untuk berbagi kasih. Apalagi, di lokasi ini masih ditunjang dengan prasarana tradisional yang jarang kita temukan di objek wisata danau lain. Pondok-pondok sebagai tempat beristirahat pun sengaja dibuat dari bahan-bahan yang ada di alam seperti pondokan bambu yang beratapkan jerami.

Fasilitas danau yang ditawarkan yaitu berupa keliling danau dengan perahu dengan harga murah mulai dari lima ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah dan keliling danau dengan perahu cepat/klotok/ketek dengan harga mulai dari dua puluh ribu rupiah sampai dua puluh lima ribu rupiah. Selain itu, ada banyak warung-warung yang berada di pinggiran danau ini. Warung-warung itu umumnya menjual makanan setempat seperti nasi, lema, gorengan dan jagung bakar, namun ada pula pedagang makanan ringan.

Danau Picung menjadi salah satu aset pariwisata yang bakal dipercantik pihaknya dengan pembangunan berbagai fasilitas penunjang yang diharapkan mampu menarik wisatawan baik domestik maupun wisatawan luar.

Dengan keindahan dan suasana sejuk yang disajikan Danau Picung, danau peninggalan Belanda ini sangat cocok sebagai tempat untuk rekreasi bagi keluarga ataupun sahabat.

Danau Picung ini dahulunya merupakan bekas galian orang-orang Belanda dan menjadi tempat untuk memutar kincir pengolahan emas. Bekas galian inilah yang kemudian mengeluarkan mata air dan terus menerus sehingga kini bekas galian tersebut dikenal dengan nama Danau Picung.

Danau Picung berada di Desa Tanjung Agung Kecamatan Pelabai, Bengkulu atau tepatnya berada persis di belakang rumah dinas Bupati Lebong. Danau yang berjarak sekitar 5 Km di sebelah Utara ibukota Muara Aman ini menyimpan banyak kisah sejarah yang bercerita tentang awal mula munculnya kabupaten Lebong, yang kini menjadi daerah tertua yang memiliki potensi kekayaan alam berupa tambang emas. Saat dibangun oleh Belanda, awalnya danau ini memiliki luas 500 hektar, namun lama kelamaan terjadi beberapa penyusutan area di danau, sehingga saat ini luas danau hanya tersisa 200 hektar.

Daya tarik yang dimiliki danau ini sekilas mirip dengan objek wisata danau lainnya. Namun, yang membedakannya adalah, Danau Picung masih sangat terlihat asri dan alami dengan latar belakang pemandangan perbukitan yang begitu indah nan hijau. Tak hanya itu, di sekitar danau ini juga terdapat tumbuhan pepohonan yang rindang, sehingga udara di kawasan ini terasa sejuk dan nyaman.

Tak hanya dari daerah Bengkulu, Danau Picung juga kerap di kunjungi oleh wisatawan yang berasal dari berbagai daerah di luar Bengkulu. Biasanya, Danau Picung ramai dikunjungi saat akhir pekan dan hari-hari libur nasional.

Selain menyaksikan keindahan yang disajikan dengan duduk-duduk santai di tepi Danau Picung, Sobat Pesona juga bisa melakukan aktivitas outbond yang seru. Selain itu, danau ini juga menjadi spot favorit bagi warga sekitar untuk menikmati momen indah pemandangan matahari akan terbenam dan saat matahari baru akan mulai menampakkan diri. Panorama indah yang dihasilkan sang mentari dengan semburat warna ungu berpadu dengan jingga, menjadikan gradasi warna yang begitu indah, panorama alam yang sangat sempurna.

Danau Picung telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang wisata, diantaranya beberapa pondok-pondok untuk tempat bersantai dan beristirahat sejak sambil menikmati keindahan alam sekitar. Pondok-pondokan ini juga dibuat bertema tradisional dan cukup jarang ditemuin saat ini. Pondok-pondoka tersebut dibangun dengan bahan alam seperti bambu dan beratapkan jerami. Selain pondokan, ada juga perahu yang dapat digunakan untuk berkeliling danau dengan harga yang cukup terjangkau. Tidak hanya itu, di danau ini juga terdapat beberapa kios-kios yang menjual berbagai jenis makanan serta minuman.

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Danau Picung Peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong


Sumur : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Danau_Picung


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di