CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6a08664601cf1a373ec167/coc-regional--kebudayaan--ritual-sedekah-bumi-cara-mekmaknai-rasa-syukur

[ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur

[ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur
Assalamualaikum,
Selamat pagi, siang sore malam kaskuser sedunia hehehe
ikutan COC gan Tentang salah satu budaya di Bengkulu
---------------------------
Ritual budaya sedekah bumi masih terpelihara di Desa Blumai 2 Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT). Rabu (05/06) puluhan warga  berkumpul di balai desa sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kemudahan yang diperoleh masyarakat petani dalam bercocok tanam dan memanen hasil bumi. Kegiatan itu dihadiri Camat PUT Mulyanda, SPd, Kepala Desa Belumai 2 Muhlani, seta tokoh masyarakat desa setempat tanpa terkecuali. “Sedekah bumi ini hajatan tahunan yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat, bagaimanapun kita harus bersyukur dan memanjatkan doa kepada Tuhan atas hasil pertanian yang membuat para petani bisa memenuhi kebutuhan hidup dari hasil panen,” ungkap Muhlani. 


[ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur

Setiap kepala keluarga di desa tersebut terlihat antusias mengikuti ritual sedekah bumi. Dengan membawa ambeng atau takiran (hasil bumi yang telah di panen) yang dibawakan dalam ember besar yang isinya berupa nasi sayur-mayur, lauk-pauk dan kerupuk ubi kayu yang di panen dari desa tersebut, untuk disedekahkan dan dimakan bersama-sama. Sesepuh Desa Belumai 2 atas nama Darnun yang sudah berumur sekitar 100 tahun, membacakan iklar dengan logat bahasa jawa kuno. Dibagian lain Muhlani mengatakan, hasil bumi para petani setiap tahun terus meningkat dari hasil perkebunan berupa kopi, karet, sawit dan peternak ikan maupun peternak sapi dan kambing yang terus meningkat juga agar desa kami terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan. “Acara sedekah bumi di gelar juga kesenian kuda kepang sebanyak tiga grup kuda kepang yang berasal dari Desa Belumai dua yang di gelar dua hari dua malam, sebagai sarana hiburan rakyat,” tutur Kades.
-------------------------
Warga Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggelar “Sedekah Bumi” memperingati bulan Muharram, Jumat (28/9) kemarin. Sedekah bumi ini dilakukan sebagai tanda syukur mereka kepada sang pencipta yang telah memberikan rahmat dan berkah selama satu tahun.
 
“Karena berkaitan dengan bulan muharram, yakni memperingati tahun baru islam, maka setiap bulan muharram kalau bahasa Jawa nya itu bulan suro kami adakan sedekah bumi. Jadi intinya kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan berkahnya yang selama satu tahun ini diberikan limpahan rezeki dan kesehatan. Sehingga kita mempunyai kewajiban untuk bersyukur,” kata Sukiman, Ketua Adat Desa Pal VIII.
 
Sebelum melaksanakan kegiatan itu, lanjut Sukiman, warga setempat mengadakan rapat terlebih dahulu, seperti membentuk panitia dan menentukan hari pelaksanaan. Sebab sedekah bumi ini dilakukan berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama.
 
Selain itu, sedekah bumi ini hampir serupa dengan tabut yang menggunakan ritual. Seperti memotong kambing, nantinya kepala kambing itu, kata Solihin akan ditanam sebagai tanda syukur kepada bumi yang telah memberikan penghasilan. Kemudian warga melakukan zikir serta doa bersama.
 [ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur

“Kegiatan ini kita awali berdasarkan kesepakatan terlebih dahulu. Tradisi zaman dahulu, ada pemotongan kambing. Itu kepalanya ditanam, istilahnya itu menurut orang-orang tua dulu untuk mensyukuri bumi bahwa bumi sudah memberikan penghasilan,” tambahnya.
 
 
Jajajan Pasar
Lebih lanjut dipaparkannya, ada juga ingkung. Ingkung ini dilakukan dengan membagi-bagikan daging ayam kepada warga sebagai bentuk penghormatan mereka kepada nenek moyang. Ada juga jajanan pasar yang dibagikan dari hasil yang mereka dapatkan selama satu tahun, yakni segala jenis buah dan sayur-sayuran.
 
Kemudian, lanjutnya lagi, ada tumpeng yang dimakan bersama, hal ini juga sebagai bentuk syukur mereka. Dan ada bubur suro. Bubur suro ini untuk memberikan penghormatan kepada leluhur mereka agar di desa tersebut selalu aman dan selalu mendapatkan keselamatan. Bubur suro itu ada dua jenis, yakni bubur merah dan bubur putih.
 
Dan yang terakhir ada bunga mawar yang diletakkan di dalam gelas berisikan air. Itu, sambung Sukiman sebagai penyejuk dalam melaksanakan penghormatan kepada leluhur dalam melaksanakan sedekah bumi.
 
“Bunga itu adalah sebenarnya suatu tradisi untuk mewarnai bahwa bunga itu adalah menurut orang tua dulu semacam pendingin dalam melaksanakan sedekah bumi ini,” ungkapnya.
 
Penyerahan bibit tanaman oleh Rita Wati, KPPL Rejang Lebong
Disisi lain, dalam acara sedekah bumi itu, Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Rejang Lebong menyumbangkan bibit tanaman. Bibit tersebut nantinya akan ditanam warga setempat. Pembibitan ini akan terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari acara sedekah bumi. Hal ini kata Solihin, untuk membantu penghijauan kembali di desa tersebut. Tidak hanya mengambil hasil dari bumi tetapi juga dapat menghasilkan.
 
“Kita harus memulihkan kembali apa yang sudah kita buat dengan melakukan penghijauan kembali. Karena kitakan bersyukur, jadi kita bersyukur ini tidak hanya meminta saja tapi kita juga harus berbuat. Paling tidak kita menanami kembali bibit tersebut di bumi. Hasilnya itu juga bermanfaat untuk masyarakat,” imbuhnya.
 
Untuk diketahui, pelaksanaan sedekah bumi ini bisa terlaksana berkat dana sumbangan masyarakat setempat.
-------------------------
Masyarakat Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Sejak Sabtu (7/9/2019) mulai bergotong royong mempersiapkan agenda tahunan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, yang sekaligus syukuran desa dengan mengadakan acara sedekah bumi.
 
Serangkaian acara pun telah dipersiapkan, mulai dari doa bersama, tausiah, pemberian bantuan ke kaum duafa hingga tradisi Kedurei Agung. Puncak kegiatan sedekah bumi ini juga diadakannya pergelaran Wayang Kulit pada Selasa (10/9/2019) malam.
 
Kepala Desa Suban Ayam Ibnu Hajar mengatakan, selain memperingati Tahun Baru Islam makna diadakannya sedekah bumi ini untuk meningkatkan tali silahturahim antar masyarakat desa. Selain itu sebagai bukti wujud rasa syukur masyarakat Desa Suban Ayam kepada Sang Pencipta.
 
“Kegiatan ini sebagai syukuran desa, untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama masyarakat desa Suban Ayam,” ujarnya.
 
Dia menjelaskan terdapat beberapa makna dari sedekah bumi tersebut, tradisi among-among yang dimaknai sebagai bentuk syukur warga desa atas rezeki yang diberikan Yang Maha Kuasa. Kedua tradisi Sekul Suci Ulem Sari yang dimaknai sebagai simbol permohonan masyarakat agar dijauhi dari marabahaya.
 
Ada juga hidangan Bubur Merah dan Bubur Putih merupakan simbol keberanian yang didasari niat suci dan tulus masyarakat Desa Suban Ayam. Kemudian simbol Jajan Pasar yang diartikan perhitungan hari/rangkap hari dalam penetapan Tahun Baru Islam, merupakan hari baik untuk melaksanakan sedekah bumi.
 
Kemudian simbol Gunungan yang berisi hasil bumi dari lahan pertanian milik masyarakat desa. Dirangkai dalam satu kesatuan sebagai bukti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi.
 [ COC Regional : Kebudayaan ] Ritual Sedekah Bumi, Cara Mekmaknai Rasa Syukur

Selain doa rasa syukur, acara sedekah bumi ini juga memanjatkan doa meminta hujan. Hal tersebut mengingat musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sebagian masyarakat Desa Suban Ayam yang bekerja sebagai petani belum bisa bercocok tanam.
 
“Kita juga memanjatkan doa kepada Allah agar segera diturunkan hujan, alhamdullilah Senin (9/9/2019) kemarin, hujan turun di desa ini. Ini adalah rezeki yang diberikan Allah langsung kepada masyarakat dengan dikabulkannya doa masyarakat,” tambahnya.
 
Ibnu menambahkan, terlaksananya sedekah bumi ini, merupakan hasil dari sumbangsih masyarakat desa secara sukarela, baik berupa materi maupun non materi.
 
“ini merupakan hasil sumbangan seluruh masyarakat desa, meskipun secara sumbangan nominalnya kita sepakati bersama namun ada juga yang menyumbangkan lebih dari kesepakatan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa tanpa terkecuali,” kata Ibnu.
 
Desa Suban Ayam Dalam Histori
 
Desa Suban Ayam, secara monografi merupakan desa yang berada di wilayah pemerintahan Kecamatan Selupu Rejang. Desa ini berada 11 Kilometer dari pusat ibukota Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Luas desa ini mencapai 525 Ha, dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai 725 dan jumlah penduduk mencapai 2.546 orang.
 
Rata-rata penduduk Desa Suban Ayam bekerja sebagai petani, yang mencapai 650 orang. Tanah yang subur karena berdampingan dengan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, wilayah ini mayoritas jenis tanaman yang di garap adalah sayuran.
 
Ibnu Hajar Kepala Desa Suban Ayam menuturkan, menurut cerita para sesepuh desa, sebelum pemekaran dahulunya desa ini merupakan bagian dari Desa Kampung Baru, Pal Batu hingga wilayah Desa Sambe Rejo yang dulunya disebut Sadie Pacang. Pemimpin wilayah ini di sebut Mandor.
 
“Namun pada tahun 1938, desa ini memisahkan diri sehingga umur desa ini 81 tahun. Peringatan sedekah bumi ini juga merupakan  peringatan hari jadi desa suban ayam,” tuturnya.
 
Ibnu berharap, dengan diadakannya sedekah bumi Desa Suban Ayam ini msayarakat desa bisa terus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta diberikannya rahmat hujan dan rezeki, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat terlaksana dengan baik guna mendukung kesejahteraan masyarakat desa. 
 
“Harapannya, masyarakat desa terus diberikan rezeki dari Maha Kuasa, dijauhkan dari marabahaya  dan juga diberikan perlindungan. semoga kedepan pembangunan desa terus bisa kami lakukan agar masyarakat desa bisa sejahtera,” demikian Ibnu.

[url=https://curupedia.wordpress.com/2019/09/11/memaknai-sedekah-bumi-desa-suban-ayam/ [url]https://bengkuluekspress.com/ritual-sedekah-bumi/]Sumur[/url] 1[/url]
Sumur 2



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di