CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Regional Eropa Lainnya /
Ceritaku Di italia Selama COVID19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e69f8870577a92b7d7195bb/ceritaku-di-italia-selama-covid19

Ceritaku Di Italia Selama COVID19

Ceritaku Di italia Selama COVID19


Living in Italy in the midst of Covid19

Kira-kira tiga minggu lalu semua berita di TV,
giornale dll menginfokan bahwa sudah banyak orang positif covid di area Lodi,Lombardia. Pemerintah Italia dengan cepat dan tegas melakukan lockdown di dua are berdekatan, Lodi dan Piacenza. Keduanya berada di Lombardia.

Waktu itu aku tinggal di rumah mertua di Mantova. Kondisi di Mantova masih aman terkendali, hanya saja sekolah-sekolah sudah ditutup (termasuk sekolah tempatku belajar bahasa Italia). Kantor dimana ibu mertuaku bekerja mengharuskan beliau untuk melakukan cek temperature sebelum dan seusai bekerja. Cek berita di tv pun masih 200-300 orang positif.

Seminggu kemudian, aku dan suamiku pulang ke rumahku di Cantu, Como (masih Lombardia juga). Sekolah masih ditutup, beberapa kantor juga ditutup seperti kantor catering pesawat, bar hanya beroperasi setengah hari, dan beberapa penjual jasa lainnya. Jumlah korban positif sudah di angka 6000 orang.

Beberapa hari setelahnya pemerintah mengumumkan lockdown di area Parma dan Bergamo (ngga jauh dari rumah). Mulai ketar ketir, untungnya suami udah sempat beli mascherine dan antiseptic pas dinas luar negeri. Sempat terjadi panic buying juga, tapi ngga sampe gila banget sih karena pemerintah NGEJAMIN kalo semua kebutuhan bakal terus tersedia and HE DID. Semua kebutuhan masih tersedia, no panic buying. Pas aku grocery shopping masih gampang cari barang, antiseptik sm mascherine sempet mahalan tpi sekarang udh normal. Posisi korban positif udah hampir 9000.

Ngga lama setelahnya kira-kira hari sabtu malam lalu di tanggal 7 maret 2020, pemerintah mengumumkan untuk lockdown area Lombardia, tapi belum di sahkan, masih wacana pemerintah. Jadi minggu paginya aku masih bisa jalan-jalan ke daerah Milan ke rumah adek ipar, juga ke supermarket bareng suami. Ternyata karena wacana lockdown Lombardia, banyak penduduk yang langsung keluar Lombardia as far as they can go. Karena kejadian ini, minggu malamnya pemerintah langsung umumkan Lockdown Italia.

Bayangin aku sm temen2 udah masak nasi uduk dll, gagal makan bareng jd tuh nasi uduk sebakul harus diabisin sendiri sm temenku, tempe orek sama goreng2an kudu diabisin sendiri sm aku dan suami. Kan sedih (asli ini ga penting)

Sebenernya menurut ku, pemerintah Italia udah try his best buat ambil tindakan terkait covid19. Yap! Italia memang sedang krisis. Nutup Lombardia aja udah kaya ngilangin jantung dari sistem tubuh kita. Ini nutup seluruh Italia. Kenapa? Biar ga makin banyak yang tertular. Karena virus ini hidup di media benda selama 12jam, dan kalo kamu interact langsung sama carrier, jarak kurang dari 1m dan dia bersin/batuk... Kelar deh. Somplaknya lagi kalo carriernya masih muda dan sehat dia sering ga sadar kalo dia tuh infected. Paling mikirnya cm flu pergantian musim(dan emang wajar di musim gini,pergantian winter ke spring) dan ini katanya gimana di Italy pas kena langsung banyak. Karena carriernya muda, barman, ga punya symptom jd masih kerja aja dia orang ngerasa sehat trus ya secara ga disadari udah nularin pengunjung2 barnya. Cuma aku gatau juga kebenaran berita ini.

Kenapa sih di berita seheboh itu kayanya aku jg ga paham, memang sekolah ditutup, tapi kami masih belajar online. Guru2 masih kasih materi belajar lewat skype atau wa video dan ada exam2 yg dikerjain lewat online (akupun begitu), kerjain online exam. Ambulatory sementara ditutup, untuk prioritasin pasien corona dl. Jd utk penyakit2 yang butuh lab tp kurang urgent ya maaf harus nunggu agak lama.
Para pegawai pun macem2 nasibnya, ada yg terancam gaji di freeze(ky petugas catering airport, ga ada pesawat jalan ya ga kerja cm blm tau gimana nasib akhirnya), cm dapet 80% gaji, tapi yg bisa kerja di rumah masih dapet full gaji.
Add : tapi kemarin infonya sih akan ada suntikan dana ke italia utk bantu para pegawai2 yang dirumahkan. Thank God.

Suami kadang masih ngantor kalo urgent, sisanya dikerjain di rumah krn dia IT. Sepakbola cancel dimana2,kalopun ada kemarin mainnya di Spain, itupun ngga ada orang di tribun. All event di Italia di cancel,padahal feb-march supposed to be the biggest carnival season. I'm so sad cuz I can't see that.

Seperti tadi aku bilang, pemerintah sini sangat bagus penanganannya. Meskipun lagi krisis ga segan2 lockdown untuk mencegah penyebaran, ekonomi makin terpuruk jelas, tapi pemerintah kasih solusi juga terkait pajak, terkait cicilan rumah, terkait pelunasan pinjaman,pembayaran listrik gas dan air. Karena covid19, orang2 bisa pay later dan masa pembayarannya diperpanjang. Bukan dibikin 2x lipat pas mereka dapet gaji ya. Yea we still pay tapi setidaknya jeda waktunya diperpanjang pake banget.

Terus yg aku salut banget, menurutku fasilitas dan layanan kesehatan di Italy terbaik. Selain itu edukasi terkait virus sm precautions nya gencar diberikan lewat semua media terus public sphere semua wajib taruh precautions di tempat2 yg terlihat. Pasien opname yg masih sehat boleh ngevlog btw biar orang di luar juga tau di dalem gimana perawatannya, not as bad as we imagine.

Pemerintah emang care bangetttt sm kesehatan masyarakat. Selain gratis, emang langsung cepet penanganannya, makanya di Italy kenapa kayanya banyak banget yg infected padahal sistem sanitasi Italia terbaik se Eropa (se Eropa ya mohon diperhatikan)?
1. Italia memang banyak orang tua (ini sampe pemerintah kasih tunjangan melahirkan loh saking Itali butuh naikin angka kelahiran)
2. Italia sangat proaktif utk investigasi ini virus penyebarannya udh gimana dan kemana aja padahal tau makin banyak victim makin merosot kondisi ekonomi. * jadi penasaran selain china, italia, korsel sama iran.negara mana lagi yg berani jujur ngungkapin data infected ppl.
3. Italia bener2 banyak ambil sample dari suspect sampe akhirnya ke detect segini banyak. Pas aku nulis ini udah ada 12ribuan kasus,800an meninggal, 1000an sembuh.
4. Emang ini virus bukan flu, penyebarannya lebih cepet, masa inkubasinya beda, jadi pas ktauan udah parah. Kalo cuma flu, orang Italia mah kuat mau kata orang tua juga, udah biasa.

Terus apa aj yg jadi ribet karena lockdown? Sekarang ke supermarket cuma boleh satu orang dari tiap keluarga (at least di daerahku yaa)
Tentu aja ga bisa kemana-mana karena dijaga polisi.
Bar tutup lebih awal, resto juga. Disini lifestylenya suka ke bar sekedar coffee time atau dinner di resto bareng teman/keluarga.
Karena aku punya jastip, tentu saja bisnisku terhambat 😭
Keluar masuk airport masih ngga ribet sih selama kamu penduduk Italia atau istri penduduk seperti aku 😁
Ga boleh cipika cipiki kalo pas ketemu temen/family di resto/bar (yg kemaren ada berita dilarang ciuman,salah ya bukan ciuman tapi cipika cipiki, ini emng culture turun temurun elahh)
Kasian si old people kadang ga boleh nongkrong2 di bar 😢

Well,ngga se nyeremin di TV to be honest, tapi ngga bisa diremehin dengan bilang "ribet banget cuma flu doang" Karena nyebarnya cepet, langsung nyerang pernafasan,kl flu doang orang2 tua disini strong2 kali. Even based on kata2 expert di worldometer sama webnya who, mereka masih research the worst thing this virus can do 😌
Jadi buat semua yang baca, ku harap jangan sepelein virus ini dan menganggapnya hanya flu biasa, because it's not. Kl memang kalian kurang informasi, carilah informasi yang tepat dari dokter2 ahli, kan banyak di internet atau youtube. Dokter ahlinya juga cari daerah yang udah pengalaman, misal dari dokter wuhan/italia. Kalo ga paham bahasanya, cari yg english version. Kita sendiri di Italia udah mabok informasi soal virus ini.

Pake masker penting sih meskipun kita sehat, ngeri aja ketemu carrier yg ga sadar/ga tau dia infected. Bawa antiseptik kemana2, jangan lupa cuci tangan abis dari luar, jaga kebersihan dan jaga jarak min 1m dr orang di luaran (precautions pemerintah sini nih)
Gejala awalnya sih ky flu memang, nanti setelah masa inkubasi jadi kaya pneumonia atau bronchitis. Ya kalo udh di fase ini kalo udah tua ga heran makin susah sembuhinnya. Coba cari2 deh video infected ppl yg sembuh. They don't feel the same even tho they already recovered. Nafas jadi lebih pendek dan lebih mudah capek. Gatau belom optimal aja atau emang segitunya ngrusak paru2.

Begitulah kehidupan saya 1 bulan ini, sangat membosankan. Nonton berita, masak, ngerjain kerjaan rumah, ngecek villa di Bali yg sepi gara2 corona (sedih amatlah), gangguin suami yg kerja di rumah 😅, ga punya kehidupan sosial dan ga bisa nongkrong sama temen. 😢

At the end, stay safe n stay hydrated everyone 😁
profile-picture
profile-picture
soekotoiy dan red.bezos memberi reputasi
Diubah oleh trippy.princess
wah nice threademoticon-Cendol Gan

stay safe ya, jangan lupa ingatkan suami untuk selalu cuci tangan sehabis pulang kerja

BATA!
profile-picture
trippy.princess memberi reputasi
Quote:


Thank u n stay safe too gan... Lagi bulan2nya rajin cuci tgn nih
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
Quote:


Tempat les bahasa italia memang sedang di liburkan, kakak ane juga di liburkan lesnya karena corona

semoga bisa terkendali ya keadaannyaemoticon-Smilie
profile-picture
trippy.princess memberi reputasi
btw sis dari kapan ke italia? kakak ane dari november kesana, nikahnya desember

BATA!
profile-picture
trippy.princess memberi reputasi
Diubah oleh red.bezos
Quote:


Baru setahun gan aku tinggal di sini. 😁
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
Quote:


wah lama juga yah, penduduk sana baik2 ga?

stay safe ya, jangan pernah bosan cuci tangan dan jaga kebersihanemoticon-2 Jempol
profile-picture
trippy.princess memberi reputasi
Quote:


Baik banget ramah2 orang sini gan. Siap. Jaga kebersihan juga gan.
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
Quote:

enak ya suasananya, apalagi bangunan2nya unik2emoticon-Matabelo

sis jangan kasih ane cendol dong
ane kolektor bata nihemoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
soekotoiy dan trippy.princess memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di