CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
9 Rahasia Sukses Menjadi Trader Forex Teknikal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e69c128337f9362464d1dfd/9-rahasia-sukses-menjadi-trader-forex-teknikal

9 Rahasia Sukses Menjadi Trader Forex Teknikal

Dalam pelajaran trading yg disimpulkan dari kisah horor si tuan serakah, sudah dipahami bahwasanya profesi serta latar belakang trader tak mampu menjadi tolak ukur keberhasilan di dunia trading. Prinsip itu pun berlaku bagi keahlian analisa seorang trader.

Sebelumnya jika Anda ingin memulai trading forex silakan daftar disini. Dan untuk yang sedang mencari broker terbaik di asia silakan klik disini.

9 Rahasia Sukses Menjadi Trader Forex Teknikal

Quote:


Cuma berhubung analisa teknikal berakar dari perhitungan matematis, bukan mempunyai arti setiap ahli matematika mampu selalu menjadi trader teknikal paling baik. Kenyataannya, mereka-mereka yg menganut analisa teknikal datang dari beragam latar belakang, dengan pola kebiasaan serta gaya trading yg tidak kalah bervariasinya. Ada yg berkali-kali membuka posisi dalam sehari, namun ada juga yg tidak membuka posisi apa saja walau telah memantau chart selama berjam-jam.

Apa saja gaya para trader teknikal berhasil, diluar dugaan ada 10 sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader teknikal yg selalu mereka-mereka terapkan. Kesepuluh kiat itu dirangkum dalam edisi kedua "Technical Analysis for Dummies", buku karangan Barbara Rockefeller. Apa sajakah sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader yg di ungkapkan dalam buku yang telah di sebutkan?

    Abaikan Kata Orang, Fokus Cuma Pada Chart

Esensi analisa teknikal ialah memakai pengamatan harga di chart selaku basis pengambilan keputusan buy ataupun sell. Selaku teknikalis sejati, Kamu tidak butuh pusing-pusing mikirin apa kata para ahli ihwal kesempatan di chart Kamu. Bagaimanapun pula, grafik trading mestinya diatur sesuai setup teknikal Kamu sendiri, menjadikan tidak ada gunanya memperhatikan opini orang lain yg setup chart-nya tak setara dengan kepunyaan Kamu.

Lebih dari sekedar mengabaikan simpang siur analisa dari orang lain, trader teknikal pula tak tidak sedikit memperhitungkan pengaruh dari faktor fundamental. "Chart harga telah memiliki kandungan seluruh berita yg butuh dipakai seorang trader teknikal. Event besar berdampak tinggi umumnya mengalahkan teknikal dalam kurun waktu beberapa hari ataupun minggu. Bagi trader teknikal, tips paling baik menghadapi momen semacam itu ialah exit serta tunggu," ungkap Barbara Rockefeller.

    Berteman Dengan Tren

Butuh dipahami, definisi tren bagi setiap trader mampu berbeda-beda. Pendapat dari Barbara, ada trader yg mengidentifikasi sebuah tren dari pergerakan 6 candlestick di time frame 10 menit, ada juga trader yg baru mengkonfirmasi tren dari pergerakan ratusan candlestick di time frame mingguan.

Apa saja tips Kamu mengenali tren, tanamkan pemahaman bahwasanya tren bukanlah suatu hal yg patut dimusuhi. Trader teknikal bertindak sesuai apa yg di dapatkan dari analisa chart, bukan didasari prediksi yg belum ada basisnya. Andaikan tren harga masih terus menguat, trader teknikal tidak akan gegabah melawan tren. Ini dia sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader yg sebetulnya telah menjadi pengetahuan umum, namun jarang direalisasikan, berhubung tidak sedikit trader terlalu fokus pada kesempatan reversal yg kadang terlalu "dipaksakan".

    Tidak Ragu Menutup Posisi

Pernahkah Kamu mendengar sebutan "buy and hold"? Di zaman dahulu, teknik beli serta tahan barangkali difavoritkan berhubung dianggap mampu memaksimalkan keuntungan trading. Namun di masa saat ini, tips semacam itu tidak lebih realistis diterapkan, lebih-lebih bagi trader jangka pendek ataupun mereka-mereka yg bemodal cekak.

Kenyataannya, terus-menerus membiarkan posisi ter-floating tanpa rencana exit yg terperinci sangatlah tak disarankan dalam trading forex. Selain butuh upaya maksimum berhubung Kamu butuh siaga memantau chart, teknik semacam itu tidak lebih terintegrasi dengan system manajemen risiko.

Dalam hal ini, sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader teknikal terdapat atau terletak pada kesiapan mereka-mereka untuk menutup posisi trading, baik yg telah profit ataupun loss. Prinsipnya, andai telah profit sesuai target maka jangan ragu untuk close, serta andaikan loss telah mencapai batas toleransi risiko, maka segeralah tutup posisi.

    Bertanggung Jawab Terhadap Trading Sendiri

"Dalam pengambilan posisi trading yg benar, tak ada yg namanya hasil tidak terencana ataupun sekedar keberuntungan," ujar Barbara Rockefeller. Menurut penuturannya, setiap trader teknikal haruslah telah merencanakan semuanya di awal serta bisa mempertanggungjawabkan setiap perolehan trading, entah itu loss maupun profit. Dengan tips itulah trader bisa di katakan sudah sukses menerapkan kedisiplinan.

Andai trader tidak bisa memberikan tanggung jawab, itu pengertiannya ia tak trading didasari rencana trading yg disusunnya sendiri. Apakah itu penyebabnya yaitu oleh dorongan emosi trading, ataupun bahkan sehubungan ikuti saran orang lain, gagal konsisten terhadap trading plan sendiri akan berakibat fatal pada masa depan seorang trader.

Bagi trader teknikal yg cenderung berpikiran sistematis, semestinya taklah susah untuk senantiasa menerapkan trading plan. Tapi kadang kala, faktor emosi masih Suka mendominasi mereka-mereka yg masih awam. Dalam hal ini, sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader untuk antisipasi hal itu ialah, berprinsip pada ide yg senada dengan ucapan Barbara Rockefeller di awal bab ini.

    Menghindari Euforia Serta Rasa Putus Asa

Kiat ini adalah satu dari sekian banyaknya cara ampuh memberantas rasa ingin mangkir dari trading plan. Kenapa? Berhubung emosi trading yg merusak kedisiplinan acap kali penyebabnya yaitu oleh euforia disaat mendapatkan profit beruntun, ataupun perasaan putus asa sesudah Suka loss.

Selaku trader teknikal, Kamu tidak seharusnya membiarkan emosi-emosi yang telah di sebutkan merubah tips trading yg telah direncanakan sedari awal. Sebanyk apa saja keuntungan yg didapat dari profit beruntun, ataupun sebesar apa saja kerugian yg diderita akibat loss, jangan terpancing "memperbaikinya" dengan merubah tips trading suka-suka hati. Andai memanglah butuh diadakan perbaikan, maka lakukan sesudah melalui proses evaluasi trading yg rasional.

    Tak Terobsesi Memperlihatkan Diri

Memperlihatkan kebenaran analisa telah menjadi penyakit umum di khalayak trader. Andai ingin berhasil serta bertahan lama di dunia trading, hindari penyakit itu sebisa barangkali. Kekurangan ini mendorong seorang trader untuk menyangkal sifat alamiahnya selaku kita-kita; bahwasanya setiap orang pasti pernah salah.

Hasilnya, ia akan susah mendapatkan kerugian berhubung menganggap analisanya selalu benar. Disaat posisinya telah merugi, trader yang telah di sebutkan akan bersikeras untuk mempertahankan tradingnya, dengan alasan harga sebentar lagi akan berbalik. Andai telah semacam itu, ia telah tidak ingat bahwasanya memprediksi pergerakan harga tidak mampu sekedar bermodalkan "harapan". Oleh karenanya, sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader dalam hal ini masih terkait dengan psikologi trading. Tanggalkan ego andai ingin sukses menjadi trader, karena untuk profit tak perlu selalu benar.

    Mampu Mempertahankan Konsistensi

Menjadi trader teknikal yg berhasil tidak cuma berfokus pada kemampuan melakukan analisa, namun pula mengenali arti penting pengelolaan risiko. Untuk apa mampu memperlihatkan kebenaran analisa andai tidak mampu profit secara konsisten? Kualitas semacam itu cuma dibutuhkan oleh analis, bukan seorang trader.

Pendapat dari Barbara Rockefeller, ada 3 alasan kenapa trader teknikal gagal mempertahankan konsistensi keuntungan, di antaranya ialah:

Tak pernah memakai stop loss.
Suka menggeser stop loss didasari sinyal indikator yg belum di-backtest.
Terlalu meyakini diri serta menganggap market akan bergerak sesuai perkiraan sendiri.

Jadi andaikan Kamu ingin menaikan konsistensi trading, menghindari 3 tindakan diatas mampu menjadi permulaan yg baik.

    Memahami Kaidah Backtest Indikator

Cuma berhubung suatu indikator berfungsi dengan baik pada data historis, bukan mempunyai arti tool yang telah di sebutkan akan selalu menyajikan hasil sejenis di masa depan. Barbara menekankan bahwasanya seorang trader teknikal yg baik selalu memakai persepsi realistis tatkala melakukan backtest.

Sekali-pun hasil backtest Kamu menyatakan andai indikator yang telah di sebutkan mampu membawa presentase profit 80%, jangan terlalu berpatokan pada angka yang telah di sebutkan, berhubung perhitungan itu cuma didasarkan pada harga di masa lantas. Para trader teknikal profesional mengukur kesuksesan system bukan dari kesesuaiannya terhadap hasil backtest, namun pada tingkat profitabilitas secara keseluruhan. Andai rasio profit-loss akhir-nya masih melebihi 1:1, maka kinerja suatu indikator belum layak di katakan gagal.

    Realistis Dalam Menentukan Position Sizing

Sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader yg satu ini berpedoman pada apa yg ada di chart, sesuai prinsip teknikalis pada biasanya. Manfaat memakai indikator dalam analisa teknikal mampu dipakai untuk mengukur kesempatan kesuksesan, menjadikan dari sini trader bisa menyesuaikan position sizing-nya secara ideal.

Katakanlah Kamu berencana entry trading dengan stochastic serta konfirmasi price action. Andaikan sinyal cuma muncul dari stochastic, tentu Kamu akan ragu untuk mengambil posisi besar. Sementara andai sinyal stochastic turut dikonfirmasi oleh price action, maka hal itu akan makin menaikan kesempatan kesuksesan, menjadikan bisa menjadi landasan Kamu untuk membuat besar ukuran trading.

    Melakukan Diversifikasi

Sesuatu yang di sembunyikan berhasil trader yg satu ini bertujuan untuk mengurangi risiko serta mempunyai 2 artian, yakni:

Diversifikasi indikator: "Kamu bisa menaikan probabilitas trading dengan memakai konfirmasi indikator-indikator dari jenis yg berlainan (umpamanya: indikator tren dengan oscillator, support resistance dengan price action, dsb.). Sebaliknya, Kamu tidak akan mendapatkan probabilitas membuat yakin andai berkonsultasi pada 2 indikator dari golongan yg percis," kata Barbara Rockefeller.

Trader wanita yg gemar bermain dengan bar serta candlestick ini memakai indikator Momentum serta RSI selaku semisal. Menurut penuturannya, andai kedua indikator itu dipakai bersamaan, tidak ada berita tambahan yg diperoleh trader. "Perluas cakrawala Kamu dengan mencari konsep indikator lain, ketimbang memaksakan indikator-indikator itu untuk memberi-kan parameter yg Kamu inginkan," imbuhnya.
Diversifikasi aset: Selaku trader forex, Kamu bisa mulai dengan bertrading pada pair-pair yg berbeda. Ilmu korelasi pair mampu dimanfaatkan untuk mencari pasangan mata uang mana saja yg berpotensi dalam taktik atau strategi diversifikasi Kamu.

Kiat Menerapkan Sesuatu yang di sembunyikan Berhasil Trader Teknikal

Secara keseluruhan, aneka macam cara diatas meruncing pada suatu kesimpulan, di mana pemahaman terhadap hal-hal di luar perhitungan teknikal menjadi intinya. Jadi dilema menjadi trader teknikal berhasil tidak cuma berfokus pada indikator mana yg dipakai, namun pula pengelolaan emosi serta risiko yg baik.
Diubah oleh FXcuan
tapi secara berpikir rasional, trader wanita terkesan lebih mampu mengatasi psikologi daripada trader pria emoticon-Big Grin
Untuk bisa menjadi trader yang handal itu yang pasti tidak mudah, dimana harus benar benar berjuang dengan adanya belajar yang giat. Dimana trader bisa coba mengikuti salah satu program edukasi dari broker Instaforex agar kita lebih semakin paham lagi dimana cara trading nya secara menguntungkan
kalo mau jadi trader memang harus siap kondisi, dari skill dan juga mental biar hasilnya tetap profitable kedepannya
menurut saya sebenarnya tidak ada rahasia untuk menjadi trader sukses, yang penting kita harus mencari mentor atau teman trading yang
tepat yang mempunyai mindset dan strategi trading yang baik, serta perbanyak jam terbang trading di market bersama Broker Instaforex


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di