CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
5 Mitos Analisa Teknikal Yang Perlu Diketahui Trader
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e69bd4e349d0f743f7309d9/5-mitos-analisa-teknikal-yang-perlu-diketahui-trader

5 Mitos Analisa Teknikal Yang Perlu Diketahui Trader

Memilih teknik analisa yg tepat dipakai selama trading tentu menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para pemula. Munculnya beragam analisa berikut plus minusnya, menjadi pertimbangan penting sebelum "menaruh hati" pada satu dari sekian banyaknya analisa. Secara umum, ada dua jenis analisa yg dipakai dalam trading forex, yakni analisa teknikal serta analisa fundamental.

5 Mitos Analisa Teknikal Yang Perlu Diketahui Trader

Quote:


Berbicara mengenai analisa teknikal, para teknikalis (sebutan bagi pemakai analisa teknikal) umumnya memilih analisa ini berhubung dianggap paling gampang untuk mengetahui titik entry, Amat cukup dipakai selaku bekal trading, sampai-sampai mampu menunjukan prediksi pergerakan harga dengan akurasi 100%. Tapi tahukah Kamu, andai seluruh alasan itu nyatanya cuma mitos analisa teknikal? Fakta yg ada di lapangan tak berlaku demikian lho…

Sebelumnya jika Anda ingin memulai trading forex silakan daftar disini. Dan untuk yang sedang mencari broker terbaik di asia silakan klik disini.


Mengutip dari investopedia[dot]com, ada tujuh mitos analisa teknikal yg berkembang di khalayak trader. Apa saja?

Cuma Untuk Trading Jangka Pendek

Biasanya, trader memilih analisa teknikal selaku pelengkap trading jangka pendek. Mereka-mereka menganggap andai analisa teknikal akan Amat tepat dipakai untuk mengetahui posisi entry, menjadikan butuh dikombinasikan dengan time frame pendek semacam Hourly ataupun malah 1M. Mampu di katakan juga andai analisa satu ini cocok dipakai oleh Scalper dan Day Trader. Benarkah demikian?

Rupanya, analisa teknikal telah dikenal sejak lama. Malah para teknikalis zaman dahulu lebih memakai analisa ini untuk trading jangka yang lama dan investasi. Bagi mereka-mereka, analisa teknikal mampu memberikan manfaat untuk membaca tren utama, menjadikan mengetahui betul kondisi pergerakan harga yg tengah berlangsung tatkala itu. Penggunaan time frame jangka yang lama semacam Weekly serta Monthly kemudian dijadikan pilihan, berhubung tujuan mereka-mereka ialah untuk investasi forex.

Didasari dua perbandingan diatas, maka bisa di katakan bahwasanya mitos analisa teknikal cuma untuk trading jangka pendek taklah benar. Sebaliknya, analisa teknikal mampu dipakai hampir di seluruh time frame, mulai pada 1M, Daily, Weekly, sampai-sampai Monthly. Yg terpenting ialah ketahui tujuan penggunaan analisa teknikal lebih lagi dahulu, apakah untuk trading jangka pendek ataukah investasi.


Cuma Mampu Dipakai Oleh Trader Ritel

Mitos analisa teknikal lain yg berkembang di khalayak trader ialah analisa ini cuma mampu dipakai oleh trader ritel. Berhubung sifatnya yg simpel serta gampang, trader ritel menganggap bahwasanya analisa teknikal tak barangkali dipakai oleh pelaku pasar forex lain yg lebih besar. Padahal, pemain forex sekelas hedge fund manager pun memakai analisa teknikal ini.

Bahkan berhubung sifatnya yg simpel, langsung serta terperinci, analisa teknikal Amat ternama serta dipakai oleh hampir semua lapisan trader forex, mulai pada trader ritel, perusahaan multinasional, sampai-sampai hedge fund manager top sekali-pun. Analisa teknikal relatif lebih gampang serta lebih cepat dipahami dibanding dengan analisa fundamental.

Mempunyai Tingkat Kesuksesan Rendah

Mitos ketiga ini sudah ditentang oleh hampir semua trader teknikal. Pasalnya, analisa teknikal-lah yg malah mengantarkan mereka-mereka pada keberhasilan trading. Melalui analisa ini, trader mampu memprediksi pergerakan harga dengan efektif dibandingan bila memakai jenis analisa lain-lainnya.

Tidak meyakini? Sebut saja Jack D. Schwager yg berhasil trading memakai analisa teknikal sekalian selaku penulis buku. Dalam bukunya yg berjudul "Market Wizards: Interviews With Top Traders", Jack melakukan interview pada beberapa trader teknikal lain yg berhasil, semacam Ed Seykota, Bruce Kovner, serta Michael Marcus.

Somehow, trader yg beranggapan bahwasanya analisa teknikal mempunyai tingkat keberhasilan rendah barangkali mengira analisa ini sifatnya lagging (lambat) semacam pada kebanykan indikator. Pada nyatanya, ada indikator teknikal yg sifatnya leading, semacam Stochastic ataupun Relative Strength Index (RSI) disaat dipakai dalam analisa divergence. Kedua jenis indikator teknikal yang telah di sebutkan akan Amat membantu Kamu selama trading, berhubung berfungsi untuk menunjukan kekuatan momentum dari tren yg tengah berjalan. Pun, dari adanya dua indikator yang telah di sebutkan, Kamu telah mampu mengidentifikasi titik entry dari keadaan Overbought serta Oversold.

Analisa Teknikal Saja Cukup Selaku Bekal Trading

Bagi kebanykan trader, berbekal analisa teknikal saja untuk mengawali peruntungan dalam forex dianggap cukup. Selain gampang serta cepat dipelajari, analisa teknikal pula dianggap bisa atau mampu untuk menunjukan kondisi harga yg ada di pasar. Praktis, mereka-mereka tidak butuh memakai "bumbu" tambahan selama trading andai telah berbekal analisa teknikal.

Tapi, fakta yg ada malah menyatakan sebaliknya. Walau penggunaan analisa teknikal ini gampang serta cepat dipelajari, akan tetapi mengawali trading cuma dengan berbekal analisa teknikal Amat tak disarankan. Akan lebih baik andai aktivitas trading dimaksimalkan dengan pemahaman lebih lanjut mengenai manajemen risiko serta Money Management, berhubung analisa teknikal cuma dipakai selaku tool pendukung trading Kamu.

Aspek lain yg tidak kalah penting untuk mensukseskan perburuan cuan ialah sikap masing masing trader. Disiplin serta konsistensi, pandai mengatur emosi, dan pantang menyerah ialah kunci utama supaya hasil trading mampu sesuai harapan.

    Software Analisa Teknikal Mampu Menguntungkan "Dapatkan kanal ke analisa teknikal terperinci serta sinyal trading untuk keberhasilan trading Kamu"

Iming-iming semacam ini umumnya tidak sedikit Kamu jumpai tatkala tengah surfing ke situs trading forex ataupun sejenisnya. Andai tidak pandai memilih, mampu jadi Kamu pun terbujuk untuk memakai software analisa teknikal yg dipromosikan. Umumnya, trader yang gampang tergiur perolehan profit tanpa melakukan analisa ribet ialah para newbie.

Nyatanya, penggunaan software analisa teknikal tak dan merta membuahkan hasil sesuai apa yg di tawarkan. Penyedia software barangkali cuma menyajikan chart yg menunjukan kondisi tren berikut pola-pola candlestick, akan tetapi aktivitas tradingnya tak berorientasi pada kewajiban untuk memeroleh profit. Akan lebih baik andai Kamu cuma mengambil indikasi dari kondisi tren yg ditunjuk dalam chart, lantas memutuskan sendiri semacam apa proses eksekusi yg akan diambil.

Analisa Teknikal Mampu Dipakai Di Seluruh Jenis Market

Mitos analisa teknikal yg satu ini barangkali benar, akan tetapi tak sepenuhnya benar. Antara satu instrumen trading dengan instrumen lain mempunyai beragam karakteristik. Forex, saham, komoditas, options, sampai-sampai obligasi, semuanya mempunyai kriteria market yg berbeda-beda, walaupun tampilan chart mereka-mereka hampir sejenis.

Andai dalam forex pola-pola candlestick terbentuk selaku visualisasi kondisi harga di pasar, lain halnya dengan aset non-forex; pada futures, pola candlestick dipengaruhi oleh volatilitas, pada option ditentukan dari expiry, sementara pada aset komoditas, pergerakan harga mampu turut ditentukan dari kondisi musim. Yg butuh digarisbawahi ialah jangan menyamakan penggunaan analisa teknikal untuk seluruh market, berhubung masing masing market mempunyai karakteristik tersendiri.

Mampu Menunjukan Prediksi Harga Dengan Tepat

Hingga sekarang ini, belum ada master trader ataupun pakar yg menyatakan bahwasanya analisa teknikal bisa atau mampu memberi-kan prediksi harga dengan akurasi sampai-sampai 100%. Analisa teknikal cuma berperan untuk memberi-kan gambaran mengenai pergerakan harga dalam suatu periode tertentu. Untuk prediksi selanjutnya, maka Kamu butuh memakai indikator teknikal selaku konfirmator tambahan.

Dalam forex, satu dari sekian banyaknya konsekuensi yg siap tak siap perlu di terima oleh seluruh trader ialah fakta bahwasanya harga mampu bergerak semau-maunya. Kamu tidak mampu memaksakan harga perlu bergerak sesuai analisa, berhubung ada beragam faktor yg mendasari perubahan yang telah di sebutkan. Adanya rilis informasi berdampak, konflik antar negara, ataupun pergolakan domestik yg tidak terduga mampu menjadi alasan di balik fluktuasi harga. Lebih lanjut, faktor-faktor ini pun mampu memberi pengaruh sentimen trader terhadap pasar, yg lantas pula berpengaruh terhadap pergerakan harga selanjutnya.

Dalam aplikasinya, analisa teknikal tak dan merta menjanjikan beragam keistimewaan semacam yg tampak pada mitos analisa teknikal diatas. Sekali lagi, analisa teknikal cuma dipakai selaku tool tambahan dalam trading. Untuk mampu memeroleh profit sesuai yg di harapkan, maka Kamu butuh menerapkan manajemen trading dan beragam taktik atau strategi ciamik lain-lainnya. Pun, konsistensi untuk menerapkan Trading Plan yg sudah disusun, pula menjadi satu dari sekian banyaknya indikator penting dalam pencapaian keberhasilan trading Kamu.

Selain terjebak dalam mitos analisa teknikal, beberapa trader rupanya pula "terpengaruhi" oleh mitos cepat kaya melalui trading. Meyakini ataupun tak, ada 5 mitos yg dipercaya oleh trader, menjadikan mereka-mereka pun termotivasi untuk segera mengawali peruntungan nasib dalam forex.
Diubah oleh FXcuan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di