CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Hobby & Community /
Mau Nulis Males? Jangan Sampai Kita Mati Hanya Meninggalkan Tulang!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e69b564c8393a62a251383d/mau-nulis-males-jangan-sampai-kita-mati-hanya-meninggalkan-tulang

Mau Nulis Males? Jangan Sampai Kita Mati Hanya Meninggalkan Tulang!

Mau Nulis Males? Jangan Sampai Kita Mati Hanya Meninggalkan Tulang! Sumber gambar

Hai GanSist! Jumpa lagi di thread saya. Kali ini, saya ingin membahas tentang mengapa harus menulis.

Dulu, pertanyaan ini kerap kali saya lontarkan ketika membaca ulang catatan di media sosial maupun buku diary. ‘Mengapa harus menulis?

Menurut saya, silakan beralasan kebaikan, manfaat menulis atau tentang keabadian. Namun, ada hal lain yang kadang kurang disadari bahwa menulis adalah berbicara kesempurnaan.

Kesempurnaan apa? Kesempurnaan kemampuan berkomunikasi sebagai manusia.

Mari sama-sama kita lihat sejarah hidup kita hingga kini. Urutan kemampuan berkomunikasi yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia sejak tahap dasar hingga level tertinggi.

Listening (Mendengar), Speaking (berbicara), Reading (Membaca) dan yang paling tinggi serta menyempurnakan semua itu adalah Writing (Menulis).

Waduh! Apaan ini saya kok jadi sok pintar emoticon-Ngakak

Dulu, saat kita masih bayi, kemampuan komunikasi kita hanya dengan mendengar lawan bicara kita yang entah berbicara apa. Saat itu kita hanya melotot, tersenyum, bahkan tiba-tiba menangis. Kita hanya mampu mendengar. Sempurnakah? Sangat belum.

Lambat laun, kita meniru apa yang kita dengar. Merespon dengan bahasa komunikasi suara yang keluar dari lisan kita. Meskipun dengan terbata. Kemudian sempurna hingga terangkai kata. Lalu berbicara. Sempurnakah? Belum juga.

Setelah bisa berbicara, berkenalanlah kita pada bacaan. Mulut kita mulai mengeja kata. Nalar kita mulai menyerap pesan-pesan komunikasi yang disampaikan penulisnya melalui tulisan-tulisannya.

Tahap komunikasi kita bertambah levelnya. Dunia mulai kita lihat warnanya. Mulai gamblang luasnya. Sudah sempurna? Belum. Masih satu lagi. Menulis!

Mendengar dan membaca adalah kemampuan berkomunikasi untuk menangkap informasi. Sedangkan berbicara dan menulis adalah kemampuan komunikasi untuk menyampaikan dan menyebar informasi.

Namum, kemampuan komunikasi sebagai manusia nggak akan sempurna tanpa menulis. Mungkin kita bisa berbicara pada lawan bicara yang (maaf) bisu atau buta. Namun, ketika lawan bicara kita adalah seorang yang memiliki (maaf) kekurangan pendengaran, hanya tulisan yang bisa menyelamatkan komunikasi kita.

Mungkin juga kita bisa bicara pada pasangan yang senang mendengar dan perhatian. Tapi, pada pasangan yang cuek atau tidak peka, komunikasi lewat tulisan akan lebih efektif disampaikan sebagai bahan perenungan di ujung kamar bersama tembok sunyi sebagai sandaran. Kaya yang nulis ini. emoticon-Ngakak

Kita bisa bicara pada anak-anak kita yang penurut dan mengerti keluh kesah sebagai orang tua. Namun, pada mereka yang menerima nasihat saja matanya ke mana-mana, petuah kita akan lebih meresap ke relung hatinya andai dikomunikasikan lewat rangkaian tulisan.

Menulis adalah kesempurnaan kemampuan berkomunikasi sebagai manusia. Dengan menulis, kita akan dapat berkomunikasi dengan berbagai manusia dengan aneka (maaf) kekurangannya.

Listening, Speaking, Reading, dan sempurnakan dengan Writing. Nah, sok pintar lagi kan saya. Padahal aslinya culun dan bodoh. Wong nulis kui bebas. (orang menulis itu bebas)

Quote:
Sumber gambar

Jadi, menulislah dan terus menulis, ya! Meskipun itu hanya sebuah status di media sosial untuk menuangkan isi hati. Syukur-syukur bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat dengan bonus ternama.

Terlepas dari bonus karya Best Seller, mari mulai biasakan menulis untuk diri kita sendiri. Benar-benar untuk kita sendiri. Untuk merawat jiwa kita agar senantiasa baik-baik saja.

Agar semakin teguh bersabar. Semakin peduli dengan orang lain. Semakin kukuh dalam memperjuangkan kebaikan. Banyak atau sedikit. Besar atau kecil.

Titipkan pada tulisan-tulisan itu kata-kata dan bahasa yang asalnya benar-benar dari dalam hati dan pikiran kita. Biarkan ia menjelma dalam rangkaian kata hingga kalimat.

Biarkan ia padu dalam paragraf yang kita susun dalam bentuk puisi atau sekedar buku harian dengan huruf-huruf tanpa judul. Pun juga membuat sebuah novel.

Tuliskan bagaimana kita melewati hari-hari yang panjang. Melalui waktu-waktu yang seolah tak berjeda. Membuat kita sering kali lupa dan abai tuk menyirami diri kita dengan pesan dan nasihat kebaikan yang lahirnya bukan dari kata-kata orang lain. Melainkan dari rahim pengalaman-pengalaman, serta nasib yang membersamai kita.

Nanti, suatu saat nanti, tulisan kita inilah yang melapangkan saat dada kita sesak. Tulisan inilah yang menuntun saat kita terseok-seok. Tulisan kita pula yang akan meraih saat kita terjatuh.

Sebab dalam tulisan itu, kita memang hendak berkata. Hendak membisikkan. Serta menjadi sahabat untuk diri kita sendiri. Tulislah segala do’a, harapan, dan mimpi-mimpi kita.

Menulis adalah kesempurnaan berkomunikasi bagi kaum yang ketika marah lebih memilih diam seribu bahasa. Maka menulislah agar pesan kita tersampaikan kepada orang yang membuat kesal.

Buat saya yang bodoh ini, karya sebagus apapun dipuja puji seluruh penduduk bumi, kalau tujuannya hanya untuk mendapat sanjungan tanpa menyematkan pesan kebaikan, buat apa? Percuma! Karena pada akhirnya sanjungan itu akan berlalu bersama embusan angin.

Teruslah menulis dan menulis. Tetaplah membumi, merunduk serendah jidat kita menyentuh bumi. Tetapi, jangan abaikan tugas dan kewajiban kita sehari-hari.

Menulislah! Agar kelak kita tak hanya meninggalkan tulang saat sudah tiada. Ada tulisan kita yang tetap bermanfaat bagi orang lain. Menulislah untuk kebaikan!

Quote:
Sumber gambar

Demikian thread saya. Silakan cendol, share dan komentar jika dirasa thread saya ini bermanfaat.

Lampung Timur, 12032020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phyu.03 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh purwanti29
Halaman 1 dari 2
yap, menulis itu penting😁
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan purwanti29 memberi reputasi
Menulislah dan terus menulis


Quote:
tulis, tulis, tulis dan tulis😂

Quote:


bagus threadnya tapi msh sering typo ya kak?
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
iya mbak. Padahal tadi sebelum up sudah diteliti lagi. Tapi masih tetap ada yang terlewatkan🙈

boleh juga nih ame mau nulis ah emoticon-nulisah
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi
Quote:


hehehe gpp ntar lama lama jg terlatih
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi
ngejunk posting termasuk menulis juga kan gan emoticon-Traveller
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
iya mbak

profile-picture
adnanami memberi reputasi


Quote:
😂😂😂 iya gan. Teruslah menulis



Quote:

Tulis dan tulislah
Quote:


Nulis apa enaknya ya
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
nulis tentang perjalan hidupmu

Quote:


Perjalanan hidupku flat emoticon-No Hope
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
divariasi biar berbunga-bunga gan😂

asal jangan nulis status2 nggak jelas tentang permasalahan rumah tanggaemoticon-Ngakak
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
itu cukup ditulis dalam buku diary Sist😂😂

profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Quote:


Bener banget sist
Mati meninggalkan tulisan, kalau tulisannya tidak berbobot pun juga tidak akan dikenang

emoticon-Nyepi
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi


Quote:
maka seperti apa yang saya tuliskan. Menulislah demi kebaikan!

Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di