CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Tech / ... / Internet Service & Networking /
Contoh Latihan Uts Aplikasi 4 Tentang ERP
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e69a31c88b3cb53b77ce68c/contoh-latihan-uts-aplikasi-4-tentang-erp

Contoh Latihan Uts Aplikasi 4 Tentang ERP

Contoh Latihan Uts Aplikasi 4 Tentang ERP

https://myokenewsit.blogspot.com/201...-tentang.html

UTS APLIKASI 4

1.      Masalah yang menyebabkan sistem informasi tidak terintegrasi.

a)         Kurangnya input dari End User

Adanya kesenjangan komunikasi antara pengguna dan perancang sistem informasi terjadi karena pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung memiliki perbedaan dalam  latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dan desainer. Kondisi ini memang sering terjadi di beebrapa perusahaan yang diakibatkan oleh tidak adanya jaringan komunikasi yang jelas antara teknisi dengan pengguna. Sebenarnya dengan pengembangan sistem informasi mengunakan jaringan intranet, masalah ini sepatutnya bisa teratasi. Hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan penerapan sistem informasi

b)        Inkompetensi secara teknologi

Keberhasilan pengembangan sistem informasi manajemen tidak hanya bersumber dari penggunaan alat atau teknologi canggihnya saja. Namun, manusia berperan penting sebagai perancang dan tentu saja penggunanya. Perubahan dari sistem manual ke sistem komputerisasi tidak hanya menyangkut perubahan teknologi tetapi juga perubahan perilaku dan organisasional. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi memerlukan suatu perencanaan matang serta penerapan yang cermat untuk menghindari adanya penolakan terhadap sistem yang dikembangkan. Sistem informasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna. Kondisi seperti ini rentan terjadi pada perusahaan yang pengetahuan teknologi informasinya masih sangat kurang. Jika pengembangan sistem informasi diserahkan pada orang-orang yang kurang berkompeten dibidangnya maka akan berakibat fatal bagi perusahaan ketika sistem tersebut sudah terlanjur diterapkan. Pengembangan sistem informasi bertujuan sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan.

c)         Sistem informasi yang ada tidak mampu merespon pasar.

Kegagalan perusahaan yang menciptakan sistem informasi untuk merespon pasar bisa menjadi bumerang tersendiri. Begitu sebuah sistem tercipta dan dinilai baik oleh masyarakat, maka permintaan akan jasa perusahaan tersebut akan meningkat. Peningkatan ini lah yang harus mampu dijawab oleh sistem informasi perusahaan tersebut. Sistem informasi tersebut harus mampu melayani pasar yang tentunya ingin transaksi yang cepat dan reak time tanpa ada cacat. Menjadi perkara adalah ketika sistem ini tidak mampu menjawab permintaan yang tinggi dari pasar dan yang terjadi selanjutnya adalah fatal error yang berujung pada ketidakpuasan pasar yang berakhir pada ditinggalkannya perusahaan tersebut dan akhirnya bangkrut.

Peranan ERP dalam Perusahaan

PT.SEMEN GRESIK. Semen Gresik adalah perusahaan bergerak di industri semen, yang didirikan sejak tahun 1957. Bicara soal semen, orang mungkin langsung mengasosiasikannya dengan truk pengangkut, adukan, dan tukang-tukang bangunan. Namun, bagi manajemen PT Semen Gresik, urusan semen juga identik dengan sistem informasi yang kompleks dan rantai pasok yang mesti terintegrasi. Dengan kata lain, bisnisnya perlu ditangani dengan bantuan teknologi informasi (TI) yang memadai. Semuanya akan menjadi lebih simpel dengan diterapkannya sistem TI yang terintegrasi dan mutakhir.

Pada bulan Juni tahun 2001, ERP mulai diaplikasikan untuk mendukung bisnis proses yang ada di Semen Gresik dengan penerapan pertama kali dilakukan di bagian finansial. Dengan berjalannya waktu, implementasi dilakukan di bagian penjualan dan kemudian di bagian manufakturing. Setelah melalui proses cukup panjang — memakan waktu hampir 1,5 tahun — Semen Gresik akhirnya memutuskan memakai solusi [u]ERP JD Edwards[/u]. Alasannya, solusi ini merupakan solusi Best Practice, serta cukup fleksibel dan mudah diimplementasikan.

Apakah ERP dapat menghilangkan Silo

Silo effect mengakibatkan lemahnya koordinasi dan terjadinya inefisiensi proses bisnis. Dengan mengembangkan sistem informasi didukung teknologi informasi memadai, perusahaan dapat mengeliminasi silo effect, sehingga proses bisnis lebih efisien, efektif, dan produktif, bahkan dapat memperoleh keunggulan kompetitif, tanpa harus menurunkan kualitas produk/jasa dan layanan customer.

Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai sebuah TI adalah software yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan dengan mengeliminasi batasan-batasan komunikasi, informasi, dan koordinasi yang ada pada struktur organisasi fungsional. ERP menghubungkan internal perusahaan dengan customer melalui sales distribution dan service application atau customer relationship management (CRM). Sedangkan di sisi back office, dengan supplier melalui inventory managementmanufacturing application, dan financial application atau dalam sistem informasi disebut supplier chain management (SCM). Selanjutnya ERP mengintegrasikan seluruh proses internal perusahaan dengan sumber daya manusia yang ada melalui human resource application. Dengan konsep tersebut, seluruh SDM akan dapat terlibat secara lintas fungsi dalam proses bisnis perusahaan tanpa terkendala batasan-batasan struktur organisasi fungsional. ERP mampu secara signifikan meningkatkan profitabilitas, produktivitas, dan daya saing perusahaan dengan menghilangkan batasan-batasan untuk berbagi informasi antarfungsi dan mampu mengelola proses (bisnis) secara holistik.

Meski ERP dapat mengeliminasi silo effect, namun ada beberapa risiko, antara lain masalah customizing, penyesuaian proses bisnis dengan ERP dapat menghilangkan keunikan (keunggulan) perusahaan, ketergantungan updating ERP kepada vendornya jika perusahaan tidak memiliki SDM yang memadai, resistensi terhadap information sharing, dan adanya modul ERP yang tidak selalu tepat sama (are not well suited) dapat diimplementasikan. Hal-hal tersebut berpotensi menyebabkan proses harmonisasi ERP dalam sebuah perusahaan menyita banyak waktu, tenaga, dan biaya. Untuk mengatasinya, perlu pemahaman yang baik terhadap volume transaksi maupun kompleksitas proses bisnis dan organisasi, pemilihan vendor yang berpengalaman, dan perlu dukungan perangkat lunak yang baik.


SEMOGA BERMANFAAT GUYS
















GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di