CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e692c9ff4ae2f47674b9c90/coc-regional--makanan-tradisional--lempuk-durian-legendaris-bengkulu

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu

Agan  sering mendengar istilah kuliner? Saya yakin jawabannya pasti iya, lalu bagaimana dengan istilah wisata kuliner? Apakah beda atau sama dengan istilah kuliner tadi? Sepertinya ini merupakan hal yang cukup menarik untuk dibahas. So, ayo kita bahas hal yang cukup menarik ini.
Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa tersendiri, maka tak heran  jika setiap daerah memiliki tradisi kuliner yang berbeda – beda. Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak.

Betewe soal makanan dodol, apasih dodol itu...?

Cara membuat dodol sendiri tidak ada yang tahu siapa yang memulai duluan, namun untuk asal-usul dodol sendiri berakar dari kebudayaan masyarakat Betawi. Cerita soal cara membuat dodol diawali dari budaya masyarakat Betawi yang memiliki makanan khas untuk menyambut hari raya Lebaran. Salah satu makanan khas itu adalah dodol. Penyajian dodol sebagai hidangan penyambut Lebaran juga dapat menjadi simbol atas status sosial si penyaji makanan manis dan kenyal tersebut. Keberadaan unsur beras sebagai salah satu bahan dasar dodol betawi merupakan perlambangan dari budaya agraris masyarakat Betawi tempo dulu. Tekstur dodol yang kenyal dan lengket juga memiliki makna filosofis berupa kebersamaan dan silaturahmi. Diharapkan dengan menyantap dodol bersama-sama, masyarakat dapat menambah keeratan silaturahmi di antara mereka. Itu tadi adalah filosofi dodol dari sudut pandang masyarakat Betawi. Lain lagi cerita dari Jawa Timur. Di Jawa Timur, dodol disebut sebagai ‘kue keranjang’. Sebab, pembuatan dodol di Jawa Timur dilakukan dengan mencetaknya dalam sebuah keranjang dengan lubang-lubang kecil. Sementara itu di beberapa daerah di Jawa Barat, masyarakat menyebutnya dengan sebutan ‘Dodol Cina’. Hal ini merujuk pada asal makanan tersebut, yakni Cina. Ada juga yang merujuk pada masyarakat Tionghoa.

Tapi yang dibahas sekarang bukan dodolnya ya gan, melainkan dodol atau makanan seperti dodol yang disebut lempuk yang berasal atau bahan dasar dari lempuk itu sendiri adalah buah durian, buah durian selain dagingnya sebagai bahan olahan, sebenarnya bijinya juga dapat dijadikan sebagai kuliner, seperti keripik biji durian dengan varian pedas, manis ataupun asin, malahan sekarang ada yang berasa barberqiu hehehehe keren memang kalo warga +62 buat oalahan kreasi makanan ya gan.

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, tetapi sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Pernah ke Bengkulu gan?, agan kalau ke Bengkulu pasti akan banyak menemukan Pohon Durian. Tidak heran jika banyak olahan makanan khas Bengkulu berbahan dasar Durian. Contohnya seperti kuliner tradisional Bengkulu yang satu ini yaitu Lempuk Durian.

Lempuk durian adalah olahan makanan khas Provinsi Bengkulu yang mirip seperti dodol dan berbahan tepung gandum dan buah durian, bahkan ada yang hanya olahan daging durian saja.
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu

Membuat Lempuk Durian tidak terlalu sulit, tetapi memang membutuhkan keahlian khusus dan resep istimewa untuk menghasilkan lempuk yang khas. Cara membuatnya bahkan bisa agan coba di rumah. Pertama, siapkan durian, gula merah, dan garam secukupnya. Campur ketiga bahan tersebut dan masukkan ke dalam kuali di atas api sedang. Aduk-aduk terus hingga lempuk mengental. Biasanya dibutuhkan waktu kurang lebih 4 sampai 5 jam untuk menghasilkan Lempuk Durian yang lezat.

Sebagai kuliner yang berkembang dalam kebudayaan melayu, lempuk tidak hanya berkembang di masyarakat Bengkulu, tetapi juga di Pontianak dan Palembang. Jika berkunjung ketiga daerah tersebut, lempuk kerap dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh khas yang digemari banyak wisatawan. Karena selain memiliki cita rasa yang enak dan legit, harga lempuk durian juga relatif terjangkau. Para penjual lempuk juga mudah ditemukan di sudut-sudut jalan di kawasan daerah Bengkulu.
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu

Kalo agan agan main ke Bengkulu nggak susah lho untuk mendapatkan Lempuk Durian ini, para pengunjung dapat mendatangi pusat souvenir di Kota Bengkulu, yaitu di Sepanjang jalan Soekarno, Kelurahan Anggut Atas. Nah yang paling seru sambil berwisata ke kediaman Bung Karno saat di asingkan di Bengkulu bisa juga berbelanja lempuk yang nikmat tiada tara hehehe.

Lempuk durian tahan lama lho gan, tapi tidak perlu usah khawatir lempuk durian dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga lempuk tahan lama karena hanya dengan dimasak diwajan dalam waktu yang sangat lama yaitu lebih dari 8 jam dengan bahan daging durian dan gula. Pada dasarnya lempuk durian ini masih dapat dirasakan aroma yang khas dari buah durian.
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Lempuk Durian Legendaris Bengkulu

Lempuk sendiri dapat langsung dimakan atau dicampur dengan minuman seperti teh atau kopi, tapi didarahpelosok diBengkulu lempuk adalah cara untuk mengawetkan makanan, karena kalo lagi musim, durian sangatlah melimpah dan untuk dapat dikonsumsi berkelanjutan serta upaya agar makanan tidak basi maka lempuk adalah alternative lain untuk mendapatkan makanan agar awet, dan dapat dinikmati walaupun musim durian sudah berlalu.
.
Sumber Gambar Google
diambil dari berbagai sumber serta pemikiran pribadi
.
Terimakasih sudah berkunjung
emoticon-Salaman
Diubah oleh pasarrakyat299


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di