CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Banyumas /
[CoC Regional: Lokasi Wisata] Unik, Ada Kafe di Goa Lawa Purbalingga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e68f6baa727686ce031f193/coc-regional-lokasi-wisata-unik-ada-kafe-di-goa-lawa-purbalingga

[CoC Regional: Lokasi Wisata] Unik, Ada Kafe di Goa Lawa Purbalingga

Kali ini aku mau cerita tentang salah satu ikon wisata di Purbalingga. Namanya Goa Lawa, dibawah manajemen baru lebih dikenal sebagai GOLAGA singkatan dari Goa Lawa Purbalingga. Bisa dibilang tempat ini jadi salah satu tempat wisata favorit warga Purbalingga, selain mudah diakses di tempat ini juga sering diadakan acara-acara hiburan lainnaya. Akhir tahun 2019 kemarin digelar Goa Lawa Jazz yang dimeriahkan artis ibu kota.

Goa lawa sendiri hampir tiap tahun aku datangi, cuma absen 2 tahun belakangan ini karena eksplor wisata lainnya. Hehehee. Nah berhubung sudah bosan di rumah dan kebetulan banget, Mawar, kembaran tersayang lagi pulang maka kami berencana mingguan ke Goa lawa, bareng Kak Ani dan Devi.

Minggu, selesai ibadah pagi saya harus menantikan Devi yang sedang mengajar Sekolah Minggu. Akhirnya sekitar pukul 10 pagi kami berangkat dengan 2 motor. Sebenarnya ada sedikit masalah yang kami takuti, yaitu Mawar dan Devi kurang ahli mengendarai motor bebek maupun matic sedangkan jalan yang akan kami lalui akan terus menanjak. Akhirnya karena enggak ada pilihan, kami nekat-nekatin aja.

Awalnya semua berjalan dengan lancar eh pas udah mulai masuk jalanan nanjak, Devi yang grogi mengendarai motor berakibatkan motor macet pas di tengah tanjakan. Syukurnya mereka sigap jadi enggak jatuh. Ditolong pengendara lain yang kasihan melihat mereka akhirnya motor bisa dibawa ke tempat yang lebih aman. Hufftt....
Kelar diskusi lagi, akhirnya kami memutuskan aku yang bawa motor bebek dan mereka bawa motor matic, walaupun agak sedikit ngeri syukurnya Mawar bisa mengendarai dengan lebih baik, lebih ke nekad sih sebenernya.

Singkat cerita, Saya dan Kak Ani lebih dulu sampai dengan motor butut kami, padahal Mawar dan Devi duluan berangkat. Lalu kemana mereka? Tidak lain tidak bukan adalah nyasar. Gubrak! Padahal jelas-jelas ada plang arah bertuliskan "Goa Lawa" tapi saking fokusnya bawa motor mereka enggak lihat plang itu. Hahahaha. Setelah menunggu di pintu masuk, kamipun menertawai kebodohan mereka. Tapi ya sudahlah yang penting bisa tiba dengan selamat.

Di pintu masuk ada loket pembayaran yang bertuliskan harga tiket. Untuk hari biasa dikenai tiket seharga 20 ribu dan 25 ribu untuk weekend. Memasuki kawasan goa lawa, kami disambut barisan bunga Kumis Macan yang sedang berbunga cantik sekali.

Berjalan lebih jauh maka kita akan mendengar alunan musik tradisional yang dimainkan oleh pemusik yang berada di tengah lingkaran dengan kursi-kursi ala podium di sekelilingnyanya. Wow ini baru sih. Jadi sebelumnya belum ada spot ini, sekarang sudah ada semacam auditorium di tengah-tengah alam terbuka gitu. Keren sih ini. Baksuu!!

Melangkah lebih jauh memasuki spot favorit saya, yups taman yang dipenuhi pohon Pinus dengan rumput hijau sebagai alasnya. Enggak pernah bosan akan spot ini, syukurnya masih dijaga kealamiannya. Entah kenapa setiap ada di spot ini, berasa langsung segar dengan sendirinya.
Akhirnya tibalah kami di pintu masuk goa lawa, lagi-lagi bentuknya udah berubah, keren sih ini. Menyempatkan diri untuk berfoto di pintu masuk pertama. Memasuki mulut goa, nuansa mistis dan gelap udah enggak ada lagi. Jadi terakhir ke sini itu masih gelap gulita, cuma ada beberapa lampu penerang jalan aja, tapi sekarang udah bener-bener beda. Udah ada lampu warna warni semacam goa Gong di Pacitan. Cuma ini versi lebih kecilnya.

Aku pribadi ada seneng dan enggaknya, seneng karena jadi lebih banyak orang yang berani ke dalam. Sedih karena dalam goa udah gak ada serem-seremnya sama sekali. Tapi buat Devi yang rada takut ama gelap, dia jadi lebih menikmati perjalanan menyusuri goa Lawa.

Oiya, di dalam goa Lawa juga sudah ada jasa fotographer, jadi yang mau foto tapi bingung karena ada temennya, bisa pake jasa ini. Menyusuri goa lebih jauh maka kita akan keluar pintu goa lagi dan menuruni tangga. Nah di ujung tangga inilah terdapat kafe yang menyajikan Mendoan dan Nanas goreng, yang adalah hasil utama dari perkebunan di sini.
Sembari menikmati hangatnya mendoan, kitapun disuguhi live music yang penyanyinya adalah pengunjung kafe langsung. Gak mau menyia-nyiakan bakat yang ada, Aku dan Devi menyumbangkan satu lagu. Buahahaha. Ini antara uji nyali dan over pede beda tipis sih. Sialnya, ketika yang lain nyanyi pada bagus gak ada masalah, pas aku nyanyi di tengah-tengah lagu ehh ada gangguan ama sounds sistem yang mendadak mati. Entahlah mungkin 'penunggu' goa lawa enggan mendengar suaraku yang indah ini.
Selesai menghabiskan makanan dan membayar kami melanjutkan perjalanan memasuki goa lawa lebih jauh. Jadi ada beberapa spot ruangan gitu di dalam goa ini, bahkan ada semacam ruang balai pertemuan ala-ala jaman dulu. Jadi berada di dal goa lawa layaknya ada di dalam ruangan pada umumnya. Keren sih ini.

Selain itu ada beberapa spot menarik lainnya, jadi goa lawa ini termasuk goa basah. Masih ada tetesan air dari atas, nah terus ada semacam danau dibawahnya, dulu sihh kaki pengunjung sampe bisa basah pas lewatin spot ini, tapi sekarang udah dibangun jembatan kecil dengan lampu penerang di sisi kanan kiri. Semacam rumah penyihir ala-ala gitu. Terus di bagian dalam air diberi lampu warna warni yang memberi kesan air bisa berubah menjadi warna biru, hijau sampai merah. Keren pokoknya.

Selain itu masuk banyak spot lain yang bikin goa ini serasa gak di Goa sih. Ya ada poin plus minusnya, cuma hal ini justru makin mengundang banyak pengunjung dari berbagai kota yang penasaran.
Selesai memutar semua daerah dalam goa kamipun keluar dan melihat sinar matahari kembali. Agak lebay sih ini. Hahaha... Tapi bener deh seasik itu ada di dalam goa. Istirahat sejenak kami duduk santai di tempat duduk yang memang khusus dibuat untuk bersantai di alam terbuka. Kursi-kursinya terbuat dari batang pohon yang masih dijaga bentuk aslinya yang semakin menambah kesan natural akan tempat ini. Lagi asik-asik ngobrol eh enggak lama hujan turun. Yups, kalau ke goa lawa gak komplit kalau gak hujan, pasti aja hujan atau berkabut. Tapi justru ini yang semakin menambah kesyahduan tempat ini.

Di tengah nuansa dingin begitu ada banyak hal yang bisa dilakukan pengunjung, ada yang ngobrol, pacaran, makan bahkan kami yang bermain tiktok.

Spoiler for penampakan:


SUMUR >>> Unik, Ada Kafe di Goa Lawa Purbalingga
profile-picture
profile-picture
dayahikmah dan danielaabdur memberi reputasi
Diubah oleh angelanurul


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di