CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sehari Menjadi Dirimu #Hijrahdaily
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e68f3115cf6c4658a3f88a4/sehari-menjadi-dirimu-hijrahdaily

Sehari Menjadi Dirimu #Hijrahdaily

Pagi ini, aku memarahi Ratih habis-habisan. Dia Istri yang sangat pemalas. Sudah tiga hari bangun kesiangan. Sarapan dan kopi belum terhidang, pakaian belum disiapkan, sepatuku pun belum disemir.
Sehari Menjadi Dirimu #Hijrahdaily
"Maaf, Mas. Aku kesiangan bukan karena malas, tapi aku capek dan ngantuk. Si kembar flu, mereka rewel semalaman," kata Ratih dengan terisak.
"Alesan aja, kamu!" Bentakku.
Isakan itu berubah menjadi tangisan.
"Dasar cenggeng!" umpatku dalam hati. Aku pun berangkat kerja tanpa berpamitan padanya.

###
Berangkat kesiangan, udah keburu macet. Entah kapan Jakarta sepenuhnya bebas dari macet. Ini seperti sebuah kutukan. Berganti pemimpin dan kebijakan, belum juga membuahkan hasil nyata.
Sampai kantor telat dan dapat teguran dari Pak Burhan, atasanku di kantor yang terkenal tegas dan disiplin.
Keadaan semakin parah karena aku lupa membawa materi presentasi. Akibatnya, performaku waktu presentasi kacau.
"Semua karena Ratih, dasar istri gak guna!" omelku. Aku dan Ratih sudah sepuluh tahun menikah dan sudah dikaruniai tiga orang anak. Yang pertama Rashdan, usianya enam tahun, yang kedua kembar perempuan Ara dan Ata yang berusia sepuluh bulan.
"Kenapa lo, sob?" tanya Ilham, rekan kerjaku.
Aku ceritakan masalah ku tadi pagi dan ketidakbecusan Ratih sebagai Istri.
"Jadi pengen ganti Istri kalo gini," kataku setelah selesai cerita.
"Lo mau sepuluh kali ganti Istri percuma, hasilnya sama aja," kata Ilham sambil tertawa.
"Maksudnya ?" tanyaku tak mengerti.
"Masalahnya bukan diistri lo, tapi lo nya yang cuek dan gak pengertian," jawab Ilham yang membuat ku semakin tak mengerti.
"Kita kerja tim kan?" Ilham malah memberikan pertanyaan. Aku hanya mengangguk.
"Apa yang dibutuhkan supaya tim kita kompak dan jadi yang terbaik ?" tanya Ilham lagi.
"Kerjasama," jawabku agak ragu.
"Yap, betul !" kata Ilham sambil menjentikan dua jarinya. " kalo lo mau rumah tangga lo bahagia, ya harus ada kerjasama antara suami dan istri."
Ilham melanjutkan petuah nya "Kerjasama dalam mengurus, merawat dan mendidik anak-anak, mereka anak-anak lo juga kan ? Sama ngurusin rumah, lo kan tinggal disitu juga, masa mau enak-enakan aja."
"Gue kan udah capek kerja, masa masih harus repot sama anak dan rumah," protesku. Ilham geleng-geleng kepala.
"Percaya deh, secapek-capeknya kita, masih lebih capek Istri kita dirumah. Ngurus anak dan rumah itu gak ada selesainya, eh..masih juga harus ngelayanin suami," kata Ilham.
Aku jadi ingat semalam, waktu ngerjain materi presentasi. Si kembar rewel, Ratih berulangkali minta bantuanku untuk menggendong salah satunya tapi aku malah marah-marah, dan ketika sudah selesai mengerjakan materinya, aku malah langsung tidur.
"Apalagi anak-anak lo masih kecil-kecil, lagi sakit pula. Gak kasian lo, sama Istri." Kata-kata Ilham membuat ku merasa bersalah.

###
Niatnya mau pulang cepat dan langsung minta maaf sama Ratih. Tapi, aku tergoda ajakan Rudi dan Marcel, rekan kerjaku yang lain.

"Percuma juga pulang jam segini, jalanan masih macet, mending kita ngopi dulu," kata Marcel.

Kami pun mengunjungi sebuah kafe yang lokasi nya tak begitu jauh dari kantor. Suasananya sangat nyaman, ada live musik, harga makanan dan minumannya juga terjangkau, dan yang paling penting para pelayannya cantik dan seksi. Nyegerin banget!

Karena sering kesini Rudi dan Marcel pun, kenal dengan beberapa pelayannya, salah satunya Desy. Perempuan muda berusia dua puluh dua tahun, kulit tubuh dan wajahnya putih mulus dan cerah. Tidak seperti Ratih yang kusam. Bodinya Desy bagai gitar spanyol, sedangkan Ratih kurus, cuma perutnya aja yang buncit dan bergelambir.

Tak cuma cantik, Desy sangat cerdas diajak ngomong apapun nyambung, bikin lupa waktu.

####

Aku pulang jam sebelas malam. Baru saja mau mengetuk pintu, Ratih sudah membukanya terlebih dahulu Matanya sembab dan wajahnya terlihat sangat lelah.

"Kok, belum tidur?" tanyaku. Ia hanya menggeleng.

"Aku lembur, makanya pulang telat," kataku berbohong, Ratih cuma diam. Ia lalu duduk didepan tv, rupanya lagi setrika pakaian.

"Kenapa nyetrika malam-malam?" tanyaku.

"Kalau pagi, gak sempet udah riweuh sama anak-anak," jawabnya. Aku langsung masuk kekamar, berganti pakaian, membersihkan diri, lalu tidur.

####

"Buuk...!" Ada sesuatu yang menimpa wajahku. Kubuka mata perlahan, ada sesuatu yang aneh.

"Kenapa aku ada dikamar anak-anak?" tanyaku pada diri sendiri. Kubangun lalu menatap diri didepan cermin.

"Aaawww...!" Spontan aku teriak, hingga anak-anak bangun.
"Ada apa dengan wajahku, rambutku kenapa panjang seperti ini, dan..dan tubuh ku kenapa seperti ini!" Ku tepuk-tepuk pipi berharap ini mimpi tapi, ini nyata.


Anak-anak semakin kencang menangis. Aku segera menuju kekamarku. Kulihat tubuhku masih tidur pulas, ku bangunkan ia. Ia bangun dan memandang ku dengan heran. Lalu menuju ke cermin besar yang ada dilemari.

"Kenapa seperti ini, apa yang terjadi!" Teriaknya panik.

Akhirnya kami memutuskan untuk menidurkan kembali anak-anak. Setelah mereka kembali tidur, aku dan Ratih bicara diruang tamu.

"Ini gak mungkin, bagaimana bisa jiwa kita tertukar," kataku.

"Berarti tuhan mengabulkan doaku," kata Ratih.

"Maksudnya?"

"Tadi pagi kamu marahin aku dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hatiku." Ratih mulai terisak, aneh melihat tubuh ku yang atletis dengan wajah yang rupawan menangis seperti itu.

"Lalu aku berdoa, supaya kamu merasakan apa yang aku rasakan dan mengalami apa yang aku alami tiap hari. Supaya kamu gak seenaknya kalo ngomong," kata Ratih.
Setelah melalui perdebatan yang alot, diputuskan kalau aku yang sekarang menjadi Ratih, dirumah dan melakukan tugas seperti yang biasa Ratih lakukan. Sedang Ratih yang sekarang menjadi diriku, pergi ke kantor.

 "Apa kamu bisa melakukan pekerjaan di kantor? tanyaku.
"Ya, pasti bisalah, kamu lupa kalau aku dulu senior kamu dikantor!" jawab Ratih dengan jumawa. Ya, kami bertemu di kantor, Ratih seniorku karier nya sangat bagus, tapi, ketika menikah dengan ku dia memutuskan resign.

Ratih pun berangkat kekantor dengan menggunakan taksi online, karena ia tak bisa menyetir. Sedangkan aku, sibuk cuci piring disambi mencuci pakaian.

Tak beberapa lama si kembar bangun, disusul Rashdan. Kubawa mereka ke depan tv, si kembar duduk ditempat duduk khusus bayi. Aku ke dapur untuk membuat sarapan.

Kubaca dengan teliti cara membuat bubur bayi instan. Hmm..ternyata mudah, lima menit udah jadi. Ketika aku kembali keruang tv, keadaan sudah sangat kacau, mainan berserakan dimana-mana.

"Kak, kok berantakan banget sih ini, ntar beresin, ya!" omelku pada Rashdan, tapi dia cuek aja.

Menyuapi bayi tak semudah yang terlihat. Si kembar menyemburkan makanannya, membuat wajah dan baju kotor. Aku menyuruh Rashdan mandi, sementara aku memandikan si kembar. Dan semua tidaklah mudah!

Memakaikan baju pun sangat melelahkan. Setelah selesai, kubuatkan mereka susu. Mereka anteng, saatnya ngurusin Rashdan.

"Ooo em jie...!" Rashdan membuat kamar mandi berantakan, mainan, sabun, odol berserakan di lantai, lantai pun jadi licin.

"Udah sana kamu pakai baju," kataku, Rashdan pun menuju kekamarnya. Aku pun segera membersihkan kamar mandi. Urusan kamar mandi selesai, aku kekamar untuk melihat si kembar. Aman, mereka tidur. Lalu kekamar Rashdan, lagi-lagi aku histeris, karena anak ini,mengeluarkan hampir seisi lemari.

"Aku nyari baju seragam olahraga, Mah,"ucapnya dengan polos. Aku hanya bisa menghela napas. Kusiapkan nasi goreng untuk sarapannya.

"Kok, nasi goreng Mama gak enak sih, rasanya aneh," keluhnya, saat kucoba emang bener sih, aneh. Akhirnya aku dan dia cuma makan roti. Mang Odih, tukang ojek langganan yang biasa antar jemput Rashdan sekolah datang.

"Akhirnya, bisa santai." Baru saja mau menyalahkan tv, si kembar bangun dan menangis histeris.Mereka sudah ada dibawah tempat tidur, aku panik, bingung, harus berbuat apa. Kududukan mereka dikursi khususnya, kuambil obat di kotak obat, dan kubuatkan mereka susu, sambil nyanyi-nyanyi gak jelas.

Pyuh, Akhirnya mereka berhenti menangis. Perutku lapar dan tubuhku sudah sangat lelah. Padahal baru jam sepuluh. Rasa bersalah ku pada Ratih semakin besar. Wajar kalau wajahnya kusam, jangankan merawat wajah, mandi pun gak sempat.

Jam sebelas Rashdan pulang dan membuat kekacauan lagi.

"Kak, ini sepatu, kaos kaki, sama tas kok berantakan gini, taro dong yang benar!" Aku mulai geregetan.

"Papa juga suka berantakan kayak gitu,Mama gak pernah marah." Jawaban Rashdan seperti menamparku, selama ini aku sudah memberikan contoh yang tidak baik.

Untuk makan siang, aku memesan lewat sebuah aplikasi. Rashdan makan dengan lahap, tapi nasinya berserakan kemana-mana. Rumah jadi semakin kotor dan berantakan.

Aku merindukan Ratih, aku berharap kejadian ini hanya sehari. Sehari menjadi Ratih, sehari menjadi seorang Istri dan Ibu, dan aku sudah tidak sanggup. Aku berjanji, tidak akan menyakiti hati Ratih lagi. Aku akan menjadi suami dan orangtua yang baik.
Sekeliling ku seperti berputar. Hingga akhirnya aku mendengar suara yang sangat kurindukan.
"Mas, bangun nanti kesiangan lagi, loh." Kubuka mata dengan perlahan, Ratih sudah kembali ke tubuhnya, begitupun aku. Aku memeluk Ratih, dan kuucapkan maaf.

"Iya, sayang udah aku maafin. maaf juga belum bisa jadi istri yang sempurna ," kata Ratih, matanya mulai berkaca-kaca. Aku memeluk nya sekali lagi.

####

Aku memutuskan mengambil cuti selama tiga hari, aku ingin honeymoon sama Ratih. Anak-anak kutitipkan sama Nenek dan kakeknya. Aku juga memperkerjakan seorang ART untuk meringankan pekerjaan Ratih.
Supaya dia ada waktu untuk merawat dan memperhatikan dirinya sendiri.







profile-picture
profile-picture
profile-picture
oceu dan 7 lainnya memberi reputasi
1st page..yesssemoticon-Genitemoticon-Genit
anak harusnya dibawa honeymoon, kasian mertua atau orangtua
profile-picture
profile-picture
dimas.sw dan Zulus memberi reputasi

sehari Menjadi Dirimu

Bagus ceritanya nice
Diubah oleh kiocatra919
Good... Para suami coba mapir sini emoticon-2 Jempol
profile-picture
uusDK memberi reputasi
Aduh, baca ini jadi kayak ngalamin gimana nantinya kalo udah berkeluarga.

Tapi ada pelajaran dibalik cerita ini, butuh kerjasama yang baik agar semua bisa berjalan normal.
profile-picture
adorazoelev memberi reputasi
Quote:

Di tunggu undangannya nyuemoticon-Big Grin
Baguss skali dahh nih cerita emoticon-Jempol
profile-picture
ruthsteve memberi reputasi
ceritanya bagus,cocok buat para suami yg suka memperlakukan istrinya semena-mena. jdi IRT itu gk gampang lo,apalagi kalau sekalian jdi wanita karier,double capeknya,suami juga harus pengertian dan perhatian...
Quote:


Mau jadi irt atau ngak,double jadi wanita karier itu kan keputusan bersama,jadi ya jangan pada saling menuntut dan mengeluh
emoticon-Ngakak
ceritanya bagus...


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di