CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Karesidenan Pati /
[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e688578a727685557631203/coc-regional-makanan-tradisional-nikmatnya-peda-goreng-gandarase-bikin-ketagihan

[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan

Makanan Tradisional Khas Pati, Peda Goreng Gandarase


[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan

Assalamu'alaikum agan dan sista!
Setiap daerah tentu saja memiliki makanan tradisional yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Itulah yang disebut makanan khas. Thread kali ini ane akan mengajak agan dan sista sekalian untuk mengenal sebuah makanan yang nikmatnya bikin ketagihan, lho!

Makanan ini bisa ditemui di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Biasanya banyak penjual sarapan yang jam bukanya pagi, menjual makanan ini. Karena makanan ini sangat cocok untuk lauk, dimakan bersama dengan nasi putih hangat.

Makanan ini adalah peda goreng gandarase. Bahan utama untuk membuat makanan ini adalah ikan peda. Ikan peda termasuk ke dalam jenis ikan asin. Ikan peda terbuat dari ikan laut yang diawetkan dengan cara penggaraman dan fermentasi sehingga mengeluarkan aroma enak yang khas. Ikan peda ini biasanya dibuat dari ikan laut segar seperti ikan Kembung. Ikan Kembung ini harus melalui proses fermentasi dan penggaraman agar bisa menjadi ikan peda.

Ada yang pernah makan ikan peda tidak disini? Yap, ikan peda memiliki rasa yang sangat asin, dari proses penggaraman. Maka, jika ingin memasak ikan peda ini tidak usah ditambahkan lagi garam. Untuk mengurangi kadar asin ikan peda biasanya ikan direndam dulu dengan air. Tapi semua kembali lagi pada selera. Kalau ane sendiri lebih suka jika kadar garamnya tidak dihilangkan, namun saat memasak tidak lagi menambahkan garam.

Peda goreng daun gandarase, dinamakan demikian karena memang ikan pedanya dibungkus dengan daun gandarase. Penampilannya mirip seperti gambar di bawah ini.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan

Gambar diatas hanya sebuah ilustrasi. Karena mohon maaf ane kebetulan sedang tidak mempunyai fotonya. Ane cari di google pun tidak ada gambarnya. Insyaallah nanti kalau sudah ada gambarnya ane update lagi thread ini.

Gambar diatas adalah penampilan peda goreng yang dibungkus dengan daun mengkudu. Berdasarkan pengalaman ane yang tidak suka dengan makanan pahit, daun mengkudu ini rasanya pahit, sehingga tidak dapat ane makan. Sedangkan peda yang dibungkus daun gandarase, rasa daunnya tidak pahit, sehingga dapat dimakan. Ada yang pernah makan kol goreng? Seperti itulah kurang lebih rasa dari daun gandarase yang digoreng. Nikmat sekali!

Ngomong-ngomong apa sih dun gandarase itu? Seperti ini nih gan penampilannya.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan

Di bawah ini adalah foto pohon gandarase. Pohon ini sudah langka gan, karena sudah susah sekali ditemukan. Pohon daun gandarase berwarna agak keputihan. Daunnya pun warnanya agak keputihan dan hijau. Daun yang sudah tua berwarna kuning.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Nikmatnya Peda Goreng Gandarase Bikin Ketagihan

Mungkin agan dan sista tau nama lain dari daun tersebut. Ane cari di google belum ketemu juga. Kalau di Pati dan sekitarnya, masyarakat biasa menyebut daun tersebut dengan nama gandarase.

Jika kebetulan di daerah agan dan sista ada daun gandarase, bisa dipraktekkan resep peda goreng di bawah ini. Bumbu yang digunakan sangat sederhana dan mudah ditemukan. Gampang kok cara bikinnya.

Pertama, ikan peda dicuci lalu dipotong menjadi dua atau tiga bagian. Kepalanya boleh dibuang, boleh juga diikutkan (sesuai dengan selera).

Langkah kedua, siapkan daun gandarase segar. Daun gandarase dicuci bersih terlebih dahulu dengan air mengalir.

Langkah ketiga, siapkan bumbu. Bumbunya adalah bawang putih, bawang merah, dan cabe. Kupas bawang putih dan bawang merah. Cuci bersih semua bumbu. Kemudian iris-iris tipis semua bumbu.

Langkah keempat, bungkus peda dan bumbu dengan daun gandarase. Caranya kurang lebih seperti ini. Ambil dua buah daun gandarase, lalu ditumpuk. Tujuannya agar daun gandarase tidak mudah robek dan mencegah ikan peda keluar dari daun pembungkus. Isi dengan 2-3 potong ikan peda. Isian ini harus disesuaikan dengan ukuran potongan ikan peda dan juga ukuran daun. Jika ukuran ikan pedanya besar, isi dua potong saja. Jika daun gandarasenya besar, dapat diisi dengan tiga potong ikan peda. Selanjutnya isi juga dengan bumbu yang sudah diiris tipis tadi. Jumlah bumbu disesuaikan dengan selera masing-masing. Kemudian bungkus rapat seperti pada gambar ilustrasi diatas. Agar bungkusan tidak mudah terbuka, rekatkan dengan lidi.

Setelah semuanya dibungkus, kukus sebentar kurang lebih selama 15 menit. Hasilnya ikan peda akan matang dan daun gandarase akan layu. Setelah itu, goreng dengan minyak panas. Gorengnya tidak perlu lama-lama. Hanya sampai daun gandarasenya berubah warna menjadi lebih gelap saja. Peda goreng daun gandarase siap agan nikmati. Hati-hati, karena menu ini bisa menghabiskan stok nasi di rice cooker.

Sekian ulasan ane tentang peda goreng daun gandarase. Semoga resepnya dapat menginspirasi ya. Jika ada kekurangan boleh ditambahkan, jika ada yang salah boleh dikoreksi. Semoga bermanfaat!
Sampai jumpa lagi di thread selanjutnya.



Sumber: pengalaman dan opini pribadi
Sumber gambar: dokumentasi pribadi dan google




profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 2 lainnya memberi reputasi
Ada yang pernah makan?
ada yang tau nama lain dari daun gandarase? ini bikin ane penasaran banget
Lihat 1 balasan
terimakasih bagi yang bersedia berkunjung
nampaknya sedap iniemoticon-2 Jempol
profile-picture
syrupmaple memberi reputasi
Quote:


Beuh, bukan nampak lagi, memang sedap ganemoticon-Big Grin
Quote:


Eh iya ya, barusan googling banyak gambarnya. Tp dibilangnya kol banda.
yummmy nikmat
sedep ini


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di