CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e686cdbc342bb79680a964c/coc-regional--lokasi-wisata--benteng-marlborough-tempat-wisata-bersejarah

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.


Benteng Marlborough (Inggris: Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Dan kemudian pada tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.


Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia Belanda tahun 1825 -1942, Jepang tahun 1942-1945, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.


Dilihat dari atas, Benteng Marlborough terlihat seperti kura-kura: kepala kura-kura adalah pintu utama, badannya adalah benteng itu sendiri.Bentuk ini merupakan tipikal benteng dari Eropa; Marlborough merupakan benteng pertahanan Inggris yang dibangun oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719.

Benteng ini berada di tanah seluas 44.000 meter2; Ukuran fisiknya sekitar 240 x 170 m. Ketinggian dinding bervariasi dari 8 sampai 8.50 meter, dengan ketebalan 1.85 sampai 3 meter. Pertahanan benteng terdiri dari 72 meriam.Di dalam benteng terdapat beberapa baris bangunan dengan atap berbentuk segitiga. Bangunan tersebut memiliki (krepyak) teras dengan barisan tiang besi.Catatan yang ada mengatakan bangunan ini difungsikan sebagai barak, penjara, dan kantor. Di bagian tengah benteng ini juga terdapat lapangan besar yang berfungsi sebagai halaman dalam.

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.

Seperti namanya yang familiar dengan nama-nama Inggris pada umumnya, benteng ini merupakan benteng peninggalan yang juga menjadi bukti kekuasaan Inggris di tanah Sumatera.

Menjadi benteng terkuat kedua Inggris di Wilayah Timur setelah Fort St. George di Madras, India, Fort Marlborough merupakan basis pertahanan Inggris di tanah Nusantara dan menjadi benteng peninggalan Inggris terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Mungkin kalian penasaran mengapa Inggris tidak terus menjajah Indonesia dan malah Belanda yang lama berkuasa? Sekitar tahun 1825, Inggris dan Belanda melakukan perjanjian untuk memudahkan kendali dalam mengontrol wilayah jajahan masing-masing.

Belanda yang saat itu menduduki Singapura dan Malaysia, mengambilalih Bengkulu untuk menguasai Indonesia, sementara Inggris mengambilalih Singapura dan Malaysia demi memperkuat basis jajahan masing-masing kolonial.

Fort Marlborough diduduki oleh kolonial Belanda hingga Perang Dunia II. Jepang pun mengambilalih daerah jajahan setelah menundukkan Belanda dan menguasai Nusantara.

Belanda juga sempat kembali menduduki Fort Marlborough hingga tahun 1950-an saat Agresi Militer Belanda dan kemudian diambilalih oleh TNI AD hingga 1977 sebelum diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk dijadikan cagar budaya dan objek pariwisata hingga seperti sekarang.

Ketika pertama masuk, suasana jadul ala abad ke-17 langsung terasa, ya walaupun tidak pernah hidup di zaman tersebut.

Pun kemudian, kita disambut oleh prasasti kuno yang sengaja dipindahkan ke bagian dalam pintu masuk dengan tulisan klasik ala British.

Masing-masing prasasti tersebut bertuliskan nama Richard Watts dan George Shan, son of M. Thomas Shan.

Setelah melewati jembatan menuju pintu masuk, terdapat tiga makam kuno yang masing-masing merupakan milik Residen Thomas Parr yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu pada tahun 23 Desember 1807, Charles Murray yang tewas setelah berusaha menyelamatkan Thomas Parr, dan Robert Hamilton.

Saat memasuki benteng ini, disambut dengan tarian adat Bengkulu dan musik Dol. Suasana seketika ramai dibaluti perasaan penuh kehormatan.

Pasalnya, tarian yang bertajuk Sekapur Sirih ini biasanya dipersembahkan untuk tamu kehormatan adat maupun kerajaan.

Namun dewasa ini, tarian Sekapur Sirih juga digunakan sebagai ritual penyambutan tamu dari luar Bengkulu. Sungguh sebuah bukti adat yang kaya dan lestari!

Tarian ini begitu elok dibawakan oleh lima penari wanita dan dua penari pria yang saling beradu kemampuan bela diri pencak silat sembari diiringi alunan musik Dol. Semuanya merupakan anggota Sanggar Arastra Bengkulu.

Setelah melewati jembatan ke arah pintu masuk kedua, dua ruangan menyambut kami, masing-masing merupakan Ruang Pegawai EIC di sisi kiri dan Sel Militer di sisi kanan.

Berbelok ke sisi kanan terdapat rongga-rongga sel yang dulunya digunakan sebagai sel tahanan. Terus berjalan maka tibalah kami di sebuah museum yang saat itu baru saja diresmikan. Di situlah kita bisa melihat dengan jelas jejak kekuasaan kolonial Inggris di Bengkulu.

Terdapat patung dua pemimpin beda zaman di dalamnya, Sir Thomas Raffles dan Bung Karno. Di seisi museum ini terpampang berbagai informasi sejarah yang menarik sekali dibaca. Jadi, bagi kamu pecinta sejarah, tempat ini akan membuatmu betah.

Di tengah benteng terdapat sebuah lapangan dengan beberapa meriam berderetan, dipisahkan oleh segaris jalan yang masih tertata rapi. Ukuran lapangan itu cukup luas, kira-kira setengah ukuran lapangan sepakbola.

Di lapangan itulah kami kembali disuguhkan atraksi Dol. Pengalaman wisata yang kami rasakan pun semakin lengkap. Belum lagi setiap anggota begitu semangat berusaha menunjukkan keahlian di hadapan kami para audiens.

“Ini baru namanya wisata”, pikirku dalam hati. Jarang-jarang aku bisa menikmati perpaduan budaya barat ala Inggris dan budaya Bengkulu dengan pengaruh Melayu dalam satu momen sekaligus yang keduanya masih sangat kental.

Kemudian, kami diberi kesempatan untuk menjelajahi berbagai sudut Fort Marlborough. Sudut pertama yang kami eksplor adalah bagian rooftop. Di atasnya terdapat sebuah meriam yang menghadap ke arah Samudera Hindia.

Untuk masuk ke Benteng ini kalian hanya perlu membayar tiket Rp 3000 per pengunjung. Benteng ini buka setiap harinya dari pukul 08.00 wib hingga 17.00 wib.

Pada saat liburan ataupun hari raya pengunjung sangat padat,dari berbagai daerah memadati tempat ini.Mulai dari anak-anak sampai dewasa,dari wisatawan lokal maupun interlokal provinsi bengkulu.Tidak hanya itu wisatawan dari mancanegara pun banyak yang mengunjungi tempat tersebut.

Bagi pelajar maupun mahasiswa manfaatnya banyak sekali,selain rekreasi tapi juga menambah wawasan intelektual dan pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia dalam mengusir penjajah.

Konon katanya tempat ini mengandung aura mistis yang sangat kental tak jarang kalo pengunjung ada yang kerasukan,apabila berkunjung tidak sopan ataupun berbuat yang tidak di ingin kan apalagi kalo sampe berkata kotor maupun takabur saat berada di dalam benteng tersebut.Dulu pernah ada salah satu media televisi membuat satu acara di malam hari tak sedikit penonton yang kesurupan baik yang di dalam benteng maupun yang berada di luar benteng MARLBOROUGH.

Benteng marlborough sampe sekarang terus di renovasi oleh pemerintah yang membuat pengunjung nyaman saat berkunjung ke tempat ini.Sore hari waktu yang tepat saat berkunjung karena dapat melihat sunset dengan indahnya.

Kalo soal jajanan jangan khawatir karena di sekitar kawasan benteng MARLBOROUGH banyak sekali yang menyediakan makanan dan minuman,mulai dari jagung bakar sampe es kelapa muda yang seger-seger.Apalagi kalo anda membawa pasangan romantis gan.

Cukup sekian dulu threat dari ane lain kali ane bakal ceritain lagi wisata yang ada di bengkulu.Jangan lupa kalo ke bengkulu mampir ke benteng MARLBOROGH.agan-agan bisa ceritain kepada keluarga teman maupun orang di sekitar anda bahwa di bengkulu ada benteng yang sangat bersejarah yaitu benteng MARLBOROUGH.

[ COC Regional : Lokasi Wisata ] Benteng Marlborough Tempat Wisata Bersejarah.
Diubah oleh venomamunisi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di