CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Madura /
[COC Regional: Kesenian] Ojung, Seni Tarung yang Hampir Punah!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e683eeb10d2956f7a7dc7cc/coc-regional-kesenian-ojung-seni-tarung-yang-hampir-punah

[COC Regional: Kesenian] Ojung, Seni Tarung yang Hampir Punah!

Kesenian Indonesia
Tradisi Madura





Indonesia merupakan negara yang bukan hanya kaya akan alamnya saja, tapi juga kaya akan budaya dan tradisi. Dari Sabang sampai Merauke setiap daerahnya mempunyai masing-masing budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan-wisatawan.

Tradisi dilakukan bukan tanpa alasan, ada nilai-nilai luhur yang tersembunyi di dalamnya.

Salah satu tradisi yang ada di Indonesia adalah tradisi Ojung. Tradisi yang berasal dari Sumenep salah satu kabupaten yang ada di Madura.

Sebenarnya tradisi ini tidak hanya ada di Madura saja, karena seiring dengan migrasi etnis Madura ke berbagai kawasan Jawa Timur maka tersebarlah tradisi Ojung ini keberapa daerah di Jawa timur, seperti Situbondo, Banyuwangi, Surabaya, hingga Malang. Sebab, etnis yang datang ke daerah ini masih memeluk erat tradisi Ojung yang diturunkan dari para leluhurnya di masa silam.


Tradisi Ojung adalah seni tarung dengan menggunakan tongkat sebagai senjata. Tongkat diduga sebagai seni senjata tertua yang digunakan oleh manusia. Tongkat yang digunakan dalam seni tarung ini adalah tongkat yang terbuat dari rotan dan disebut atau dinamai lopalo/lapolo. Panjang tongkat yang dipakai kurang lebih satu meter.

[COC Regional: Kesenian] Ojung, Seni Tarung yang Hampir Punah!


Para pemain pada tradisi ini harus bertelanjang dada dan kaki, maka dari itu para pemain harus menyiapkan beberapa alat pelindung untuk keamanan diri mereka. Di antara adalah Bhukot, odheng, tangkes. Stagen.

[COC Regional: Kesenian] Ojung, Seni Tarung yang Hampir Punah!


Bhukot adalah topi berbentuk kerucut yang terbuat dari karung goni, di dalamnya terdapat kerangka dari sabut kelapa sebagai pelindung kepala dan bagian depan topi ini terdapat anyaman rotan yang menyilang sebagai pelindung wajah.

Odheng adalah sarung atau kain yang dililitkan di bawah kepala, begitu juga dengan Tangkes sama-sama memakai sarung, bedanya sarung ini dililitkan di lengan kiri sebagai perisai ketika menangkis serangan lawan. Pun dengan Stagen juga dari sarung yang dililitkan di perut sebagai pelindung pinggang.


Dalam seni tarung Ojung ini serangan yang diperbolehkan adalah sabet ke arah bagian tubuh atas (baca: punggung) dan dilarang menyerang bagian wajah/kepala, bawah perut dan juga dilarang menyerang dengan cara menusuk. Permainan tarung ini ditengahi oleh seorang wasit yang disebut Bhubhuto. Sang wasit berhak menghentikan permainan meski saat pemain masih saling serang, jika dirasa permainan berat sebelah atau sudah terlihat dikuasai hawa nafsu atau tongkat dari salah satu pemain jatuh. Makanya kadang sang wasit juga mengalami luka saat menengahi permainan ini.

Permainan adu kekuatan fisik dalam tradisi Ojung ini biasanya berlangsung 5 sampai 7 menit saja, sedangkan bagi yang punya kemampuan lebih, boleh saja tampil kembali/ dua kali tanding, kalau yang bersangkutan masih sanggup dan bersedia melanjutkan.


Menurut cerita yang melegenda, konon tradisi ini sudah ada dari abad ke 13 Masehi saat negara ini masih dalam kekuasaan kerajaan. Bermula dari adanya empat orang bersaudara yang sedang mencari air di saat mata air di tempatnya mulai mengering. Mereka saling berlatih tarung sampai akhirnya menemukan sumber mata air yang sampai saat ini menjadi tempat dilaksanakannya tradisi ini setiap tahunnya. 

Tidak ada pemenang maupun pihak yang kalah dalam tradisi ini. Semua pulang sebagai saudara, saling memaafkan dan tidak ada yang menyimpan dendam. Karena nyatanya tujuan dari tradisi ini selain untuk meminta turun hujan juga untuk meminta keselamatan desa dan warganya dari marabahaya atau disebut tolak balak dan untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar penduduknya.

Ojung adalah perwujudan nilai luhur yang tidak bisa digantikan oleh apa pun baik dengan harta dan tahta. Seperti jiwa kesatria para pemainnya, mereka tampil total dalam area, tapi diluar itu mereka tetap menjunjung tinggi persaudaraan.

Dalam pelaksanaan kesenian tradisi ojung ini diiringi oleh musik tradisional Okol dan kidungan Madura, peralatan musiknya terdiri atas alat musik tradisional Jawa Timur berupa Ghambang dan Dhuk-dhuk (terbuat dari pohon Siwalan yang dilubangi, berbunyi seperti bas).


Karena pertarungan tradisi Ojung ini bukanlah hal yang main-main maka pesertanya harus yang bertubuh kuat, kebal dan pemberani. Jadi, dalam tradisi ini anak-anak tidak diperbolehkan mengikuti karena terbilang cukup berbahaya.

Untuk mencari lawan bertarung dalam pertarungan ini tidaklah sulit, karena para penonton dipersilahkan mencari lawan yang sebanding, terutama tinggi dan umur.

Tradisi Ojung di Tanah Madura kini kelestariannya sudah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Permainan 'Ojung' ini hanya tersisa di beberapa desa di keca­matan Batopote dan Gappora, tidak seperti dahulu yang meliputi daerah pantai utara dan timur Kabupaten Sumenep. Oleh sebab itu beberapa pihak pelaku wisata di Madura berupaya untuk kembali melestarikan budaya ini.

Awal mula terkikisnya tradisi ini karena dalam tradisi ini sering terjadi taruhan yang adakalanya berakhir dengan carok (saling bacok). Juga karena mengingat tradisi ini sangat ekstrim dan rawan untuk keselamatan. Maka, setelah bangsa ini merdeka, permainan tradisi Ojung ini dihapus. Namun, saat ini masih ada yang melakukan tradisi ojung tersebut, tapi waktunya dibatasi dan hanya dilaksanakan sebagai syarat untuk meminta turun hujan di musim kemarau panjang saja. Biasanya dilakukan saat akhir musim kemarau (waktu yang semestinya kemarau berakhir tapi tetap tidak turun hujan).

Jadi, untuk para wisatawan yang ingin melihat langsung tradisi ini bisa datang pada saat-saat musim kemarau hampir berakhir karena tradisi ini tidak mempunyai jadwal waktu yang khusus.

Oke, cukup segini dulu pengenalan tentang tradisi asal Sumenep ini, ya. Semoga bermanfaat.



Referensi dan sumber gambar: di sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh istijabah
Halaman 1 dari 9
cukup berbahaya tradisi ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 3 lainnya memberi reputasi
Ane sukak ngeliat permaenan berantem2 kek bijini...
emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Aku malah gak tega emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ane sukak bingits lho Sist...
emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Berarti suka nonton tinju juga, ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ndak Sist... Ane sukak ngeliat berantem yg berseni kek Pencak Silet...
emoticon-Goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adolfsbasthian
Quote:


Oalah, kukira suka liat yang kek banting-banting gitu 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


MMA Ane ndak sukak Sist...
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Quote:


Kalo aku apapun tontonan yang bikin orang luka-luka gak tega liatnya. Makanya tontonan ku Spongebob emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh istijabah
Quote:


Ndak tega melihat orang laen terluka yah...
emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
thepacemaker dan istijabah memberi reputasi
Quote:


Hu'um. Ikut ngilu rasanya
mirip kendo yahemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
suugoooiii
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Masih banyak diadakan kalau didesa desa. Dan mempunyai sebutan masing masing jadi gak cuma madura
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Bukan "carok" lah ya emoticon-Big Grin

Harusnya kaya gini dilestarikan, selain budaya tp lebih kepada manfaat utk generasi mudanya biar strong jgn kaleng2 sih emoticon-Stick Out Tongue

Tubuh kuat bangsa kan bs jd kuat jg emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Diubah oleh kopralicious
wah nice thread, langsung menuju ke youtube

tapi koq yang ada di utube agak beda ya?
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
ini kyk enggar tapi indonesia bgt
hehehehe
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Lebih ke arah sabet-sabetan yak ?
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan istijabah memberi reputasi
Diubah oleh PinggiranBakwan
Quote:


bukan bro, kalo anggar kan tusuk, ini sabet


Quote:


iya

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 9


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di