CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e67f9b5af7e93518a629350/perasaan-apa-yang-muncul-saat-memandangi-bulan-purnama

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?



Manusia hidup dengan perasaan. Perasaan bisa diartikan sebagai pikiran atau kesan terhadap sesuatu. Karena sesuatu di luar manusia itu selalu berubah, maka kesan atau pikiran manusia pun dapat berubah seiring dengan dunia luar yang dilihatnya.

Contohnya saat hari cerah, perasaan manusia mengatakan bahwa ini hari yang pas buat jalan – jalan keluar rumah. Tapi begitu awan mendung tiba dan langit tampak gelap, maka perasaan manusia tadi juga berubah menjadi khawatir hujan akan turun dan mencegah manusia untuk keluar rumah.

Perasaan manusia berubah disebabkan oleh keadaan dunia luar. Oleh karena itu, wajar kalo di satu waktu manusia bisa merasa senang, lalu saat berikutnya dia merasa sedih. Senang dan sedih adalah beberapa contoh perasaan manusia.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Selain keduanya, manusia juga bisa merasa takut, berani, marah, tenang, kecewa, bahagia, menyesal, bersyukur, benci dan cinta terhadap sesuatu yang ditemuinya. Kadang antara satu manusia dengan manusia lainnya tidak sama dalam merasakan sesuatu.

Contohnya adalah saat dua orang melihat kucing, ada orang yang suka dan langsung memeluknya tapi ada juga yang gak mau dekat – dekat karena takut alergi sama bulunya. Itu menandakan bahwa sesuatu yang dilihat oleh dua orang bisa saja menimbulkan perasaan yang berbeda.

Hal serupa juga terjadi saat manusia melihat sesuatu yang lain, entah itu melihat hape, mobil, film, musik, rumah dan benda – benda di sekitarnya. Semua benda itu akan menimbulkan persepsi yang bermacam –macam pada setiap orang.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Apa yang membuat seseorang tertarik belum tentu membuat orang lain tertarik. Orang Indonesia yang belum pernah merasakan dinginnya salju menganggap salju adalah fenomena alam yang menyenangkan. Tapi bagi orang Amerika yang tiap tahun selalui didatangi salju mungkin menganggap biasa saja bahkan merepotkan.

Orang Indonesia yang belum pernah masuk ke dalam sebuah kastil kuno yang megah dan menjulang tinggi mungkin merasa takjub saat melihat fotonya. Tapi tidak demikian dengan orang Eropa yang sering keluar masuk ke dalam banyak kastil di sekitar mereka. Mereka bisa jadi menganggap itu sebagai sesuatu yang tak perlu dilebihkan.

Jadi terdapat perbedaan sudut pandang dalam manusia di berbagai tempat yang berbeda.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Tapi bagaimana jadinya jika yang dilihat adalah benda yang jumlahnya cuma satu di dunia, apakah perbedaan itu akan memudar atau justru malah menimbukan banyak cabang – cabang perspektif lainnya?

Contohnya saat manusia memandang bulan. Bulan sudah ada sejak manusia modern belum lahir. Bulan telah ada sebelum penanggalan Masehi berlaku. Jadi bulan telah dilihat oleh milyaran orang dari zaman prasejarah dulu sampai era digital sekarang.

Bulan dapat dilihat oleh semua orang di dunia. Orang Eropa bisa melihatnya. Yang di Amerika juga menontonnya. Bahkan suku – suku terpencil yang tinggal di dalam hutan juga bisa menemuinya. Bulan dapat ditemui oleh semua orang di berbagai penjuru dunia.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah bulan yang diyakini cuma satu itu menimbulkan perasaan yang sama? Atau malah sebaliknya, bulan yang bentuk dan fase nya yang begitu- begitu saja malah menimbulkan ribuan cara pandang terhadapnya?

Maka dari itulah ane bikin trit ini, yang tujuannya adalah sampai seberapa banyak sih sudut pandang orang – orang yang telah melihat bulan dari masa ke masa, dari berbagai tempat di belahan dunia.

Seperti yang kita ketahui, bulan merupakan benda langit yang menarik perhatian manusia saat malam tiba karena bentuknya yang unik dan paling kentara jika dibandingkan dengan bintang dan benda langit lainnya.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Bulan berubah bentuk setiap tanggal tertentu sehingga kita bisa menyaksikan bulan sabit , bulan bungkuk, bulan separo dan bulan purnama. Bulan juga tidak selalu berwarna kuning. Kadang ia tampak putih di siang hari, tampak jingga saat baru keluar dan sesekali terlihat kemerahan saat gerhana.

Letak bulan yang sangat jauh dari jangkauan manusia membuat bulan hanya bisa dilihat dari bumi saja. Selama berabad – abad manusia selalu melihat bulan tapi tidak pernah bisa menjejakkan kaki mereka di sana. Sempat ada berita bahwa orang Amerika pernah mendarat di bulan pada setengah abad yang lalu. Tapi terlepas apakah berita itu benar atau tidak, hampir semua manusia pernah melihat bulan.

Perasaan Apa yang Muncul saat Memandangi Bulan Purnama?

Karena beberapa faktor seperti kemajuan iptek dan perkembangan bahasa, maka muncullah beberapa cerita saat memandang bulan. Beberapa diantaranya yang mungkin pernah agan sista dengar adalah:

Quote:


Tidak hanya di Indonesia, di berbagai tempat lainnya juga muncul cerita – cerita unik terkait bulan seperti:

Quote:


Sebagian besar dari cerita di atas masih belum ditemukan kebenarannya, namun hal itu setidaknya memperlihatkan bahwa imajinasi dan pikiran seseorang saat memandang bulan sangatlah bervariasi. Dan hal itu yang membuat perasaan setiap manusia berbeda saat memandang bulan, entah itu berupa rasa takut, khawatir, cemas, atau mungkin senang bahkan bahagia.

Termasuk ane juga. Memandang bulan menyisakan perasaan tersendiri bagi ane. Sewaktu melihat bulan, entah kenapa ane gak bisa mengungkapkan perasaan yang ane alami saat itu lewat kata – kata. Ane pikir kata – kata terlalu terbatas buat menjelaskan perasaan itu.

Quote:


Ane gak tahu kalimat apa yang pas untuk menggambarkannya. Mungkin tidak ada kata yang benar – benar sempurna untuk menggambarkan perasaan saat memandangi bulan. Dan mungkin ada orang lain juga yang merasakan hal yang sama. Atau malah berbeda sama sekali dengan pandangan ane. Bagaimanapun, intinya bulan penuh dengan misteri. Mungkin karena misteri itulah, manusia dapat merasa takut sekaligus takjub yang tak termuat dalam kata – kata saat mereka memandang bulan.

Sumber referensi:
https://nationalgeographic.grid.id/r...rakat?page=all
https://moon.nasa.gov/about/misconceptions/


Diubah oleh telah.ditipu
Ane sukak bulan purnama...
emoticon-Ultah

Saat melihat bulan purnama, Ane selalu membayangkan... Seandainya Ane jadi werewolf...
emoticon-Mewek
Diubah oleh adolfsbasthian
mengantuk.
emoticon-Wakaka
Quote:


ane juga suka purnamaemoticon-Ultah

werewolf keren yak gan



BATA!
profile-picture
profile-picture
aripmuh dan adolfsbasthian memberi reputasi
Quote:


Iya Gan... Kalok jadi werewolf, Ane bakalan merasa sekseeeh...
emoticon-Kaskus Banget
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
Bulan purnama dulu sering disembah orang2 pagan.. emoticon-Big Grin
ane pengen ngambil tuh bulan, kemudian ane timpukin kerumah tetangga sebelah 😈
Diubah oleh abangijokuning
artinya ga mendung kalo ada bulannya emoticon-Ngakak:
profile-picture
profile-picture
dimas.sw dan Zulus memberi reputasi
biasanya pas purnama ,ane sering pusing entah itu liat bulannya ato ngga. trus keluar taring,bulu²item,iler yg berbusa,kentut² g jelas gitu, trus jalan² ke komplek nyari duit sebelom api di lilin mati
ane kok biasa saja ya?
Nama TS-nya sangar ... emoticon-Matabelo
Tergantung pada posisinya dan posisi kita, purnama atau malah selarit alis. Purnamanya full moon, blue moon, atau red moon ...
Pengaruhnya ada pada medan gravitasi dan elektromagnetik, itu terkait nantinya pada "mendadak lancarnya" peredaran darah ke otak, dan juga medan/gelombang otak/pikiran.
Quote:


iya gan, soalnya dulu mereka menganggap bulan sbg dewa
Quote:


jadi itu sebabnya memandang bulan dapat menenangkan pikiran..
nice info gan :jempol
Lihat 1 balasan
Quote:


btw ini siapa ya gan? baru lihat kali ini emoticon-Bingung


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di