CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Education /
Guru Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e67d1188d9b1726466a9b30/guru-berkualitas-untuk-masa-depan-indonesia

Guru Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia

Guru itu salah satu unsur utama pembentuk kapasitas diri sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk masa depannya.

Guru berkualitas maka bakal lahirkan murid-murid Indonesia yang hebat.

Hebat karakternya.

Hebat moralnya.

Hebat intelektualitasnya.

Hebat kreativitas dan inovasinya.

Hebat pada waktu mendatang. Kelak.

Maka kapasitas Guru --dalam mengajar dan mendidik murid sangat menentukan. Jadi orang tua di sekolah yang mengarahkan; membimbing; anaknya --murid-- jadi sosok manusia unggul.

Yang berkualitas. Sama seperti orang tuanya di sekolah --Guru, bahkan mungkin lebih berkualitas.

Itu jadi seperti hukum alam lingkungan pendidikan.

Dan soal Guru berkualitas --supaya cetak orang-orang Indonesia yang hebat, bukan hanya mimpi bagi Mendikbud Nadiem Makarim.

Menteri Nadiem kiranya tidak ingin hadirnya banyak Guru berkualitas 'menguap' begitu saja. Harus nyata terwujud. Meskipun tidak dalam waktu dekat. Waktu yang sangat cepat.

Namun tampaknya Menteri Nadiem telah menunjukkan sikap yang jelas berupaya menciptakan Guru berkualitas. Merancang strategi menghadirkan banyak Guru berkualitas di Tanah Air.

Lagi-lagi supaya juga banyak bermunculan manusia-manusia Indonesia berkualitas di masa depan.

Dan mencetak banyak Guru berkualtas tidak mudah. Perlu rumusan. Perlu pola. Perlu metodologi yang tepat tentang mendidik serta mengajar.

Sehingga pengajaran; cara mendidik; mengarahkan; membimbing; menuntun; para murid tidak salah sasaran.

Dan Menteri Nadiem sepertinya memahami itu. Bukan perkara gampang menciptakan banyak Guru berkualitas. Metodenya harus ada.

Maka: perlu membekali para Guru supaya jadi lebih hebat. Membekali para Guru dengan konsep dan metodologi. Supaya jadi Guru berkualitas.

Dan lagi juga: perlu menggaet banyak pihak --kolaborasi dengan para praktisi pelatihan bagaimana mencetak Guru berkualitas.

Ya jelas, supaya metode melatihnya tidak salah. Tentu yang memahami konsep dan merumuskan untuk membekali para Guru supaya berkualitas dalam mendidik dan mengajar.

Itulah yang kini dilakukan Menteri Nadiem. Membekali para Guru agar mereka berkualitas.

Ini adalah keberpihakan.

Keberpihakan Menteri Nadiem kepada Guru. Bahwa profesi mereka menentukan nasib Indonesia di masa depan. Kualitas Indonesia juga ada pada Gurunya. Gurunya berkualitas atau tidak.

Menteri Nadiem juga tidak beretorika soal Guru berkualitas. Yang kerap disuarakan berbagai kalangan.

Kini: Menteri Nadiem mengimplementasikannya.

Untuk masa depan Indonesia cemerlang. Berkualitas.*

Guru Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia
profile-picture
antomulyo memberi reputasi

Guru Pancasilais dan NKRI

Guru Berkualitas untuk Masa Depan IndonesiaSaat rapat dengan Komisi X DPR akhir Januari lalu, ada testimoni luar biasa diungkapkan Mendikbud Nadiem Makarim.

Tentang penilaian orang-orang terdekatnya selama ini kepada dirinya.

Pertama; jiwa Pancasila yang tak perlu diragukan lagi. Kedua; loyalitasnya pada NKRI. Dan ketiga; integritasnya.

Tiga pilar kepribadian itu memang sangat diperlukan sekarang di Republik Indonesia. Agar hebat. Tetap sesuai seperti cita-cita pendiri bangsa Indonesia.

Manusia-manusia yang tulus mengokohkan kedaulatan Indonesia. Dalam keberagaman dan kemajemukan.

Sepertinya Menteri Nadiem tidak ingin 'mencintai Indonesia sendirian'. Terutama dalam tugas kerja dinaunginya: urusan pendidikan serta kebudayaan.

Menteri Nadiem ingin Guru juga Pancasilais, NKRI, sekaligus berintegritas.

Sebab sangat penting.

Jangan pernah lagi nanti mengemuka kabar ada Guru yang melarang upacara bendera. Jangan sampai lagi nanti ada Guru yang mengharamkan peringatan kemerdekaan RI.

Jangan ada lagi Guru inklusif, mendoktrin murid bahwa di luar agama diyakininya adalah salah. Jangan lagi terkuak informasi ada pelecehan dari Guru ke murid.

Toh, nyatanya pendidikan Indonesia memang harus menyadarkan muridnya tentang multi-kulturalisme. Saling menghargai. Saling menolong. Merawat toleransi. Mengubur ego.

Dan kesadaran begitu kunci utama di sekolah jelas ada pada sang Guru. Guru yang menyadari arti ke-Indonesia-an bakal mentransformasi itu ke muridnya.

Lalu Menteri Nadiem berencana menyelenggarakan tes kadar ideologi dan toleransi ke depannya dalam penerimaan Guru.

Ya, sudah tepat! Memang begitu seharusnya.

Sebab dari situ bakal diketahui bagaimana pandangan dan pemikiran calon tenaga pendidikan tentang Pancasila dan NKRI. Bagaimana integritasnya dalam kehidupan berkebangsaan.

Selama ini harus diakui, pendidikan Indonesia 'kecolongan'. Akhirnya seperti tadi itu diceritakan, muncul hal-hal 'nyeleneh' di lingkungan sekolah.

Masa iya hormat bendera saja diajarkan haram oleh oknum Guru?

Masa iya ada Guru yang melakukan kekerasan?

Dengan dilakukannya tes kadar ideologi dan toleransi oleh Menteri Nadiem, maka potensi menyimpangnya kegiatan belajar-mengajar di sekolah bakal terpental.

Seleksinya ketat menerima Guru. Tidak sembarangan lagi. Bukan sekadar memenuhi syarat pendidikan menjadi seorang Guru. Tapi perlu ditunjang bagaimana sikapnya terhadap Indonesia.

Guru yang menentukan arah masa depan murid. Murid jadi punya rasa kebangsaan yang tinggi.

Akhirnya Menteri Nadiem membuka harapan bahwa sekolah memang ruang memajukan Indonesia. Dengan bersama-sama. Bukan sendiri-sendiri.***
Diubah oleh Citracita
Hal itu bisa diterpkan buat guru² muda, kalo yg udah tua dan gaptek ya susah emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di