CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kontroversi Omnibus Law, Walhi Sebut Pemerintah Seperti VOC
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e66dcce09b5ca0dcb37c37c/kontroversi-omnibus-law-walhi-sebut-pemerintah-seperti-voc

Kontroversi Omnibus Law, Walhi Sebut Pemerintah Seperti VOC

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Walhi atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nur Hidayati menilai pemerintah ingin mengembalikan pemusatan kekuasaan (sentralisasi) melalui omnibus law RUU Cipta Kerja.

Menurut Yaya, sapaan Nur Hidayati, sentralisasi itu demi memudahkan investasi semata. Praktik itu menjadikan pemerintah mirip VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang menjadi pintu masuk penjajahan Belanda di Indonesia.

"Sentralisasi dari government, terutama presiden yang seolah-olah menjadi sumber hukum dari (perizinan) berusaha di Indonesia. Ini sebenarnya menyerupai VOC," ucap Yaya di kawasan Senayan, Jakarta, hari ini, Sabtu, 22 Februari 2020.

Yaya menerangkan bahwa VOC dikenal sebagai negara di dalam negara. Korporasi ini memiliki hak istimewa untuk berbisnis mewakili pemerintah Belanda hingga menyelenggarakan pemerintahan sendiri.

Yaya berpendapat sebaiknya pemerintah tak menggunakan penciptaan lapangan pekerjaan sebagai dalih untuk membuat omnibus law RUU Cipta Kerja kalau hanya menguntungkan pengusaha besar.

"Kalau memang omnibus law ini untuk memudahkan investasi, ya disebut saja untuk memudahkan investasi. Jangan seolah-olah berpihak kepada rakyat," ujar dia.

https://nasional.tempo.co/read/13108...c/full?view=ok

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.dot dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Perusahaan Terkaya Dalam Sejarah, Mempunyai Pasukan Militer

Perusahaan apakah yang paling kaya dalam sejarah dunia? Ternyata itu bukanlah Apple, juga bukan Google. Ternyata itu bukan Microsoft, bukan Standard Oil, bukan Petro China, bukan Saudi Aramco. Bahkan jika semua perusahaan itu digabung menjadi satu, ia masih kalah kaya dibandingkan perusahaan ini.

Ternyata yang terkaya dalam sejarah adalah VOC, Dutch East India Company. Nama ini tak asing bagi Indonesia. Perusahaan inilah yang pernah menjajah wilayah nusantara di abad ke 17 hingga 18. Bayangkan!! Yang menjajah kita di zaman dulu bukanlah negara atau kerajaan, tapi sebuah perusahaan.

Berapa kekayaan VOC (1602- 1799) jika dinilai dari ukuran uang sekarang? Kekayaannya sekitar 8 trilyun USD atau sekitar 112 ribu trilyun rupiah. Nilainya sekitar sepuluh kali lipat kekayaan apple hari ini. Ia lebih besar dibandingkan GDP Jepang plus Jerman hari ini. Ia bahkan enam kali lipat lebih besar dibandingkan produk domestik bruto Indonesia di tahun 2018.

Pendiri dari VOC kini tak banyak lagi diingat. Namanya Johan Van Oldenbarnevelt (1547-1619). Tapi kisah sang pendiri diabadikan dalam sebuah karya teater berjudul The Tragedy of Sir Johan Van Olden
Barnavelt (1619). Kisah teater ini pernah dimainkan di Globe Theater, London.

Juli 2019, saya berkunjung ke London, ke lokasi yang mencoba membangun kembali Globe Theater. Di samping banyak memainkan karya Shakespeare, pentas teater itu pernah pula memainkan kisah sang pendiri VOC.

Maksud hati mengunjungi Globe Theater hanya untuk menyelami Shakespeare. Tak sengaja saya berjumpa pula dengan tokoh yang tak kalah besar di bidangnya: Johan Van Olden Barnevelt. Mendalami kisah Johan Van Olden Barnevelt, sayapun sampai pula pada kiprah perusahaan yang didirikannya, yang berlayar hingga Batavia (kini Jakarta).

-000-

Di abad ke 17, Eropa sedang dilanda demam menjelajah samudra. Ekspedisi pelayaran sebuah kapal menjadi tambang bisnis besar, memberi kekayaan luar biasa, namun beresiko. Kapal itu dapat berlayar bertahun- tahun ke wilayah yang terjauh.

Pulang dari pelayaran, kapal itu membawa rempah-rempah atau sutra. Pelayaran punya arti yang sama seperti menambang harta karun yang terpendam.

Namun usaha pelayaran memiliki resiko yang besar pula. Sangat mungkin ekspedisi itu tak pernah kembali lagi. Kapal tenggelam di tengah laut karena badai. Atau kapal dirampok bajak laut. Terlalu beresiko jika hanya segelintir individu saja yang membiayai ekspedisi.

Di tahun 1600, Kerajaan Inggris yang pertama kali membangun usaha ekspedisi pelayaran itu. Namun di tahun 1602, Johan Van Olden Barnavelt berhasil meyakinkan pemerintah Belanda. Didukung oleh pemerintah, Johan mendirikan sebuah usaha yang menyatukan beberapa perusahaan sekaligus. Mega korporasi ini diberi nama VOC (Dutch: Vereenigde Oostindische Compagnie).

Perusahaan dagang tersebut awalnya mengeksplorasi wilayah India untuk perdagangan tekstil dan sutra. Namun kekayaan rempah-rempah di wilayah sekitar lebih menjanjikan.

Sampailah kemudian VOC ke aneka wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Jakarta, Banten, Ambon, Aceh, hingga Makasar. Bahkan Jakarta (dulu Batavia) menjadi ibu kita VOC untuk wilayah Asia.

Agar VOC kuat, pemerintah Belanda memberikan tak hanya hak monopoli. Diberikan pula hak mengelola tentara dan pasukan perang. Perlawanan penduduk lokal mudah ditaklukan VOC karena perusahaan dagang ini juga memiliki pasukan militer.

Di puncak kejayaannya, VOC menguasai 150 kapal perdagangan, dan 40 kapal perang. Ia juga memiliki 50 ribu karyawan dan 10 ribu tentara.

Di tahun 1663, VOC sudah tercatat sebagai perusahaan paling kaya dalam sejarah. Ia menjadi perusahaan pertama yang bersifat transnasional. Ia juga perusahan pertama yang go public. Sahamnya dapat dimiliki publik.

Tak pernah ada perusahaan yang pengaruhnya pada sejarah dunia sebesar VOC. Ia bukan saja di abad ke 17 sudah meletakkan fondasi pertama bagi perusahaan multi nasional. Ia juga perusahaan pertama yang go public yang menjual saham.

Ia juga mempertemukan peradaban Barat dan Timur dalam aneka sinerji, di bidang agama, bahasa, ekonomi hingga kesenian. Karya lukisan Rembrant dicetak dalam kertas Jepang yang juga dikirim oleh ekspedisi VOC.

VOC juga memperkenalkan birokrasi modern, mengelola organisasi yang begitu besar. VOC juga ikut menemukan aneka wilayah baru. Ia memperkaya dunia maritim pula.

-000-

Namun dunia berubah. Jika tak menyesuaikan diri, raksasa sebesar apapun akan punah. Kompetisi bisnis semakin tinggi. Banyak muncul perusahan baru yang juga mengeksplorasi bidang serupa. Membawa rempah-rempah ke Eropa dari tempat sejauh wilayah Nusantara tak lagi efisien.

Biaya birokrasi dan militer juga bertambah akibat harus mengelola perlawanan penduduk lokal. Korupsi mulai pula menggerogoti. Terjadi pembusukan moral di kalangan petinggi VOC. Semua itu menjadi virus yang perlahan menenggelamkan VOC.

Lebih tragis lagi kisah sang pendiri VOC: Johan Olden Barnavelt. Ia sebelumnya banyak dipuja selaku tokoh dengan kemampuan luar biasa di bidang politik, bisnis dan intelektual. Namun dalam pergolakan politik zamannya, ia berpihak pada kelompok yang akhirnya kalah.

Di era itu, Belanda dilanda konflik membelah berdasarkan agama. Berhadapan kelompok dari kaum Calvinist (Gomarists) melawan kelompok Arminians. Itu era ketika berbeda paham agama menjadi perbedaan hidup dan mati.

Johan dikenal berdiri di pihak Arminians atas nama politik toleransi. Namun konflik paham agama meningkat menjadi konflik bersenjata. Pihak Calvinist dikalahkan. Johan pun dicap pemberontak.

Di usia 71 tahun, ia dihukum mati dengan kepala dipancung. Sebelum dihukum mati, Johan berucap: “Saya bukanlah pemberontak. Saya meyakini sikap politik saya selaku seorang patriot. Saya mati karena sikap ini”

Zaman berubah. Kekuasaan berubah. Persepsi berubah. Sikap politik Johan Van Olden Barnavelt kini dimaklumi dan dihormati. Dari seorang pemberontak, kini ia dianggap pahlawan. Namanya diabadikan sebagai nama kapal, nama sekolah dan nama pulau.

Di Globe Theater, saya terdiam lama. Saya tak hanya mengunjungi sebuah situs kesenian. Namun di sana saya temukan pula sepotong sejarah. Saya temukan kisah tokoh yang ditenggelamkan karena kalah secara politik. Namun karena jasa dan keagungan sikap, waktu tiba melahirkannya kembali.

Oleh: Denny JA

https://www.faktanews.id/2019/07/perusahaan-terkaya-dalam-sejarah.html
profile-picture
soekotoiy memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Asuuuu nih walhi antek asing esjeweh proxy laknatullah blablabla. Monyet banget kalian semua.... gak pengin lihat bangsa dan negara sendiri maju dan berjaya. Dasar pengkhianat..... musuh dalam selimut....... babu alian kalian. Asuuu tenannn bawa2 VOC LAGI gak sekalian ROMUSHA HAH?? emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Ngamuk emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan lenonfloyd memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Diselaraskan dengan baik antara kepentingan investor dan para buruh serta pekerja. Investor dapat untung, buruh pun juga dapat kesejahteraan. Bagi investor yang penting sikon aman dan nyaman.
profile-picture
davecchio memberi reputasi
Maksudnya UU baik, kalo emang kenyataannya nanti gak berdampak positif ya rubah aja lagi emoticon-Leh Uga
Sistem kerja paksa emoticon-Leh Uga
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Apa urusannya nih Walhi ikut ngurusin omnibus law?

Bukannya ngurusin hutan yg abis dibabat buat sawit.
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan lenonfloyd memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kadrun biar mampus nganggur ga punya kerjaan

buruh2 sebentar lagi digantikan mesin2 otomatis & artificial intelligent..

mampus lo pada digantiin mesin
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan lenonfloyd memberi reputasi
Diubah oleh kretekkretek
Kalo pas ulangan PSPB sering bgt keluar nih soal tentang VOC..emoticon-Traveller
Quote:


emoticon-Matabelo

Generasi enny arrow emoticon-Embarrassment
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lihat 2 balasan
di zaman voc sih yang ga nurut sama kerjaan kalau mau berhenti boleh tapi ditembak mati dulu...bedanya di situ doang paling emoticon-Ngacir
opsi cita-cita nasbung:
1. jadi asn, setelahnya teriak khilafuck.
2. gagal jadi asn, terpaksa ngeburuh tapi ingin fasilitas kayak asn, demo tiap hari sampai negara bangkrut, lalu teriak solusi khilafuck.

biar kere nyang penting gaye.
emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
ekaputra19 dan galuhsuda memberi reputasi
VOC is back boysemoticon-Belgia
Investasi di negara kita memangnya kurang ya? Coba orang-orangnya mulai sekarang diminta buat lebih cintai produk-produk indonesia, biar perputaran barang dan uang hanya ada di dalam negeri
memudah kan investasi sama dengan banyak lapangan kerja bisa menurunkan angka pengangguran, sisanya tergantung rakyat nya mau kerja atau gak emoticon-Big Grin
justru VOC cukup berjasa, kalo gak ada VOC tuh nyai-nyai perkebunan teh gak ada yang bening, paling tampangnya dekil-dekil kayak abu gosok semua
Sultan mah bebas.. emoticon-Big Grin

Jokowi Nilai Perlu Mempersulit Investor Asing Masuk
Kontroversi Omnibus Law, Walhi Sebut Pemerintah Seperti VOC
Kontroversi Omnibus Law, Walhi Sebut Pemerintah Seperti VOC

Yg penting meruked emoticon-Ngakak
emoticon-Ngacir
profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Diubah oleh aljibo

maju terus dah, kalo orang protes mah pasti ada
Quote:


Abis ulangan PSPB sorenya ntn thundercat dilanjut flora dan sauna emoticon-Ngacir
Lihat 2 balasan
Quote:


Oiya..trs mlmnya jam 10.30 ntn the A team ..mggu pagi si unyil, ria jenaka, n little house on the prairie emoticon-Ngacir om
Lihat 1 balasan
Waduuh berarti Walhi pernah ngrasain tuh kerja bareng kompeni wkwk
Yaa emang merugikan karyawan sih sebenernya.
Semoga bisa dipikirkan ulang
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di