CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Labuan Bajo Bakal Punya PLTS Hybrid 70MW
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e660a1ef0bdb2582f613bb2/labuan-bajo-bakal-punya-plts-hybrid-70mw

Labuan Bajo Bakal Punya PLTS Hybrid 70MW

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Scatec Solar AS dengan PT Arya Watala Capital dan PT Flores Prosperindo untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid 70MW di Labuan Bajo.

President Director PT Flores Prosperindo Alfonso Pardede menjelaskan, perusahaan difasilitasi oleh Watala bertemu dengan Scatec, yang merupakan perusahaan pengembang energi baru terbarukan dari Norwegia.

Flores Prosperindo yang merupakan pengembang di bawah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), berharap bisa mengubah Labuan Bajo menjadi sebuah konsep kota masa depan yang smart, clean, danrenewable energy.

"Kita pemilik lahan bekerja sama dengan ITDC difasilitasi oleh Watala dan bekerja sama dengn Scatec," kata Alfonso Pardede, usai menyaksikan penandatanganan MoU itu di kementerian ESDM, Jakarta, Senin ( 9/3/2020).

BACA JUGA

Industri Kelapa Sawit di Sumsel akan Dilistriki PLTSPLN Operasikan PLTS Atap Pertama di BaliPengoperasian PLTS di NTB Mampu Pangkas Biaya Pokok Penyediaan Listrik PLN

Menurutnya, kerjasama ini dilatarbelakangi karena pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G20 pada 2023, dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dipilih sebagai lokasi diadakan KTT G20 tersebut.

"Saat ini 2-3 bulan yang lalu pemerintah meminta menjadi host event G20 tahun2023 dan rencananya di Labuan Bajo, nah saat ini mungkin salah satu pemerintah confidence nya ya ITDC yang memang sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan forum event seperti di Bali tahun 2013, salah satu sinergi bagaimana penyelenggaraan dengan ITDC dan yang lain untuk mensukseskan target presiden menjadi host G20 tahun 2023," ujarnya.

karena sebagai moderator atau tuan rumah G20 maka perlu kesiapan dan kerjasama antarstakeholders terkait, seperti perusahaan, Pemerintah daerah, dan Pemerintah pusat, hal itu bertujuan untuk meyakinkan panitia dari G20 kalau Indonesia siap sebagai tuan rumah.

 
Proyek Awal



Teknisi melakukan perawatan panel PLTS di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (6/8/2019). PT PLN menargetkan pengembangan lebih dari 1.000 megawatt PLTS atap yang terdiri dari inisiasi swasta dan PLN sendiri sesuai RUPTL dengan potensi tiga gigawatt untuk PLTS. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Founder & CEO PT Enertec Mitra Solusi Mada Ayu Habsari, yang juga perwakilan dari PT Arya Watala Capital, mengatakan bahwa pihaknya berperan sebagai developer yang menghubungkan atau menjembatani kerjasama antar Flores Prosperindo dengan Scatec.

"Jadi di proyek ini kita jadi EBT developernya, kalau kita projek selalu ada developernya kan, kebetulan dari PT Flores Prosperindo sebagai pemilik lokasi, mereka minta kita untuk melistriki, kebetulan inikan projek untuk kawasan ekonomi pariwisata, untuk 10 destinasi new Bali," ujarnya.

Rencananya untuk tahap awal, ada dia lokasi yang akan dibangun PLTS Hybrid 70MW, yakni Tana Naga dan Golo Mori. Asalnya yang akan dibangun pertama adalah Tana Naga, namun karena Golo Mori dipilih sebagai kawasan untuk G20, maka Golo Mori lah yang diutamakan.

"Golo Moriori duluan karena untuk lokasi G20 untuk 70MW, totalnya ada 210MW. Sisanya bisa kemungkinan untuk kawasan lain tapi dilihat dengan kebutuhan lainnya. Karena event itu ada dua, satu G20 dan ASEAN SUMMIT, itu lokasinya juga sama," jelasnya.

Lanjut, Mada pun, menambahkan bahwa pembangunan PLTS di Golo Mori itu ditargetkan selesai 1,5 tahun, yang rencananya akan dimulai pembangunan akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021.

 

Butuh 1,5 Tahun


"Kalau sesuai target itu kita butuh 1,5 tahun untuk membangun kita harus selesai COD di tahun 2022. Harusnya start untuk semuanya mungkin dimulai akhir tahun ini 2020. Saya juga bicara dengan direktur Flores Prosperindo sendiri mereka kemungkinan akhir tahun ini atau awal 2021 mereka start bikin," ungkapnya.

Kendati begitu, untuk investasi sendiri Mada menyebutkan sebesar USD 70 juta atau sekitar Rp 1 triliun (USD 1= Rp 14,399). Selanjutnya, Mada mengungkap peran Scatec dalam projek ini sama halnya seperti Watala, yakni sebagai developer dan penyedia teknologi

"Sama seperti kita juga tapikan ada ketentuan dri pemerintah untuk masuk ke Indonesia tidak bisa direct, sebenernya kuta local partner Scatec. Teknologi dari Scatec, Scatec nyiapin teknologi," pungkasnya.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...ts-hybrid-70mw

Dan labuan bajo pun tambah terang benderang
gak ada penjelasannya, itu PLTS tenaga Hybrid ma apa ?
masa mo d hybrid ma PLTD emoticon-Hammer

kalau ma PLTGU masih mending lah
kawasan wisata super premium
Wah cakep nih.. Bagian tengah dan timur bakal lbh terang, ga cuma jawa aja yg terang...

emoticon-Recommended Seller
Masa bangun PLTS 70 MW sampe 1.5 tahun ? Lama amat.
Lihat 1 balasan
pariwisata akan lesu corona dimana mana
Terobosan bagus utk memajukan Labuan Bajo
Semoga bisa jadi lokasi tujuan wisata yg baru


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di