CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bupati ini Ketahuan Terima Suap Rp 3,9 Milyar. Gajinya Kecil?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e65f95065b24d53a75db763/bupati-ini-ketahuan-terima-suap-rp-39-milyar-gajinya-kecil

Bupati ini Ketahuan Terima Suap Rp 3,9 Milyar. Gajinya Kecil?

Ini bukan kali pertama TS membaca berita kepala daerah tersandung kasus korupsi. Mereka yang tampak gagah nan berwibawa di spanduk, baliho dan layar kaca, pada akhirnya harus mengenakan rompi oranye sebagai tahanan KPK. Dan kali ini di thread ini TS akan membagikan cerita tentang koruptor yang bernama Supendi.
Bupati ini Ketahuan Terima Suap Rp 3,9 Milyar. Gajinya Kecil?
Dilansir dari news.detik.com (09 Maret 2020) saat menjabat sebagai Bupati Indramayu Supendi nekat menyalahgunakan kewenangan. Dengan jabatan- kekuasaan yang dipunya, Supendi secara licik mengatur sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu agar yang menerima proyek adalah pengusaha tertentu. Dan tentu saja, Supendi mendapatkan imbalan. Dari sejumlah paket pekerjaan proyek yang diatur, total uang yang sudah dikantongi Supendi mencapai Rp 3,9 Milyar lebih. 

Untuk memuluskan aksinya, Supendi tidak sendirian, dia bekerjasama dengan orang-orang kepercayaannya yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Omarsyah dan Kabid Jalan Dinas PUPR Wempi Triyoso.

Aksi 'pengkhianatan terhadap amanat rakyat' itu tercium oleh KPK. Supendi dkk kena OTT KPK pada tanggal 15 Oktober 2019 dini hari silam.
Bupati ini Ketahuan Terima Suap Rp 3,9 Milyar. Gajinya Kecil?
Hari ini 9 Maret 2020, Supendi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung. Jaksa mendakwa Supendi dengan Pasal 12 Huruf a Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor dalam dakwaan pertama. Dakwaan kedua Pasal 12 huruf b dan dakwaan ketiga Pasal 11.
=-=-=-=-=-=
TS jadi bertanya-tanya, kenapa ya para oknum pejabat yang sudah punya uang banyak, rumah mewah, mobil mewah, masih juga tega mengkhianati kepercayaan rakyat, tega melakukan perbuatan yang amat hina sekelas korupsi. Apakah gajinya kecil? TS rasa bukan itu ya.

Menarik untuk diulas, mengapa lingkaran 'budaya' korup itu tampaknya sulit disirnakan dari negara tercinta ini? Ada yang menyebut karena biaya politik itu mahal, sehingga mendorong pemain politik 'terpaksa' mencarikan uang tambahan untuk balik modal saat kampanye.

Ada yang menyebut karena sistem roda pemerintahan yang masih memberikan celah, sehingga yang punya kewenangan gampang melakukan penyelewengan.




Ada juga yang menyebutkan karena oknum pejabat yang berani korupsi itu karena tidak takut dengan Tuhan. Sudah tahu ada Tuhan Yang Maha Melihat, Maha Menyaksikan, tetapi dia enteng saja berbuat dosa.

Demikian pandangan TS, ada yang punya pandangan lain? Silahkan ramaikan di kolom komentar ya emoticon-Smilie



Sumber Berita: news.detik.com (09 Maret 2020)
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan falin182 memberi reputasi
Naik jabatan ngandalin pasukan
Pas dpt jabatan bakal morotin itu pasukan
Jd kuncinya kalo bisa gak ada pawai2an deh... Yg ngelibatin banyak orang
Manfaatin teknologi dan internet
Rekam deh kampanyenya dan bagikan
profile-picture
aduhaisayang memberi reputasi
kalau orang sudah kecanduan uang haram mahh lebih parah dari hewan ,

hewan hanya makan pas lapar , kalau kenyang mah bakal tidur ,

koruptor ?
mau sebanyak apa juga nggak bakalan berhenti.
profile-picture
aduhaisayang memberi reputasi
siapa suruh jadi bupati?
tra la la... jd pejabat butuh modal bnyk. hbs jadi lngsng nyari sabetan biar modalnya balik. wkwkm busuk bgt
Buat balikkin modal?


emoticon-Wakaka
pake rompi orange yg trendyemoticon-Peluk
Biaya pemilu kan mahal.. apalagi tuk biaya relawan, pengarahaan tim sukses, serangan udara dll emoticon-Big Grin
profile-picture
sav.grezza memberi reputasi
salah di sistem?
gajinya sih cukup, lebih malah.. yang bikin gak cukup karena kebanyakan dari mereka kudu balik modal pemilu emoticon-Hammer2
Diubah oleh buzzer.beater
Demokrasi yang mahal.
Uangnya utk bangun rumah ibadah dari golongan tertentu pak.katanya gpp.
biaya pilkada besar sih
mungkin karena doyan jajan. mungkin lho ya
mau gaji gede gaji kecil kalau soal duit mah manusia gelap mata gak sih
Gaji besar itu utk mengurangi kemungkinan pejabat publik yg memang mau mengabdi supaya tidak tergiur korup
Tp kalau dr awal niatnya sudah mau KKN, gaji besar pun percuma
Selama korupsi tidak di hukum mati ya pasti akan terjadi lg..emoticon-Traveller
profile-picture
aljibo memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kita sdh punya Badan Pengaas KPK ... jadi bisa menambah 1 KPK lagi utk Indonesia Barat dan Indonesia Timur

digaji yg sama dg gaji Polisi dan Jaks
Mau gajinya ratusan juta kalo urusan uang jaman sekarang pasti tetep aja bikin tergiur seseorang sih
Manusia emang ga ada puasnya sih, mau gajinya gede kalo ada peluang jadinya begini, integritas emang penting


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di