CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kutitipkan Ryan Padamu [Cerpen]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e65d670f4d695083b1442da/kutitipkan-ryan-padamu-cerpen

Kutitipkan Ryan Padamu [Cerpen]

Kutitipkan Ryan Padamu [Cerpen]

Sumber: pixabay.com/free-photos

Quote:



Aku terbangun saat ayam berkokok begitu keras di halaman belakang. Semalaman, aku tak bisa tidur pulas karena memikirkan kondisi adikku yang makin melemah. Dulu, aku pernah berkeinginan untuk melanjutkan sekolah hingga ke jenjang bangku kuliah. Meskipun kini harapan itu rasanya harus aku urungkan, demi kesembuhan adikku yang mengidap penyakit jantung sejak lahir.

Adik laki-laki satu-satunya terlahir dalam kondisi fisik yang lemah. Seharusnya ia bebas bermain kesana-sini. Sayangnya, ia hanya bisa duduk di depan rumah, memandangi teman-temannya dengan tatapan kosong.

Penyakit yang diderita oleh adik semata wayangku, lantas membuat ia dibully oleh teman-temannya di sekolah. Ya, adikku memang masih kecil, usianya 10 tahun dan duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar di Bandung.

"Hahaha. Dasar anak jantungan!" ledek mereka kepada bocah kecil usia 10 tahun itu.

Dan tiap kali dia dibully dengan kalimat itu, ia langsung naik darah. Hal ini membuatku tak kuasa menahan air mata dan mencoba tegar untuk ikut membantu biaya pengobatannya.

"Via, ini ada telepon untuk mu."

Suara Ibu seketika membuyarkan lamunanku.

Via adalah namaku, anak pertama dari keluarga kecil ini. Ryan adalah adik laki-laki yang paling aku sayangi di dunia ini. Aku memiliki seorang Ayah yang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang karyawan dan Ibuku adalah seorang pedagang pakaian di kios pasar Kota Bandung.

Setelah lulus SMA, aku bersyukur bisa diterima bekerja sebagai pelayan di sebuah toko pakaian (distro) yang ramai pembeli di kawasan Bandung Kota. Aku menaiki sepeda motor pulang pergi saat bekerja, meskipun hal ini terkadang membuat Ibu was-was. Namun, semua jerih payah ini aku lakukan demi Ryan seorang.

Kakak mana yang tidak sedih melihat adiknya yang periang berubah menjadi sosok introvert karena dibully oleh teman-temannya di sekolah

"Kak, kapan Ryan bisa dioperasi?" tanyanya dengan muka memelas.
"Nanti kalau uangnya sudah terkumpul banyak, Ryan pasti bisa segera dioperasi," jawabku sambil mengelus kepalanya.

Aku teringat ketika Ryan mendadak kejang-kejang di malam hari. Ayah dan Ibu langsung panik kemudian membawanya ke dokter. Sementara aku menunggu di rumah dengan perasaan was-was yang luar biasa. Aku sungguh takut apabila terjadi sesuatu pada Ryan. Tak hentinya doa aku panjatkan sembari menunggu Ryan dan kedua orang tuaku datang.

Alhamdullilah, aku bisa bernafas lega saat melihat kondisi Ryan stabil dan normal kembali. Satu hal yang aku takutkan adalah apabila penyakit jantung yang diderita oleh Ryan makin parah. Satu-satunya jalan yang bisa menyembuhkan sakitnya tersebut adalah operasi. Namun, sayang biaya yang harus dikeluarkan itu pun tidak sedikit. Orang tua kami bahkan hampir bangkrut dalam upaya agar Ryan tetap hidup.



BERSAMBUNG
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anakjahanam721 dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Richy211
Halaman 1 dari 3
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Diubah oleh Richy211
kurang ajar itu temen temennya ! emoticon-Ngamuk
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Iya maklum anak kecil kan gtu Nami, padahal kshn bgd ya emoticon-Mewek
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Ijin baca sis, slm kenal..emoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Iyaa gan monggo dibaca hihii tapi malu ane emoticon-Cape d... (S)emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan robin.finck memberi reputasi
Quote:


Jangan malu2 gitu deh .. emoticon-Maluemoticon-Malu

Biasanya malu2in kan..emoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Hahhaa malu sama cerpennya gan emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan robin.finck memberi reputasi
Quote:


Oh.. kirain orangnya pemalu...emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Hehe agak sih malu2 hiksss, makasih gan udah mampir.
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan robin.finck memberi reputasi
Quote:


Iya sama2...

Nanti ane mampir terus deh, asal updatenya lancar.. emoticon-Maluemoticon-Malu

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Hahhah insyaAalloh lancar nanti gan.
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan robin.finck memberi reputasi
save Ryan...
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Hehehe ini story apakah udah ketebak endingnya ya? Kalau menurut agan endingnya spt apa?
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
lanjutkan sis
emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Quote:


Hehhe makasih gan atas kunjungannya.
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Tentu tidak lah gan. Tetep membuat penasaran pembacanya. Hanya nama tokohnya bikin ane teringat judul film saving privat Ryan. Hehehe.. lanjutkan gan emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Diubah oleh galih17
Quote:


Ouh gtu gan ane belom lihat malahan film itu nanti otw searching dahh mkaasih infonya gan.
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Itu film agak lawas sih gan. Tapi keren.. penuh makna emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Richy211 memberi reputasi
Diubah oleh galih17
Quote:


Oh gtu gan baiklah nanti ane otw searching kayanya menarik ya?
profile-picture
ciptawan memberi reputasi

Kutitipkan Ryan Padamu [Part 2]

"Ryan, bagaimana kondisimu?" tanyaku sambil meraih tangan Ryan yang pucat seperti mayat.

Dia tak menjawab apa-apa. Namun, matanya yang berbinar seolah mengisyaratkan bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. Seketika aku pun merasa lega dan memeluk Ryan dengan erat.

"Aku sayang kamu dek."

Ryan diboyong oleh Ayah ke tempat tidur. Dia langsung tertidur pulas akibat efek obat yang diberikan oleh dokter tadi.

Melihat Ryan yang tertidur pulas dengan muka yang masih terlihat pucat, kami tak kuasa ingin menitikkan air mata. Meskipun Ibu kami bukanlah Ibu kandung, tetapi beliau nyatanya adalah sosok Ibu yang baik dan perhatian kepada aku dan Ryan.

Setahun yang lalu, Ibu kandung kami meninggal dunia karena jadi korban tabrak lari pengguna motor ugal-ugalan saat hendak menyebrang jalan.

Kejadian pahit itu masih saja membekas di benakku. Kulihat darah Ibu berceceran di aspal dan Ibu tewas seketika di tempat kejadian. Padahal jalan itu terbilang cukup sepi, tetapi sungguh naas kenapa Ibuku harus meninggal dengan jalan seperti itu.

Sambil membelai lembut rambut Ryan yang hitam legam aku berkata.

"Cepat sembuh ya, dek. Kakak janji akan segera membawamu ke Rumah Sakit untuk dioperasi."

Sebelum meninggal, Ibu kandungku pernah menitipkan pesan kepada Ayah melalui wasiatnya. Aku diberi amanah untuk menjaga dan merawat Ryan hingga sakit jantungnya sembuh. Meskipun masalah biaya Ayah tetaplah yang harus bertanggung jawab penuh sebagai tulang punggung keluarga kami. Namun, melihat Ayah yang usianya sudah tidak muda lagi, hati nuraniku ikut terketuk ingin membantunya untuk membiayai operasi Ryan.

*****

Pagi ini, Ayah tampak tertunduk lesu di depan teras rumah. Di tangannya terdapat secarik kertas berwarna putih. Aku ingin mendekati Ayah, tetapi niat itu kuurungkan saja. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dapur.

"Bu, kenapa wajah Ayah tampak murung sekali?" tanyaku pada Ibu yang sedang memasak nasi goreng.

"Mungkin dia kecapaian dengan pekerjaannya," jawab Ibu.

Namun, pernyataan Ibu tak seketika membuat hatiku merasa lega. Baru kali ini Ayah tampak muram sekali seperti ada masalah yang tengah menimpanya.

Sarapan pagi yang biasa kami lakukan dengan penuh keceriaan, tiba-tiba auranya mendadak suram. Ayah masih saja terlihat lesu dan tak bersemangat pagi ini di meja makan, karena penasaran aku pun akhirnya bertanya pada Ayah.

"Ayah, apakah kau sakit?" tanyaku.

Ayah tidak menjawab pertanyaan yang aku ajukan, tetapi dia hanya tersenyum lebar dan seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Dalam hati aku merasa senyum yang ia berikan padaku hanyalah sebuah ketidakjujuran sebagai peralihan atas apa yang tengah ia rasakan.

Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lin680 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Richy211
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di