CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / Music /
BendGo Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air Lewat Album Tradisi Pertiwi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e65d5402525c334ce701c1e/bendgo-bangkitkan-semangat-cinta-tanah-air-lewat-album-tradisi-pertiwi

BendGo Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air Lewat Album Tradisi Pertiwi

BendGo Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air Lewat Album Tradisi Pertiwi
Siapa tak kenal dengan grup paling legendaris Indonesia, Koes Plus atau Koes Bersaudara. Grup yang sudah ada dari tahun 1960-an ini bisa dibilang dedengkotnya grup musik Indonesia. Karyanya banyak dipuja, dikenang, diapresiasi, dibawakan ulang,  dilestarikan dan tentu saja menginspirasi.

Dan salah satu dari banyak orang yang kena inspirasinya mereka adalah para personil bendGO. Band yang digawangi oleh Ivan J Malik (drummer), SF Aritonang (Guitar dan Vokal),  Kusnandar (Vokal dan Keyboard), dan Tri Mulyono (Bassis dan Vokal), mengamini bahwa Koes Plus atau Koes Bersaudara adalah sumber insipirasinya dalam bermusik.

Album perdana volume 1  bertajuk "Tradisi Pertiwi" yang baru dirilisnya pun penuh dengan semangat jiwa nusantara dan cinta tanah air seperti halnya lagu di album-album Koes Plus / Bersaudara.

Tak hanya jiwa nusantara, melainkan juga sebagai pengingat nusantara ini punya beragam nilai luhur yang patut dilestarikan, seperti kerukunan dan toleransi sesama anak bangsa, rasa persatuan dan kesatuan, dan semangat kebangsaan.

"Di dalam album Tradisi pertiwi, kita ingin mengajak semua orang hidup rukun damai, saling gotong royong, hormat menghormati dan meletakkan persatuan dan kesatuan diatas segalanya. Saya merasa sudah mulai luntur. Di album Ini kita ingin kasih ini lhoo semangat kebangsaan yang jangan dilupakan supaya Indonesia semakin maju," kata Aritonang, Sabtu, kemarin.

Ya, kendati punya warna musik seperti band idolanya,  album BendGO yang berisikan 22 lagu ini semuanya adalah ciptaan sendiri.

"Koes Bersaudara dan Koes Plus adalah inspirasi tapi kami menciptakan lagu sendiri, band kami adalah pelestari dan penerus dari nilai yang ada di karya-karyanya " kata Aritonang.

Proses penggarapan album Tradisi Pertiwi ini sendiri memakan waktu yang cukup lama hampir sekitar satu tahun. Hal itu terjadi lantaran, Aritonank memiliki kesibukan dalam profesinya sebagai anggota polisi. Sehingga, sang manajer, Zenny MP harus menyesuaikan jadwal rekaman dan termasuk kegiatan band lainnya agar tidak bertabrakan dengan agenda Aritonank sebagai polisi.

"Kebetulan kita pencipta lagunya sendiri Bang Ari, dan dia merangkap sebagai produser, dan kita kerjasama sama label HSA, kebetulan di situ ada Mas Tony Musika yang men-direct kita. Dan waktu itu prosesnya hampir dua bulan, karena satu album ini ada 22 lagu. Itu hanya recording-nya saja dua bulan," ucap Aritonang.

"Jadi kami itu recording tuh Maret 2019. Recording, mixing, mastering, sampai produk itu hampir setahun. Sebenarnya, kita awalnya mau launching akhir Desember 2019, tapi karena ada sesuatu akhirnya ditunda hari ini. Selain dalam bentuk CD, album kami Tradisi Pertiwi juga bisa dinikmati di seluruh platform musik digital, seperti Joox, Spotify dan lainnya," tambahnya.

BendGO sendiri terbentuk berawal dari pertemanan di grup facebook khusus para pecinta dan pelestari Koes Bersaudara dan Koes Plus.

Berangkat dari semangat yang tinggi tersebut, Aritonang selaku inisiator mengajak bertemu untuk bermain musik menyanyikan lagu-lagu Koes Bersaudara / Koes Plus di rumah Tono yang berada di Jalan Bendungan Jago, Jakarta Pusat.

Formasi awal dari personil BendGo ketika itu adalah  Tono, Naji, Ivan, Kusnandar dan Aritonang. Kemudian  dari  Jalan  Bendungan  Jago  tersebut (sebagai basecamp pertama), dibuatlah nama band menjadi BendGO yang kependekan dari Bendungan Jago.
BendGO ini memiliki logo yaitu pohon kelapa yang punya makna ingin menjadi grup band yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Seperti pohon kelapa yang banyak manfaatnya, dari buah, kayu, daun sampai batangnya. Band kami ingin seperti pohon kelapa yang banyak manfaatnya bagi masyarakat," kata Aritonang yang sudah akrab dengan Koes Plus dan Bersaudara sejak kecil. "Semoga album Tradisi Pertiwi ini dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat Indonesia."

Sementara itu, Yok Koeswoyo, salah satu personil Koes Plus mengapresiasi karya dari BendGO. Yok menitipkan pesan khusus kepada grup musik BendGo yang punya corak warna musik yang sama.

“Setelah saya dengar semua lagunya, ternyata selaras dengan kami. Dulu waktu kami merilis lagu dari satu sampai kesekian, kami ingin menanamkan rasa memiliki dan mencintai pada Tanah Air. Saya bangga (sama BendGo, Red),” kata Yok Koeswoyo.

Musisi senior berusia 77 tahun itu ini  meminta BendGo bisa menjadi penerus Koes Plus. “Mereka harus melanjutkan langkah kita yang sudah selesai, semoga sukses  untuk band ini," pungkasnya.

Sumber: https://www.hariansuara.com/news/ent...nta-tanah-air
Diubah oleh hariansuara.com


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di