CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sedih! Hotel Dihajar Corona, Karyawan Mulai Dirumahkan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e65d445facb9507563bc7ee/sedih-hotel-dihajar-corona-karyawan-mulai-dirumahkan

Sedih! Hotel Dihajar Corona, Karyawan Mulai Dirumahkan

Sedih! Hotel Dihajar Corona, Karyawan Mulai Dirumahkan

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus penyebaran virus corona yang makin meluas ke banyak negara termasuk Indonesia semakin memukul sektor pariwisata khususnya bisnis perhotelan. Bisnis hotel telah mengalami tekanan jumlah pengunjung atau okupansi yang anjlok ke level 30% dari kondisi normal 70-80%.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan hotel yang mengalami penurunan pengunjung cukup dalam berdampak pada pendapatan usaha, mereka sudah ada yang mulai merumahkan karyawan.


In dilakukan sebagai langkah efisiensi karena penyumbang terbesar biaya operasional hotel dan restoran adalah biaya tenaga dan biaya listrik. Dia mencatat, tingkat okupansi hotel yang turun 30%, mempengaruhi pendapatan hingga anjlok 50%.


"Ini penyumbang terbesar biaya perhotelan. Sekarang, hotel dengan kondisi tersebut sudah mulai membicarakan dengan karyawan, khususnya untuk keberlangsungan perusahaan. Mereka melakukan giliran bekerja atau dirumahkan," katanya kepada CNBC Indonesia, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Ia bilang kondisi krisis ekonomi yang pernah menghantam Indonesia pada tahun 1997-1998 mirip seperti saat ini. Kala itu, pengusaha juga pernah memberlakukan hal yang sama dengan merumahkan karyawan.

Setidaknya ada tiga hal yang dibutuhkan oleh industri saat ini. Pertama payung hukum atau regulasi pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi pinjaman kepada nasabah yang terdampak virus corona.

"Perhotelan yang paling besar (dampaknya). OJK segera relaksasi supaya menjadi dasar bentuk pelaksana untuk bisa melakukan penyesuaian. Kami melihat situasi di lapangan bank belum bereaksi. Di mana kondisi cash flow perusahaan sudah turun jauh," terangnya.

Kedua, adalah relaksasi perpajakan yang menyangkut pajak perhotelan dan restoran. Dengan terganggunya arus kas perusahaan, bisa berakibat dengan alokasi pembayaran pajak daerah.

Terakhir, sosialisasi yang kondusif kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat tetap melakukan kegiatan, jangan sebaliknya tak melakukan apa-apa. sebab, ini akan menambah berat beban perekonomian.

"Penanganan harus tetap, jika memang ada suspect, diharapkan dapat di treatment dengan baik, dan trace penyebaran ke mana. Sehingga aktivitas yang lain tak terganggu," katanya.

Sektor perhotelan termasuk yang dapat insentif berupa penghapusan pahak hotel oleh pemda. Ini bagian dari paket insentif yang diberikan pemerintah.

sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...lai-dirumahkan
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
efek corona kemana mana

pemerintah malah pusing sendiriemoticon-Gila
Lihat 1 balasan
Bagi karyawan hotel ... income yg di andalkan uang service selain gaji pokok

Klo kondisi okupansi sepi ... susah berharap dr uang servise

dipersiapkan aja jadi tempat isolasi pasien suspek COVID-19.
profile-picture
77665.123456 memberi reputasi
bagi ts semua berita ekonomi yg jelek pasti salah si kowi

kalo si @jkwselalub3n4r semua berita buruh salah si kowi



kabinet wowok 02

ts menko merangkap menkeu
menaker @jkwselalub3n4r



ts kejedot pintu pun salah si kowi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anditsung dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
coba hotel banyak kerjasama ma ####chat...perbanyak open BO...dijamin rame tuh hotel
Lihat 1 balasan
emoticon-Bingung itu berarti penghasilan hotel benar2 luarbiasa dengan ada nya turis. akibat turis sepi sampe ndak bisa bayar dan merumahkan karyawan, itu pertanda duid perputaran bwat menjaga kestabilan ternyata terkoneksi langsung pada dana sewa turis yg menginap.
alexis klo kena corona bakal turun harga gak si?? bedewe alexis masi exist y?
Lihat 2 balasan
Kadang ane bingung dengan pengusaha2 yg mengeluh daya beli rakyat rendah tp mereka sendiri ga menggaji karyawannya dengan memadai. Gimana mau daya beli tinggi kl gt caranya emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan bangsutankeren memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Apakabar Batam ya.apakah ikut terimbas juga ?
semoga wabah corona bisa segera berakhir
Jokowi kira pariwisata bs sumbang pajak andelan



Tau2nya stelah mukul ekonomi rakyat pake pajak tinggi eh pariwisata nya jg kena masalah.

Mau Lari kemana Luh jok emoticon-Leh Uga
Bayar utang Lu noh







emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan kaiserwalzer memberi reputasi
di bali udah banyak yg dirumahkan, yg pegawai kontrak udah pada diputusemoticon-Thinking



jgn panik corona gak lebih mematikan dari flu..... asuuuuemoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lucid
Lihat 3 balasan
Pengen sumpel mulutnya sih
Ama orang2 yg panikan itu...

Apa yg kalian inginkan?
Isolasi Depok? emoticon-Big Grin


Panikmu
Bencana kita
Diubah oleh xrm
mana si rizal ramli yg bacot klo corona gak ada efeknya ke perekonomian??
Quote:


PSK nya yg takut itumah
Deket2 kena covona aja ketularan.apalagi cipokan sambil mantap mantap
Quote:


D maklumin aja
Ga pny pengalaman.masih belajar dia
Jgn salahin mukidi.salahin yg milih lah

Bangga deh gw kmaren golput emoticon-Hansip
Terserah lu kate golput dosa.yg penting gw bkn golongan org dongo yg kmaren milih skrg mencacimaki
betul juga sih..
kemarin rencana mau liburan tp cancel krn corona..
takut ngumpul2 rame2 dulu..
Haryadi ini dulu pangkatnya apa ya, kayaknya dulu pernah tahu tapi bukan phri

Quote:


eh iya ya, masuk akal juga. Hotel dipaksa jadi tempat isolasi.
Lihat 1 balasan
Quote:


iya memang dia lemah di bidang ekonomi, padahal menteri2 ekonominya kelas kakap
sektor laen udah duluan tiarap sampe tinggal 30 %...........pasar ga bergerak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di