CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Aceh /
[COC Regional : Lokasi Wisata] Mengejar Sunset Pantai Lhok Nga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e65b7bb28c99159ed2f96c5/coc-regional--lokasi-wisata-mengejar-sunset-pantai-lhok-nga

[COC Regional : Lokasi Wisata] Mengejar Sunset Pantai Lhok Nga

Mendengar kata Aceh, kalau tidak makanan ya keramahan alamnya. Meski sebenarnya banyak bangunan dan keindahan seni yang juga sayang untuk dilewatkan. Pantai menjadi salah satu komoditas pariwisata unggulan di Bumi Serambi Mekkah ini. Pantai Lhok Nga menjadi satu diantaranya. Kebanyakan orang datang ke pantai untuk bermain air bersama keluarga. Tapi jika itu bukan tujuan utama, menikmati matahari terbenam bisa menjadi pilihan lainnya.

Pantai Lhok Nga merupakan salah satu pantai dengan garis tepi yang panjang. Barangkali sampai 1000meter panjang bibir pantainya. Biasanya pengunjung yang akan menikmati deburan ombak dan mandi mandi akan menuju Pantai Lhok Nga yang tepat berada di depan Pabrik Semen. 11kilometer jauhnya dari Mesjid Raya Banda Aceh. Disana terdapat jambo (balai-balai) untuk pengunjung beristirahat. Tetapi karena tujuan kita menikmati matahari terbenam, roda kendaraan harus kita arahkan melewati Pabrik Semen. Sekira 500meter jauhnya. Pada bagian ini, sekilas tidak terlihat sebagai pantai yang layak dikunjungi. Hal ini dikarenakan tidak ada fasilitas apapun disana. Tidak ada toilet, tempat parkir kendaraan, para penjaja makanan. Ternyata pada daerah ini memang tidak dijadikan sebagai tempat wisata.
Spoiler for Suasana:

Terlihat sekawanan ternak berjalan menikmati petang di tepi pantai. Sesekali berlarian mengejar kawanan ternak yang lebih ramai. Berputar-putar seolah hidup tiada beban. Beberapa nelayanan jaring tanpa kapal terlihat berkemas hendak menjala. Sepertinya pantai ini memang tidak sepenuhnya dibuka karena masih menjadi area nelayan mencari ikan. Beberapa pemuda dengan sigap menebar jala tidak jauh dari bibir pantai. Tak lama kemudian, mereka bersama sama menarik jala tersebut ke arah pantai. Sesekali terlihat mereka tertawa girang, bukan karena mendapatkan ikan yang besar, tetapi ini terlihat seperti tertawa seloroh karena jaring hanya mendapatkan sampah. Beberapa botol minuman ringan terlihat dikumpulkan nelayan di tepi pantai. "Nanti kita buang supaya tidak mengotori pantai ini", ujar salah seorang pemuda. "Kalian juga silakan main kemari, tapi jangan lupa sampah dibawa pulang", imbuhnya lagi.
Spoiler for kodak sigoe:

Petang ini sepertinya tangkapan ikan tidak begitu menggembirakan. Saya dan beberapa kawan tetap asik mengabadikan semua interaksi ini. Gerak gerik nelayan yang menebar jala sungguh atraktif, sayang untuk dilewatkan. Pun demikian dengan hewan ternak yang berada di tepi pantai. Hewan-hewan tersebut bisa menjadi objek fotography, sehingga menambah ramai suasana. Pantai yang landai, pasir yang putih menjadi pilihan banyak orang untuk menjadi latar pengambilan foto. Terlihat beberapa pengunjung lain yang mengabadikan gambar calon pengantin di sudut pantai lainnya. Hal ini terlihat sangat jelas dari peralatan yang mereka bawa. Tidak salah memang mereka mengambil momen, tepat sebelum matahari terbenam.
Spoiler for Nelayan:

Sinar matahari yang terik dan menyilaukan, perlahan mulai melunak. Perlahan tapi pasti, matahari mulai tenggelam di ujung puritan. Suasana pantai mulai dingin, terik matahari berganti dengan desir angin sepoi-sepoi. Warna langit berubah merah merona, seakan tersipu malu menyambut gelap malam. Kawan kawan lain mulai menebar kamera berpondasikan tripod-tripod berwarna gelap. Sebenarnya sungguh rawan mengambil gambar di tepi pantai. Jika ceroboh, kamera bisa terkena air laut dan pasir pantai. Tapi sepertinya kawan kawan tak menghiraukan hal tersebut. Tidak cuma kamera, layar ponsel terlihat berkali kali merekam momen-momen matahari terbenam. Syahdu sekali rasanya. Keindahan alam yang tak terkira, siapa sangka suasana pantai yang sebelumnya terik menyengat berubah drastis menjadi sendu dan menyejukkan. Prosesi terbenamnya matahari tidaklah pernah lama. Kita harus cepat-cepat dalam mengabadikannya. Pun jika ingin menikmatinya, tidak bisa berlama lama. Dengan terbenamnya matahari, maka tiba waktunya ibadah Shalat Magrib. Sudah menjadi ketentuan di Aceh untuk meninggalkan pantai dikala Magrib menjelang. Untuk masuk ke area ini, setiap kendaraan roda dua dikenai tarif 2ribu rupiah, dan 5 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat. Jika ke Aceh, jangan lupa nikmati sunset Pantai Lhok Nga.
Spoiler for Sunset:
Diubah oleh PriNx


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di