CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / All About Design /
RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e659f914601cf7f420812bd/rgb-vs-cmyk-pengaturan-komposisi-warna-untuk-desainer

RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer

RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer

Warna menjadi salah satu elemen dasar desain grafis yang paling penting. Secara pengertian, warna adalah spektrum tertentu yang terdapat dalam suatu cahaya sempurna atau berwarna putih. Nah, dalam mengerjakan proyek desain, pemilihan warna terkadang menjadi bagian krusial. Contoh kendala yang kerap dihadapi desainer adalah perbedaan warna antara di layar dengan hasil cetak. 


Sudah menghabiskan waktu semalam suntuk untuk mendesain, eh hasilnya malah tidak memuaskan setelah dicetak. Apakah kamu salah satu orang yang pernah mengalami kejadian ini? Kalau pernah, mungkin terjadi kesalahan saat kamu setting komponen warna. Ada yang namanya RGB dan CMYK sebagai pengaturan komposisi warna untuk desainer. Yuk simak penjelasan tentang perbedaan RGB dan CMYK yang sudah kami rangkum di bawah ini!

Apa Itu RGB?

RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer

Warna RGB (sumber: color-list.fandom.com)

Kami mulai dari pembahasan pertama tentang pengertian RGB yang merupakan singkatan dari red, green, and blue. RGB adalah satuan model warna yang di dalamnya terdiri atas 3 buah warna, yaitu merah, hijau, dan biru yang kemudian bisa dikombinasikan dengan berbagai cara untuk menghasilkan ragam warna lain. Tinggal divariasikan saja intensitas warnanya. 



Model warna RGB biasanya digunakan untuk gambar elektronik atau gambar yang nantinya akan ditampilkan secara digital. Penggunaan mode warna RGB seharusnya tampak cocok di layar jenis apa pun. Namun, kembali lagi dengan jenis device yang kamu gunakan, karena masing-masing device berasal dari pabrik yang berbeda. Sehingga terjadinya perbedaan warna dari device satu ke device lainnya sangat mungkin terjadi. 

Desainer dapat mengontrol beberapa aspek warna, seperti hue, saturation, dan shadow untuk memodifikasi salah satu dari tiga warna utama RGB. Karena dilakukan secara digital, desainer dapat memanipulasi bagaimana cahaya pada layar dapat berimplementasi untuk menciptakan warna yang mereka inginkan.

Pencampuran Warna RGB

Ketika semua warna RGB dicampurkan, yaitu red, green, dan biru, maka akan menghasilkan warna putih murni. Merah ketika dicampur dengan hijau akan menghasilkan warna kuning. Hijau ketika dicampur dengan warna biru akan menghasilkan warna cyan. Biru dicampur dengan warna merah akan menghasilkan warna magenta. Kalau warna merah, hijau, dan biru dicampurkan bakal menghasilkan warna putih deh. 

Format File Terbaik untuk RGB
RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer
Format file untuk RGB (sumber: 99designs.com)

Meski terdapat perbedaan RGB dan CMYK, mereka memiliki fungsi masing-masing dalam mendesain. Misalnya dari format file yang akan kamu gunakan saat ‘Save As’. Berikut beberapa format file terbaik untuk RGB:

1. JPG adalah jalan tengah yang bagus antara ukuran dan kualitas file. Selain itu, format JPG dapat dibaca hampir di device mana saja.
2. PSD adalah format file standar untuk dokumen dengan mode warna RGB, karena hampir semua desainer bekerja dengan software Adobe Photoshop.
3. PNG merupakan format terbaik untuk aset grafis. Pertimbangkan format file yang satu ini untuk menciptakan desain UI seperti tombol dan ikon.
4. GIF ideal digunakan jika terdapat animasi, seperti animasi logo atau ikon yang bergerak di opening video

Apa Itu CMYK? 
RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer
Warna CMYK (sumber: ineasysteps.com)

Perbedaan RGB dan CMYK sebenarnya dapat kamu lihat dari pengertiannya. Kalau RGB terdiri dari warna red, green, and blue, CMYK terdiri dari warna cyan, magenta, yellow, and key. CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang umumnya digunakan di percetakan. Warna cyan, magenta, yellow, dan key/black dicampurkan dengan komposisi tertentu sehingga mampu menghasilkan warna yang kamu inginkan. 

Warna CMYK cocok digunakan untuk gambar yang nantinya akan kamu cetak. Kami sangat menyarankan kamu menggunakan warna CMYK sebagai salah satu tips print digital yang paling mudah. Cukup ubah saja pengaturan di software yang bakal kamu gunakan untuk mendesain. Mesin cetak menciptakan gambar dengan menggabungkan warna-warna CMYK ke berbagai tingkat dengan tinta atau yang dikenal dengan istilah pencampuran subtraktif. 

Pencampuran Warna CMYK
Tahukah kamu kalau semua warna CMYK digabungkan, yaitu cyan, magenta, yellow, dan key/black, maka akan menghasilkan warna hitam loh. Cyan ketika dicampur dengan magenta akan menghasilkan warna biru. Magenta ketika dicampur dengan warna kuning akan menghasilkan warna merah. Kuning ketika dicampur dengan cyan akan menghasilkan warna hijau. Jika cyan, magenta, dan kuning digabungkan akan menghasilkan warna hitam cenderung keabu-abuan.

Format File Terbaik untuk CMYK
RGB vs CMYK: Pengaturan Komposisi Warna untuk Desainer
Format file untuk CMYK (sumber: 99designs.com)

Di atas, kami sudah membagikan format terbaik untuk RGB. Nah, sekarang saatnya kami membagikan untuk CMYK. Berikut beberapa format file terbaik untuk mode warna CMYK:
PDF sangat ideal untuk file CMYK karena kompatibel hampir di semua software dan device.
AI adalah file standar untuk mode warna CMYK, karena hampir semua desainer menggunakan Adobe Illustrator selain Adobe Photoshop.
EPS adalah Encapsulated PostScript yang memiliki file dengan format berisikan grafik atau bitmap. Format EPS juga kompatibel dengan software untuk mendesain vektor.

Nah, itu dia penjelasan singkat seputar perbedaan RGB dan CMYK yang wajib kamu ketahui, terutama kalau kamu seorang desainer yang setiap hari berkutat dengan pewarnaan. 





GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di