CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e651065facb954e3b2161dd/tak-sama-seperti-influenza-ini-penjelasan-ahli-soal-covid-19

Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19

Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Profesor dr Amin Soebandrio ,menegaskan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 berbeda dengan virus Influenza. Meskipun dari segi gejala ada kesamaan, dua jenis penyakit ini tidak bisa disamakan begitu saja seba berasal dari 'keluarga' virus yang berbeda.
"Virusnya sendiri berbeda. Keluarga virus influenza sama Corona, beda. Virus influenza itu misalnya H5N1, H1N1, H3N9 kalau tidak salah. Tapi Corona virus itu keluarga besar lain. Jadi tidak bisa disamakan. Walaupun gejalanya sama," ungkapnya, dalam diskusi, di Jakarta, Minggu (8/3).


Dia mengakui, memang ada sejumlah gejala Covid-19 yang mirip dengan influenza, seperti demam, batuk, dan sesak napas. "Tapi yang khas untuk Covid-19 ini tidak disertai dengan runny nose (mengeluarkan ingus), pilek yang mengalir. Kalau pasien dengan batuk pilek. Terus pileknya deras, hampir dapat dipastikan itu bukan Covid-19, tapi lebih banyak virus influenza," imbuhnya.
Dia melanjutkan, ada kemungkinan orang yang membawa virus belum tentu orang sakit. Karena itulah, strategi dalam penanganan Covid-19 harus diubah.
"Selama ini kita kriterianya adalah ada gejala dulu, demam, sakit, sesak napas, batuk, plus ada riwayat kontak. Kadang-kadang susah di-trace," urainya.

Amin menggambarkan, orang-orang yang terpapar Covid-19 seumpama piramida. Pada lapisan paling bawah dengan jumlah yang paling besar adalah mereka yang terpapar virus tapi tidak tertular dan kelompok orang tertular virus tapi tidak sakit berat.
"Orang yang terpapar oleh virus, tidak semuanya tertular. Tidak semua yang tertular itu sakit berat. Sebagian besar hanya mungkin kayak kena flu sebentar, demam terus sembuh sendiri."
Dua kelompok inilah yang kemudian bepergian kemana-mana dan kemudian menyebarkan SARS-COV-2. "Dia tidak sakit, dia tidak ke dokter. Jadi tidak ada indikasi yang harus diperiksa. Suhu juga tidak tinggi. Jadi dia bisa pergi lah ke luar kota, ke luar negeri, berkeliaran sejak sebelum Wuhan ditutup. Kita tahu masa inkubasi bisa ada yang 7 hari, 14 hari, 20 hari," tutur Amin.
"Kalau kita lihat penyebaran di internasional, ya mereka-mereka yang tadi tidak bergejala atau bergejala setelah 20 hari, tapi sudah sempat ke mana-mana," katanya.
Sementara di posisi puncak piramida, yakni mereka yang kemudian menjadi sakit karena Covid-19. Mereka yang sakit pun tidak semuanya dalam kondisi berat dan tidak semua yang mengalami sakit berat karena Covid-19 kemudian meninggal dunia.


"Jadi seperti piramida, yang meninggal itu sebagian kecil, ada yang sembuh juga," terangnya.


Karena itu, dalam kasus di Indonesia, saat ini sudah ada 4 kasus positif Covid-19. Karena adanya kasus positif, tidak tertutup kemungkinan ada juga orang yang terpapar virus tapi tidak sakit. Juga mereka yang sakit, tapi tidak berat.
"Itu yang kita mesti cari. Apalagi kalau yang sudah kontak dengan satu orang kasus indeks yang orang asing itu, plus dua orang ini sekarang sudah empat. Kita mesti lakukan active surveilance. Mesti cari. Di sisi lain orang-orang yang bergejala tapi tidak bisa diketahui kontaknya itu harus diperiksa."
"Jadi misalnya di RS. Kalau misalnya ada orang tiba-tiba demam tinggi, tiba-tiba batuk sesak napas dan dalam waktu singkat menjadi tambah berat, kita mesti curiga. Jangan-jangan ada kontak. Kalau ditanya, pergi luar negeri nggak, wah saya di kampung saja. Tapi kita tidak tahu dia ada yang menyembunyikan ada yang tidak tahu kalau dia kontak, misalnya ke mal atau ke mana," papar dia.

Menurut dia, seseorang dikatakan positif Covid-19 jika berdasarkan pemeriksaan laboratorium terbukti mengandung virus SARS-CoV-2. "(Positif) Kalau di laboratorium kita bisa buktikan orang itu mengandung virus. Walaupun tidak sakit. Jadi tidak bergejala dia bisa mengandung virus. Dia baru saja kontak atau virusnya belum sempat berkembang biak terlalu banyak."


Memang, mereka yang belum menunjukkan gejala Covid-19 akan menyebarkan virus lebih sedikit dari mereka yang sudah menunjukkan gejala Covid-19. "Kalau sudah bergejala berarti virusnya sudah masuk dalam sel dan berkembang biak," imbuhnya.
Meskipun demikian, berdasarkan penjelasan tersebut dia meyakinkan masyarakat agar tidak perlu panik. "Karena kalau kita lihat tadi sebagian besar yang terpapar itu tidak tertular. Yang tertular tidak semuanya sakit. Jadi kita bisa melihat," ujar Amin.
"Orang yang tertular punya kesempatan sembuh 94 persen. Itu penting dicermati oleh masyarakat. Tidak semuanya akan jadi kasus berat. Yang sembuh sekarang sekitar 50 persen. Sekitar 50.000-an tapi kesempatan untuk sembuh 94 persen," lanjut dia.


Sebagai contoh dia menyebutkan yang terjadi di China. Di Negeri Tirai Bambu itu, jumlah orang yang didiagnosa positif terus menurun.
"Kembali yang saya sebutkan, tidak semua yang tertular, itu bisa sakit. Yang sakit tidak berat. Ini yang kita cermati di China sekarang. Walaupun China dianggap sebagai negara episentrum, tapi sekarang jumlah orang yang didiagnosis positif malah menurun. Itu diakibatkan karena mereka dalam populasi sudah mengalami kekebalan," tandasnya.


https://www.merdeka.com/peristiwa/ta...covid-19.html

SEMENTARA ITU, PEMERINTAH BERKILAH

Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coztra dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
Halaman 1 dari 5
Kagak kebaca yg pemerintah berkilahnya
jadi takut ane gans emoticon-Takut
Bangke
Udahlah gak usah debat soal terminologi dan pengkategorian macam Kadrun aja, ribet amat hidup lu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
westciss dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sekelas profesor kok pake kata "kalau tidak salah"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ane denger ad yg gak batuk flu sama sekali alias kek orang sehat bisa stealth mode jg ni virus keknyaemoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
awarenes dan sosialisasi pencegahan virus harus diterangkan ke publik agar tidak mewabah lebih parah

jangan meremehkan atau mendownplay bahaya virus covid19
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sisitmae dan 2 lainnya memberi reputasi
Gw udh mulai pusing

Gatau yg bener yg mn.
Pemerintah dirumorkan nutup2in nih corona. Kadrun makin menjadi jadi disosmed dengan tagar2 anti pemerintahnya.

Kayanya emg ditahun ini pemerintah lagi busuk2nya emoticon-Ngakak

Doesn't mean I'm in kadrun side loh. Cuman this shit is so entertaining emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dmaul91 dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Kalau nular kayak flu gejala kayak ebola
Baru serem
beda ya ternyata
Lihat 1 balasan
Luar negeri: pakai masker, disinfektan, blokade kota
Dalam negeri: bisa sembuh sendiri

Indonesia raya! emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh blanccasse


Quote:


Itulah hebatnya indonistan bre
Cukup dgn doa segalanya teratasi
Apalg kl yg nyuruh doa itu seorang dokter sekaligus menteri kesehatan ditambah anjuran dr tukang stempel spy di buat sertifikat sehat (bebas corona)
Kedengarannya sesuatu banget

emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 2 lainnya memberi reputasi
terlalu menggampangkan ... takutnya tiba2 meledak kek di iran emoticon-Takut (S)

emang gak terlalu fatal kek sars / mers yg penderitanya koit lebih tinggi persentasenya tapi ini pirus belom ada obatnya
yg namanya penyakit belom ada obatnya ya harus diwaspadai lebih tinggi walopun tidak fatal akibatnya

panik jangan tapi meremehkan juga jangan emoticon-Hammer

china menurun yg kena karena fungsi karantina kota bekerja
semakin turun tingkat penyebaran semakin sedikit yg kena karena dilokalisasi episentrumnya
di china leaked video2 org ditangkap & digebukin kalo keluar kota yg di lockdown terutama dari wuhan
emang terlihat kejam tapi efek dari warga yg keluar tak terkontrol bisa membuat fungsi karantina sia2 kalo dibiarkan
kalo gak ya seperti iran makin hari makin tinggi jumlahnya

ane berharap indonesia aman2 saja karena tingkat kesiapan medis kita ya sekelas iran doank (data who th 2000)
kalo kena outbreak ya wassalam mualaikum wr wb emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:


Betul bro, disatu sisi kalo kritik pemerintah kita akan dibilang oposishit. Padahal memang masalah di era pemerintah sekarang lagi busuk sekali.
Ini baru rumor covid yg ditutupi. Belom nanti pajak minuman soda (gw org yg kontra dengan ini). Desas desusnya akan dinaikan 2-5%. Kemudian omnibus law. Selain itu? Ah banyak lah sampe pusing gw

Ya tapi, kadang kalo buka twitter. Lihat tagar2 kadrun sih suka lucu. Cuman khusus covid, gw bener2 mendukung mereka akan hal ini.

Entertaining emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
panjul1993 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Rs bunda ama permata depok belom bisa ya?
Berarti kalo depok belom bisa, daerah citayam pun rsnya gabakal bisa nampung covid...
Serem emoticon-Takut
Lihat 1 balasan
Yang menyebabkan kematian lebih banyak itu kecelakaan, kalau masalah penyakit dibanding dengan kecelakaan ya jauh gans. tapi kenapa kita sangat takut dengan penyakit baru? Karena belum terbiasa
Quote:


Emang mau quote komen siapa ?
Lihat 1 balasan
Quote:


Oke
pemerintah coba damage control tapi keliatan makin kesini omongannya malah blunder...

jgn pake masker bagi yg sehat

katanya yg carrier corona virus itu bahkan gak nunjukin symptom demam batuk flu. klo kyk gitu ya gak akan juga tes ke RS karena ngerasa dirinya sehat.
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan angelo.ogbonna memberi reputasi
Dia mengakui, memang ada sejumlah gejala Covid-19 yang mirip dengan influenza, seperti demam, batuk, dan sesak napas. "Tapi yang khas untuk Covid-19 ini tidak disertai dengan runny nose (mengeluarkan ingus), pilek yang mengalir. Kalau pasien dengan batuk pilek. Terus pileknya deras, hampir dapat dipastikan itu bukan Covid-19, tapi lebih banyak virus influenza," imbuhnya.

Yg katanya "ahli" ini sdh cek ricek blm sih apa gejalanya Covid-19?
Ga heran kl penanganannya amburadul.

Dari situs resmi WHO :

Coronavirus disease (COVID-19) is characterized by mild symptoms including a runny nose, sore throat, cough, and fever. Illness can be more severe for some people and can lead to pneumonia or breathing difficulties.

More rarely, the disease can be fatal. Older people, and people with other medical conditions (such as asthma, diabetes, or heart disease), may be more vulnerable to becoming severely ill.

People may experience:
runny nose
sore throat
cough
fever
difficulty breathing (severe cases)

profile-picture
profile-picture
KsatriaBebek dan angelo.ogbonna memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di