CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Karesidenan Pati /
[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e650fe10577a960ea606417/coc-regional-makanan-tradisional-eksistensi-kopi-lelet-lasem-di-era-kopi-kekinian

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian

Berbicara tentang kopi di wilayah eks Karesidenan Pati, ternyata di masing-masing kotanya memiliki tradisi yang berbeda. Kebun kopi banyak terdapat di lereng Gunung Muria, sebuah pegunungan di wilayah eks Karesidenan Pati yang lokasinya dikelilingi tiga Kabupaten. Ketiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kudus di sisi selatan, Kabupaten Pati di sisi timur, dan Kabupaten Jepara di sisi baratnya.

Kebun kopi di pegunungan Muria tersebar di beberapa titik. Di wilayah Kabupaten Kudus, kebun kopi banyak berada di Rahtawu dan Japan. Di wilayah Pati, banyak kebun kopi berada di daerah Jolong. Sedangkan wilayah Jepara, daerah Tempur menjadi sentra penghasil kopi.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
kebun kopi di Muria: sumber


Di wilayah eks Karesidenan Pati yang lain seperti Blora dan Rembang, tidak ada kebun kopi besar yang menjadi ciri khas.

Saat ini masyarakat sedang dilanda tren kopi. Tren tersebut juga melanda kota-kota di sekeliling pegunungan Muria. Hal ini ditandai dengan menjamurnya kedai kopi kekinian di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara.
Sementara di daerah yang lain seperti Rembang dan Blora, nampaknya masyarakatnya masih asyik dengan kopi tradisional yang selama ini ada.
Misalnya jika kita bicara Blora, tradisi kopi kothok masih menjadi primadona.
Sedangkan di daerah Rembang, tren kopi kekinian juga hampir tidak terasa. Hal ini karena tradisi kopi lelet sudah mendarah daging di masyarakatnya.

Di kabutapen Rembang, warung kopi lelet tersebar di berbagai penjuru wilayahnya, baik itu di kawasan kota maupun di pelosok desa. Pusat dari kopi lelet ini ada di Kota Lasem, sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Rembang. Lasem berada di jalur pantura dan berjarak sekitar 12 km dari Kota Rembang. Saking lekatnya Kota Lasem dengan kopi lelet, maka banyak orang-orang yang menyebut kopi lelet ini dengan sebutan kopi lasem.

Berbicara tentang kopi lelet, kita tidak hanya berbicara tentang minum kopi. Akan tetapi juga tentang budaya "nglelet".
Tentu agan-sista akan bertanya-tanya apakah "nglelet" itu. Nglelet berasal dari nge- dan lelet. Lelet sendiri adalah bahasa jawa yang bisa diartikan sebagai oles, sedangkan "nglelet" bisa diartikan dengan mengoles. Secara sederhana, nglelet adalah kegiatan mengoleskan ampas kopi ke media rokok. Ampas kopi yang dioleskan ke rokok ini akan memunculkan rasa dan aroma yang khas yang sangat digemari masyarakat di Rembang.

Ampas kopi yang bagus untuk nglelet adalah ampas kopi yang sangat halus dan berwarna hitam pekat. Untuk itulah, dibutuhkan teknik khusus dalam mengolah kopi menjadi kopi lelet.

Bahan dari kopi lelet adalah biji kopi biasa seperti yang ada di pasaran. Rembang sendiri adalah wilayah yang hampir tidak mempunyai kebun kopi. Hanya ada sedikit tanaman kopi di pegunungan Lasem, yang hasilnya sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kopi di wilayah Rembang. Oleh karena itu, bahan dari kopi lelet biasanya biji kopi yang dibeli dari luar daerah seperti dari Muria, Temanggung, maupun dari daerah yang lain.

Proses pengolahannya adalah biji kopi disangrai sampai sangat matang atau istilahnya full dark roast. Fase sangrai seperti ini jarang ditemukan pada pengolahan kopi modern. Hal ini wajar, karena pada fase ini hampir semua cita rasa khas dari kopi sudah hilang. Yang ada hanya rasa kopi secara umum dengan campuran sedikit rasa gosong.
Bagi penyuka kopi kekininan, hasil sangrai semacam ini tentu bukan hal yang bagus. Meskipun begitu, teknik ini menghasilkan kopi tradisional yang banyak digemari oleh masyarakat di wilayah Rembang dan sekitarnya.

Setelah proses sangrai atau roasting, kopi masuk tahap penggilingan. Sekali lagi, proses penggilingan atau grinding dari kopi lelet ini berbeda dengan pakem kopi kekinian. Secara umum, untuk menyajikan kopi tubruk diperlukan penggilingan sedikit kasar (coarse) atau mungkin agak lembut (fine). Untuk kopi lelet ini, diperlukan hasil gilingan sehalus mungkin (extra fine). Semakin halus maka akan semakin bagus untuk kopi lelet.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
menyangrai kopi: sumber

Untuk penyeduhan, kopi lelet ini sama dengan kopi tubruk secara umum, yaitu bubuk kopi dalam cangkir disebut dengan air panas, kemudian diberi tambahan gula. Ada juga penjual yang menyajikan kopi lelet ini dengan cara merebus kopi dan gula, seperti pada penyajian kopi kothok di Blora.

Jika agan-sista ingin menikmati kopi lelet, bisa menemukan di berbagai penjuru daerah. Di pelosok-pelosok desa, di gang-gang sempit di kota, maupun di sepanjang jalur pantura, agan-sista akan mudah menemui warung kopi lelet ini. Menjamurnya warung kopi lelet ini memunculkan persaingan dalam memikat konsumen. Biasanya mereka berlomba menggunakan penjual yang menarik. Misalnya wanita cantik dan masih muda, selain itu, orangnya musti ramah kepada para pelanggan.
Di sepanjang jalur pantura sendiri, ada beberapa warung yang kopi yang menawarkan pengalaman khusus. Jika agan-sista pernah mendengar istilah "kopi pangku", itu adalah salah satu trik untuk menarik konsumen.
Istilah kopi pangku ini merujuk pada beberapa warung yang penjualnya adalah wanita yang menarik. Pelanggan menikmati kopi sembari mengobrol dengan penjualnya, bahkan ada pelanggan yang saking asyiknya sampai rebahan di pangkuan penjualnya. Inilah yang kita sering dengar istilah "kopi pangku" atau "kopi pangkon".

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
warung kopi pantura: sumber

Persaingan warung kopi tidak melulu tentang "penjualnya". Banyak warung kopi lelet yang lebih memilih bersaing dengan menunjukkan kualitasnya. Seperti kita jumpai pada warung kopi lelet "Kopi John" yang ada di Kota Lasem.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
warung kopi john

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
pemilik kopi john sumber

Warung kopi yang berada 500 meter sebelah utara masjid jami Lasem ini, merupakan suatu panutan (benchmark) dari kopi lelet Lasem. Kopi John menawarkan kualitas kopi lelet yang bagus dan tempat yang nyaman. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung warung ini. Warung selalu ramai dengan pelanggan datang dari berbagai kalangan dan status sosial. Adapun harga dari secangkir kopi lelet ini kisaran tiga ribu sampai enam ribu rupiah. Di Kopi John, agan-sista juga bisa membeli kopi bubuk dengan kemasan mulai seperempat kilogram sampai satu kilogram.

Kegiatan nglelet ini membutuhkan perlengkapan khusus (starter pack) berupa tisu, lepek (saucer), susu kental manis yang berwarna putih dan benang atau bisa diganti dengan korek api.

Pertama-tama, kopi lelet diminum terlebih dulu. Lalu ampas kopi dimasukkan ke lepek dan dikeringkan dengan cara menyerap air menggunakan tisu. Ampas yang telah kering ditambahkan dengan susu kental manis dan diaduk sampai membentuk tekstur yang lumer. Tingkat kekentalannya menyesuaikan dengan teknik nglelet.
Untuk nglelet dengan teknik membatik menggunakan ujung korek apik yang diruncingkan, dibutuhkan adonan yang kental.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
nglelet menggunakan korek api

Sebaliknya, jika hendak nglelet menggunakan benang atau sekedar memakai sendok, diperlukan adonan yang lebih encer.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian
Teknik benang

Hasil dari nglelet tergantung dari kreatifitas orangnya. Jika mempunyai jiwa seni tinggi, hasil nglelet atau membatik ini bisa sangat indah lho gan.

[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian


[COC Regional: Makanan Tradisional] Eksistensi Kopi Lelet Lasem di Era Kopi Kekinian


Berikut tadi merupakan sedikit ulasan mengenai kopi lelet. Semoga bisa menambah perbendaharaan pengetahuan agan-sista tentang kuliner nusantara.


Referensi: rembanghits, lensapena, gerbang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kudanil.la dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh arsugo
Halaman 1 dari 7
wah ini mh jaman baheula gans, jadi flasback ane emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


main-main ke sini gan.
ane temenin deh

emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan buruhrokok memberi reputasi
Quote:


Quote:


kapan kita ngopi?

emoticon-Bingung
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Assiiiap gans emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


ikut gan

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan buruhrokok memberi reputasi
Quote:


Gass tipis2 gans emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
di cafe ga boleh sambil ngerokok, krn ber AC emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


ane bonceng ya

emoticon-Shakehand2
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Siap, cengtree juga boleh gans emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

warung kopi lelet, bebas ngudud gan

emoticon-Ngakak
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


gass gan, nanti mlipir2 gang biar ga kena rajia pakpol

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan buruhrokok memberi reputasi
kirei
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Wah kalau rokok dikasih kopi nih ane pernah tahu dulu teman suka nih, katanya ada rasa kopi di rokoknya, nah ane kagak paham krn ane gak merokok emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 4 lainnya memberi reputasi
Ane pernah nyoba kek gini, tapi di blora gan. Mungkin karena deket pati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
wah, sensasinya tiada terkira. ngopi sambil rebahan di pangkuan penjualnya

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan antomulyo memberi reputasi
Wah baru tau ane gan 🤤
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Kalo di jogja namanya "nyethe"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Dulu sempet nyobain ama temen emoticon-Angkat Beer
Kalo ga salah sekitar tahun 2010an...

Emang rasanya beda, meskipun dikasih gula banyak, masih tetep pahit kopinya. Luar biasa emang emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh DJFUNK
Jadi pengin ngopi.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
paduan yang sangat serasi antara kopi dan rokok.
apalagi penjualnya sedap dipandang

emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di