CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
TANGGAPAN PRIBADI ATAS KASUS REMAJA MEMBUNUH BALITA (CURHAT WASPADA SEORANG EMAK)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e644686eaab254f3554990e/tanggapan-pribadi-atas-kasus-remaja-membunuh-balita-curhat-waspada-seorang-emak

TANGGAPAN PRIBADI ATAS KASUS REMAJA MEMBUNUH BALITA (CURHAT WASPADA SEORANG EMAK)

TANGGAPAN PRIBADI ATAS KASUS REMAJA MEMBUNUH BALITA (CURHAT WASPADA SEORANG EMAK)
Pic. From : Pixabay



Serem liatnya. Mind blowing banget. Rasanya kejadian seperti ini hanya ada di novel atau film thriller. Atau cerita2 bernuansa sejenis. Atau, kalaupun benar-benar terjadi ada dibelahan bumi berbeda yang memiliki bahasa berbeda, yang harus dicapai menggunakan pesawat terbang.

Merinding.

Ternyata ada di tanah kita sendiri. Bangsa sendiri.

Allah .... Rasanya seperti bukan melihat berita, tapi melihat film dimana seorang polisi membongkar kejahatan seorang remaja. Ya, remaja .... Bahkan usianya belum mencapai 17 tahun.

Lebih mengerikan lagi ketika ada berita yang memberitahu jika dia merasa puas. Nauzubillah min dzalik.

Ketika polisi membeberkan beberapa bukti, di situ terdapat beberapa sketsa si remaja. Pertama yang terlihat adalah goresannya yg rapi dan apik, seperti anime. Sayangnya, bukan gambar yang kayak dilukiskan oleh anak seumurannya.

Gambar itu menunjukkan kesedihan, penyiksaan, bahkan ada sebuah perencanaan pembunuhan terhadap "baby". Ya, dia membuat semacam voting di selembar kertas tentang bagaimana jika ia membunuh seorang baby. Ada dua option, pertama; akan menjadi hal yang menyenangkan atau kedua; menyedihkan.

Sekali lagi merinding.

Iseng, saya scroll melihat beberapa komen di channel YouTube berita tersebut. Beberapa orang menyebutkan jika tulisan2 di sketsanya adalah lirik lagu dari Billie Elish dengan arti yang kurang pantas. Penuh kekerasan, kepedihan, kesakitan.

Billie Elish (bener nggak sih nulisnya?), saya kurang paham dua seperti apa. Tidak hanya itu, mereka pun menyebut jika gambar-gambar remaja itu mirip cerita psiko dalam cerita kartun yang entah siapa. Saya nggak paham siapa si Billie dan kartun yang seperti apa? Tapi sungguh luar biasa pengaruhnya.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana bisa anak seumuran itu mendengarkan atau menonton hal-hal yang belum pantas diusianya? Kenapa? Kemana orang-orang yang harus menjaganya?

Kok bisa?

Ok, memang tidak bisa setiap orang tua mengawasi anak-anaknya 24 jam. Dan tidak mungkin anak-anak tidak mengikuti perkembangan jaman. Tapi, paling tidak ... kita, orang yg disebut orang tua atau orang yang merasa sebagai penanggung jawab generasi berikutnya, bisa memfilter apa-apa yang pantas dan boleh bagi anak-anak. Anak-anak. Ya ... mereka masih golongan anak-anak. Anak balita, anak remaja.

Saya yakin, di setiap perjalanan hidupnya, mereka (pasti) memang dibekali pendidikan moral dan agama. Tapi seberapa besar porsinya?

Ya Allah ....

Tiba-tiba, saya merasa bertanggung jawab. Merasa bersalah.

Kenapa?

Sebab, karya apapun yang kita hasilkan memang ada pertanggungjawabannya.

You all know lah what i mean.

Bukan, bukan mau mengerucutkan ide atau membatasi kreativitas. Hei, saya suka hal-hal yang berbau kreativitas. Apapun itu. Tulisan, hasta karya, lukisan, musik. Bahkan, menurut saya pribadi, kreativitas adalah tingakatan tertinggi dalam ilmu yang dimiliki manusia. Karena kreativitas berasal dari hati. Kalaupun dipelajari, hanya beberapa persen dari porsi keseluruhan. Dan kreativitas sebetulnya ada di setiap jiwa manusia.

Tapi, alangkah baiknya jika kreativitas itu bisa mendorong setiap orang untuk melakukan hal yang lebih baik. Mencerahkan kehidupannya, dan bisa diambil manfaatnya. Dalam artian yang positif.

Memang membutuhkan kerjasama dalam lingkupan yang luas. Sebab, tidak semua orang memiliki interpretasi atau cara pandang yang sama. Misal, ketika ada sebuah cerita tentang pembunuhan atau fantasi thriller, ada orang yang bisa mengambil hikmahnya, ada orang yang terinspirasi melakukan seperti yang tertulis.

Lalu? Salah penulisnya? Salah pembuat lirik lagu? Salah pelukisnya?

Kenapa harus cari siapa yang salah?

Coba cari bagaimana kita semua bisa memandang semua menjadi 'hikmah'.

Pertama, klasifikasikan siapa saja yang pantas melihat, mendengar, dan membaca.

Kedua, sebagai orang tua beri penjelasan pada anak jika tontonan atau bacaan itu belum layak mereka lihat. Katakan saja belum cukup umur.

Ketiga, berikan bacaan, tontonan atau musik pengganti yang sesuai dengan usianya.

Keempat, beri rasa aman dan nyaman anak-anak di lingkungannya.

Memang nggak mudah punya anak. Seperti menerbangkan sebuah layang-layang. Ketika kita tarik, benangnya akan putus dan layang-layang terbang entah kemana. Ketika kita ulur, mereka akan terbang tak menentu.

Terakhir, berdoa semoga semua anak-anak kita selalu dilindungi oleh hal-hal yang tidak baik. Selalu dijaga, diberi keselamatan dunia dan akhirat.

----

Rieka Kartieka
Yogya, 8 Maret 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimdim21 dan 26 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riekartieka
Halaman 1 dari 7
MEMBESARKAN ANAK ITU GAMPANG. MENDIDIKNYA YANG SUSAH. BEGITULAH KALO KEDUA ORANG TUA SIBUK&TAK BISA MENDIDIK ANAK2NYA.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
berewekberewi dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh r0man0
Lihat 2 balasan
Quote:


Nauzubillah min dzalik
Semoga kita bisa mendidik our next G mrnjadi org yang baik dan bermanfaat.
Perilaku abnormal manusia hasil interaksi 2 faktor:
1. Disposisi atau Dalam (Kerja otak yang berbeda)
Anak2 dg perilaku spt ini punya kerja otak tidak biasa dg org dewasa. Dalam otaknya yg tidak normal, tidak memiliki rasa empati. Yaitu tdk dapat memposisikan diri pd org lain. Tidak bisa merasakan apa yg dirasakan org lain.
2. Lingkungan atau situasi
Ortu pelaku bercerai, tidak harmonis. Anak mengalami tumbuh kembang tidak baik. Anak2 adalah peniru ulung. Terinspirasi dari yg dia tonton. Apapun yg dia tonton, dengar dan baca mempengaruhi perilaku (teori pelaku sosial manusia)

Empat unsur yg harus ditelaah :
1. Impulsivitas
2. Agresi
3. Manipulatif
4. Penyimpangan
(Coba merangkum ucapan narasumber ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel di Kompas TV)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
berewekberewi dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Anak itu titipan Allah... Baik buruk anak faktor penyebabnya OrTu!! Bukan yg lain!! RIP Indonesian Youth People as it spoil our culture.. emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
Diubah oleh mocha.taufan
Lihat 2 balasan
Quote:


Iya, karena keluarga adalah pendidikan pertama bagu anak
profile-picture
mocha.taufan memberi reputasi
Quote:


Buat apa harta berlimpah tapi anak jadi psikopat... emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
mr.johnnyoutlaw dan riekartieka memberi reputasi
[quote=mocha.taufan;5e649200c0cad75f4f44d806]Buat apa harta berlimpah tapi anak jadi psikopat... emoticon-Hammer2[/quotepadahal anak juga harta yang tak ternilai emoticon-Cool
profile-picture
mocha.taufan memberi reputasi
Quote:


maaf, ente cowok atau cewek?
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Quote:


Cewek
Quote:


😊
Remaja yang memasuki masa pubertas, memiliki kecenderungan yg berbeda-beda. Ada yang jadi menyendiri kayak kura-kura masuk tempurung, ada yg masturbasi 5x sehari, ada yg suka melawan ortu, ada yg suka ngumpul sama teman, ada yg suka dandan dan nongki cantik.

Nih anak membunuh buat caper, pengen diakui, pengen jadi pusat perhatian. Persepsinya akan cara kerja dunia terdistorsi, dia pengen dianggap berbeda makanya dia bilang dia puas sudah membunuh, karena dunia memandang membunuh harusnya menimbulkan penyesalan.

Gw juga pernah muda, dulu gw sempat beberapa kali pengen jadi vampir, pengen punya taring pengen hidup abadi. Keinginan yg sangat kuat, maklum masa pubertas. Tapi karena gw bisa memandang dunia ini dengan realistis, gak ada tuh gw ngambil langkah kearah situ.

Setelah gw setua ini dan memandang balik ke masa itu, gw pengen jadi vampir karena pengen jadi pusat perhatian, mau menjadi penting, menjadi somebody.

Bersyukurlah ya gw gak goblok-goblok banget terus ngisap darah orang pake sedotan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Victorim dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:


oh, cewek. Tapi kita tak bisalah mendidik our next G sebab saya dah duluan mendidik my next G with my wife.
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
Quote:


emoticon-Cool titidije klo gitu emoticon-Ngacir
Quote:


Iya, ini anak sepertinya juga dipengaruhi faktor disposisi atau dalam yaitu pada bagian otsknya yg berbeda dg anak kebanyakan. Kebetulan dipengaruhi lingkungsm yg tidak bsik untuk tumbuh kembang. Ane malah pgn jadi Catwoman emoticon-Betty
Lihat 1 balasan
pejwan ga nih
oh iya kemarin juga ane baca threadnya... parah dah bocah skrg emoticon-Cape d...
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
double post koneksi siput emoticon-Cape d...
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
Diubah oleh abk3304157
dia haus akan perhatian, juga mau diakui oleh sekitarnya ditambah jiwa yang memang sudah terguncang atau ada trauma masa lalu dan di dukung oleh tontonan yang memang kurang bagus, lalu dia mencontoh yang dia lihat, muncul kepuasan sendiri. kasian juga anak sekecil itu udah ada bakat membunuh yang masuknya ini dah psiko ya.
profile-picture
riekartieka memberi reputasi
TANGGAPAN PRIBADI ATAS KASUS REMAJA MEMBUNUH BALITA (CURHAT WASPADA SEORANG EMAK)
profile-picture
profile-picture
riekartieka dan panjialiansyah memberi reputasi
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di