CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Jejak Langkah Plipus Dado Tukan, Pengrajin Anyaman Bambu Asal Flotim NTT
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e63fee4c0cad74cab5179c0/jejak-langkah-plipus-dado-tukan-pengrajin-anyaman-bambu-asal-flotim-ntt

Jejak Langkah Plipus Dado Tukan, Pengrajin Anyaman Bambu Asal Flotim NTT


Jejak Langkah Plipus Dado Tukan, Pengrajin Anyaman Bambu Asal Flotim NTT
Pengrajin Anyaman Bambu, Plipus Dado Tukan Bersama Tim  PKBM Watogokok Larantuka

LARANTUKA -
Kerajinan dari anyaman bambu menjadi tumpuan hidup seorang Plipus Dado Tukan, asal Desa Blepanawa, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena anyaman bambu inilah, menjadi sumber pendapatan dalam menggeluti usaha ekonomi kreatif tersebut.

Plipus Dado Tukan (38), salah seoarang pengrajin anyaman bambu, Sabtu (7/3/2020) kepada media, mengatakan usahanya di Desa Blepanawa Kecamatan Demon Pagong, sudah menggeluti usahanya sejak tahun 2000.

Berbagai aksesoris yang dihasilkan melalui life skilnya mampu menyentuh hati peminat, yakni tudung saji, tempat nasi, tempat kue, tempat buah, kap lampu, dulang, vas bunga,tempat tisu kotak, tempat tisu lipat, tempat sirih pinang (rakong kepe), tas dengan model bervariasi, tempat rokok,asbak, tempat map, tempat aqua kemasan dan lain-lain. Penghasilkan dari usaha ekonomi kreatif itu ternyata juga cukup menggiurkan, jika memliki banyak pesanannya, sebulan Dia bisa mendapatkan sekitar 12 juta.

Kini hasil usahanya selain dipasarkan di kota Larantuka dan sekitarnya, bahkan Dia mendapat pesanan dari Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, sejumlah 2000 buah aksesoris.

Kepada media, Plipus Dado Tukan menghimbau kepada generasi muda Flores Timur, agar bisa mengikuti jejaknya dan bisa bekerja bersamanya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Cerita Dibalik Kesusksesan Sosok Plipus Tukan.

Kepada media, Plipus Dado Tukan, mengatakan potensi ini menjadi sangat penting untuk memulai, bagaimana mungkin bisa memulai tanpa mengenal diri secara jujur, apa skil, bakat yang saya miliki . “Saya bisa menganyam di tahun 2000 dan bambu adalah tanaman rerumputan yang saya pilih menjadi bahan baku, karena hampir di semua daerah ada. Walaupun ada tantangan yang dihadapi saya menjalani dengan penuh hati,’’ungkap Dado Tukan.

Dado Tukan mengisahkan, 19 tahun silam saya memulai dengan otodidak dan mulai dengan di dinding rumah gedek, plafon, jendela ventilasi.

Rumah terakhir yang saya anyam adalah milik pa Nani Betan (Mantan Ketua DPRD Flotim) di tahun 2014, berselang satu setengah tahun, pada bulan Juni 2016 ada program dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT melaksanakan pelatihan membuat souvenir dari anyaman bambu yang terjadi di Desa Blepanawa Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flotim. Kegiatan ini berjalan lima hari dengan salah satu peserta adalah saya,”tuturnya.

“Dalam perjalanan waktu, kelompok usaha bambu yang kami tekuni ini, sembilan rekan saya, satu persatu meninggalkan saya bekerja sendirian, bayangkan saja, betapa sulitnya ketika hanya seorang diri, saya harus mempertahankan kelompok ini, yang dengan pengetahuan yang masih terbatas, sambal memikirkan apakah usaha ini berjalan lancar atau tidak. “Tanpa pertimbangkan lebih lama, bermodal nekat meninggalkan semua pekerjaan saya sebelumnya menjadi petani, dengan sambilan menganyam bambu, akhirnya saya memilih untuk menjadi pengrajin bambu total,”ungkap Dado Tukan.

Lebih lanjut, Dado menceritakan, dua tahun kelompok Belang Baran ini saya jalani sendiri tanpa teman, saya diminta oleh beberapa desa untuk menjadi instrukur kerajinan bambu untuk program perberdayaan dana desa. ”Saya bukan hanya mencari penghasilan tambahan, tetapi lebih daripada itu, saya ingin ilmu pengetahuan tentang pengelolaan bambu ini, bisa ditularkan kepada orang lain, dan dianggap mampu bisa direkrut menjadi home di industri saya.” pintahnya.

Ketika ditanya tenaga kerjanya, Dado Tukan menjelaskan, sampai dengan saat ini mempunyai dua orang pekerja bantu, jadi kami ada tiga orang yang menjadi pekerja. Hasil karya anyaman dari bambu tersebut, meski dia mengaku belum banyak yang mengenal, tetapi ternyata sudah dijual di Kota Larantuka bahkan sudah ada orang luar daerah yang memesan karya anyaman bambu mereka. Karya kerajinan anyaman bambu yang selama ini digeluti Philipus Tukan dan Sebastianus Temu siap bersaing di luar daerah.

“Saya sering mengikuti pameran-pameran dan berbagai kegiatan usaha kecil menengah di Kabupaten Flotim, bahkan di luar Flotim. Sejak tahun 2016, saya juga mengembangkan kegiatan usaha souvenir terbuat dari bambu. Semua hasil ayamannya dan souvenir saya titip untuk di jual di beberapa tempat usaha souvenir di Kota Larantuka. Selama ini saya lebih banyak melayani pesanan,” katanya.

Kegiatan usaha anyaman bambu yang selama ini digeluti Philipus Tukan dan Sebastianus Temu hanya menggunakan peralatan seadanya. Meski begitu hasil karya kerajinan tangan mereka banyak yang dipesan dan mampu bersaing dengan karya kerajinan tangan lainnya.

Keterampilan yang dimiliki Pa Phlipus ini, juga menjadi daya tarik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Watogokok Waibalun, merekrut dirinya menjadi salah satu mentor pada bidang Life Skill (keterampilan hidup).

Beberapa waktu lalu, Tim PKBM Watogokok Waibalun pimpinan Wilhelmina Jawa Tukan, S.Pd sempat menemui dirinya dipondok tempat anyaman di Blepanawa. Wilhelmina, pada kesempatan itu, mengapresi pengrajin bambu itu, karena bermodalan nekat yang super tinggi yang dimilikinya, sehingga usahanya masih bertahan sampai sekarang ini.

Plipus Dado Tukan, sempat memotivasi Tim PKBM Watogokok, terkait dengan wirausaha yang semestinya harus dimiliki generasi muda Flores Timur. Dia mengatakan banyak orang muda sekarang hanya mengimpikan menjadi PNS, mereka malu untuk bekerja kasar.”Jika ingin maju, janganlah pernah malu untuk berusaha, anggaplah tantangan sebagai nyayian hiburan diri, buang semua rasa malu, dan tentunya yang utama adalah doa,”tegasnya. Plipus Dado Tukan memang mencintai ketrampilan hidupnya itu. 




GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di