CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pak Jokowi, Mengapa Bawang Putih Impor Lagi?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e63c7aef0bdb2382b48f168/pak-jokowi-mengapa-bawang-putih-impor-lagi

Pak Jokowi, Mengapa Bawang Putih Impor Lagi?


Pak Jokowi, Mengapa Bawang Putih Impor Lagi?

Jokowi kesal karena banyak impor bahan pangan yang terlambat izinnya keluar. Seperti diberitakan cnbc.com bahwa setelesai rapat tingkat menteri memutuskan mempercepat impor bahan baku. Seperti disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Bawang putih salah satunya, yaitu 90.000 ton beberapa hari ke depan. (6/3/2020)

Bawang putih impor lagi, dari China. Bagaimana? Padahal tahun 2018 Indonesia lagi gencar-gencarnya promosikan swasembada bawang putih. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 junto 24 Tahun 2018, importir bawang putih wajib menanam 5 % dari volume yang didapat dari rekomendasi impor (RIPH).

Hingga saat ini tak terdengar lagi ada pengimpor yang mau melakukan penanaman 5% dari volume. Yang mengerikan mereka bersedia saja diblacklis. Kadang hanya ganti nama perusahaan dan tetap saja bermain jadi pengimpor bawang putih.

Geliat penanaman bawang putih sudah dimulai. Sentra daerah penghasil bawang putih di Indonesia kini telah tersebar di 110 kabupaten/kota di Indonesia.

Seperti dirilis, Jatimnet.com. Ditjen Hortikultura Kementan Mohammad Ismail Wahab, Jumat 22 Maret 2019 menyebutkan, luasan tanam bawang putih tersebut tersebar mulai dari Aceh Tengah, Karo, Solok, Kerinci, Cianjur, Majalengka, Brebes, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Tegal, Karanganyar, Pasuruan, Malang, Kota Batu, Probolinggo, Banyuwangi, Lombok Timur, NTT hingga Minahasa Selatan. Sekarang bagaimana kabarnya?

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian optimistis target swasembada bawang putih bisa dicapai pada tahun 2021. Salah satu program jangka panjangnya adalah penanaman bawang putih di beberapa daerah mulai tahun 2019. (Jatimnet. 18/12/2018)

Seperti dirilis laman detik.com, Menurut Direktur PT Pertani (Persero), Wahyu, ada beberapa faktor yang membuat Indonesia masih bergantung pada impor bawang putih. Salah satunya, tak banyak petani yang memproduksi bibit bawang putih.

"Ketika memproduksi benih bawang putih maka tidak ada pembelinya, karena sedikit sekali petani yang berminat menanam bawang putih," kata Wahyu di Kantor Direktorat Jendral Hortikultura, Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Alasan biaya transportasi selalu menjadi kendala utama harga bawang putih dari petani dalam negeri menjadi lebih mahal dari produk bawang putih impor.

Logika sederhana, barang yang datang dari kota kemudian dipasarkan ke daerah juga membutuhkan transportasi. Demikian juga barang yang datang dari sentra produksi bawang putih dalam negeri yang dibawa ke kita juga membutuhkan transportasi. Dengan begitu harga bawang putih akan mendekati setara. Nyatanya bawang putih impor tetap dianggap lebih murah.

Kalau saja di Aceh Tengah, Karo, Solok, Kerinci, Cianjur, Majalengka, Brebes, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Tegal, Karanganyar, Pasuruan, Malang, Kota Batu, Probolinggo, Banyuwangi, Lombok Timur, NTT hingga Minahasa Selatan petani dibimbing dan dimotivasi dengan insentif yang memadai dan diberi peluang untuk berkembang niscaya impor bawang putih dapat ditanggulangi dan ditekan.

Swasembada bawang putih dapat tercipta ketika komitmen pemerintah terhadap sentra industri bawang putih dalam negeri benar-benar ditunjang dengan maksimal.

Harusnya impor adalah jalan pintas ketika di dalam negeri terjadi gagal panen, musibah bencana alam dan sebagainya. Kalau semuanya diimpor maka pada suatu ketika harga bawang putih akan naik tajam. Dan masyarakatlah yang menanggung akibatnya.

Kembali kepada komitmen pemerintah, mau menanam bawang putih di dalam negeri dan menggenjot swasembada bawang putih atau selamanya akan mengimpor dari luar negeri.

Keberpihakan kepada wong cilik yang perlahan sirna. Ketika kampanye begitu digaungkan. Ketika petani bawang putih mendapat angin sorga dengan bantuan perusahaan-perusahaan pengimpor kini perlahan lenyap.

Dengan begitu alangkah baiknya jika Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 junto 24 Tahun 2018, importir bawang putih wajib menanam 5 % dari volume yang didapat dari rekomendasi impor (RIPH) dicabut saja atau diganti.

Terakhir, impor bahan mentah memang sangat mudah dilakukan daripada menggenjot produksi dalam negeri. Namun, dengan menghidupkan lagi sentra pertanian bawang putih akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan tarap hidup masyarakat. Terutama para petani bawang putih.***



Pak Jokowi, Mengapa Bawang Putih Impor Lagi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan 2 lainnya memberi reputasi
Yg penting pakde seneng bree.. Peduli rakyat jelata.. emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
ayokitakemanaa dan Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:


Betul laah emoticon-Shakehand2emoticon-Ngacir2emoticon-Hammer2
Bakalan ujan bataa bree.. ... emoticon-No Hope
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
anasabila memberi reputasi
Harusnya impor adalah jalan pintas ketika di dalam negeri terjadi gagal panen, musibah bencana alam dan sebagainya

Kalo impor produk pertanian tetap dilakukan, bisa² petani bisa gulung tikar dan pengangguran makin bertambah kemiskinan makin meningkat
profile-picture
profile-picture
qisatria dan mocha.taufan memberi reputasi
Quote:


emoticon-Wkwkwk Awas dikeroyok buzzer cuk!

Satu buzzer punya 1.000 email & akun!
Dibiayai uang rakyat!
Tugasnya menjaga marwah pemimpin plonga-plongo!
profile-picture
mocha.taufan memberi reputasi
Quote:


Mencoba lupa... Padahal membantu petani salah satu nawacita di pemilunye kmren...
profile-picture
panjialiansyah memberi reputasi
KARENA HASIL PRODUKSI DI DALAM NEGERI MASIH BELUM MENCUKUPI KEBUTUHAN DI DALAM NEGERI.
Biaya logistik di indo masih mahal
Di sumatera sana banyak truk yg cuma dateng seminggu sekali/dua kali
Ya gimana gak dimainin harganya kalo uda begitu
Quote:


tsnya bikin trit sendiri tp isinya gak dibaca & dipahami emoticon-Ngakak
udah jelas bgt padahal
Swasembada? 70 rb/kg.
Dari hitungan konsumen ya udah jelas bakal milih impor lah.
Nah kan



emoticon-Ultah
Brambang mahal cuk


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di