CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
Top 4 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Siapa Jawaranya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e638b9165b24d3822783e5f/top-4-dompet-digital-terpopuler-di-indonesia-siapa-jawaranya

Top 4 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Siapa Jawaranya?

Top 4 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Siapa Jawaranya?

Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Persaingan e-wallet alias dompet digital semakin sengit saja. Para pemain semakin agresif untuk mengakuisisi pelanggan. Namun siapakah sang jawara e-wallet paling populer di Indonesia?

Surver terkini dari Ipsos, sebuah lembaga riset pasar terbesar ketiga dunia, telah menemukan data menarik. Perihal market share pelanggan loyal dompet digital (loyal artinya bukan hanya karena iming-iming promosi cashback).

Dalam riset Ipsos yang dirilis 12 Februari 2020, Gopay (53%) dan OVO (30%) masih terus mendominasi. Kemudian diikuti oleh Dana (11%) yang berhasil menggeser LinkAja (6%).

Dari survey tersebut terlacak pula : 54% responden ternyata tetap akan menggunakan Gopay sebagai dompet digital meski tanpa promo cash back.

Kenapa tetap banyak yang akan pakai Gopay meski tanpa promo?

Survei Ipsos mengungkap, ternyata karena faktor kenyamanan dan fungsi utama yang penting yakni sebagai alat untuk membayar alat transportasi dan food delivery.

Artinya ada dua faktor penting (berupa kenyamanan dan fungsi krusial sebagai alat pembayaran) yang membuat pelanggan terus loyal meski tanpa promosi.

Temuan ini penting bagi penyedia dompet digital seperti Gopay, ternyata cukup banyak juga pelanggan (persisnya 54%) yang tetap akan memakai layanan mereka meski tanpa lagi promosi.

Fenomena promosi bakar uang demi growth dalam jangka panjang memang membahayakan penyedia layanan dompet digital. Cash flow bisa terus negatif.

Jadi temuan bahwa ternyata pelanggan loyal dompet digital jumlahnya relatif besar, memberikan harapan segar bagi masa depan industri ini.

Data survey yang ditunjukan itu jika Gopay menguasai 53% pengguna loyal yang memakai dompet digital secara berulang.

Pengguna loyal ini yang terus layak dikembangkan karena tipe pelanggan ini bukan yang mudah tergiur oleh iming-iming promosi dan mudah lari jika tidak ada lagi cash back.

Kenapa Gopay kuasai 53% pelanggan loyal?

Karena koneksi kuat Gopay dengan Goride dan Gofood. Dua layanan ini juga memiliki basis pelanggan loyal yang kuat. Itulah mengapa Gopay juga memiliki basis pelanggan loyal yang masif.

Data lain dalam survey itu juga menunjukkan, orang pertama kali menggunakan dompet digital untuk membayar alat transportasi (43%) dan sebagai alat pembayaran food delivery online (37,5%).

Bahkan, 68% responden menggunakan dompet digital minimal sekali dalam seminggu, dengan rata-rata top mingguan sebesar Rp 140 ribu.

Kalau anda berapa rupiah top up dompet digital selama seminggu ini gaes?

Temuan menarik lainnya dari survey Ipsos adalah orang menjadi pelanggan dompet digital dibanding uang tunai disebo karena

1) faktor kenyamanan (68%)
2) faktor promosi (23%) dan
3) faktor keamanan (9%).

Ternyata mayoritas responden memilih faktor kenyamanan sebagai kriteria yang lebih penting dibanding faktor promosi.

Sekali lagi, beragam temuan menarik oleh Ipsos ini bisa memberikan harapan segar bagi masa depan industri dompet digital di tanah air.

Pelan-pelan, revolusi cashless society akan makin menjelma menjadi kenyataan. Dan bisa jadi, Gopay yang kini masih menjadi market leader, pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang dalam kisah revolusi ini.

Sumber: Ipsos
LinkAja kayak gak niat main di e-wallet.
Simpan kartu debit aja gak bisa?
emoticon-Cape deeehh
udah dapat market 6% aja udah lumayan...
dimana promo disana saya pkai emoticon-Ngakak (S)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di