CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Memilih atau Dipilih?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e632cce018e0d6a266296cc/memilih-atau-dipilih

Memilih atau Dipilih?

Memilih atau Dipilih?


Setelah beberapa kali menulis, sepertinya topik perbucinan masih yang paling digandrungi. Jadi, saya akan membahas sesuatu (lagi) yang nyerempet perihal hubungan antara pria dan wanita yang tak pernah sederhana ini.

Keresahan ini dimulai saat saya dan 2 teman bertemu untuk belajar, yang tentunya gak buka materi sama sekali. Belajar itu fana, ghibah abadi.Kami hanya ngobrol ngalor-ngidul dari awal datang sampai pulang. Obrolannya beragam, mulai dari pekerjaan, hidup yang gini-gini aja dan yang pasti soal asmara.

Salah satu teman saya, sebut saja Codet, yang notabene lebih berumur, tentunya mempunyai sudut pandang yang berbeda dari kami. Berdasakan perjalanan asmaranya, Codet punya statement jika cowok itu dipilih, dan cewek itu memilih. Saya, dengan Ngeyel No Jutsu pun segera mendebat pernyataan ramashok itu. Bagaimana bisa cowok itu dipilih? Sedangkan Iwan Fals dalam lagunya saja telah menegaskan bahwa cowok itu bukan tuk dipilih. “Tak perlu kau memilihku. Aku lelaki bukan tuk dipilih”.

Saya bukan bermaksud untuk membalikkan pernyataan Codet menjadi “Cowok itu memilih, cewek itu dipilih”. Sebenarnya yang coba saya tekankan adalah, cowok dan cewek sama-sama punya privilege untuk memilih. Saya kan penganut kesetaraan gender, wkwkwk. Cowok dan cewek bisa memilih jika dia memang layak untuk memilih.

Saya beri ilustrasinya. Saat kita sekolah pasti ada siswa/siswi yang famous. Biasanya mereka punya look yang oke. Putih, bersih, berseri, beraroma memikat, jika mereka punya kriteria tersebut. Bisa dipastikan mereka bukan manusia, tapi tepung beras Rose Brand.

Oke, kalian sudah tau sendiri lah siswa/siswi yang famous itu pasti ganteng/cantik, tak perlu dibantah. Nah ini, sebagai insan yang punya paras menawan, tentu banyak lawan jenis yang mendekati. Dari sekian banyak yang mendekati, sudah pasti mereka bebas memilih salah satu untuk jadi kekasih mereka. Mereka bisa memilih karena ada yang mendekati mereka, lebih dari satu pula.

Memilih atau Dipilih?

Sebenarnya ilustrasi di atas juga menunjukkan bahwa si pemilih pun sebenarnya juga dipilih. Banyak yang memilih dia untuk didekati, walaupun sudah tau jika saingan mereka banyak. Jadi mereka sebenarnya dipilih untuk memilih. Hey, Its a PARADOX.Saus tartar, rupa menawan memang dapat menyelesaikan beberapa masalah hidup.

Memilih atau Dipilih?

Sekarang bayangkan ada seseorang cowok yang punya tinggi badan di bawah standar, rupa tak menawan, juga dompet dan rekening yang berdebu. Apakah dia bisa bebas mencari dan memilih seperti cowok yang punya badan tinggi, rupa menawan, dan uang berlimpah? Saya rasa tidak.

Jadi, menurut saya bukan tentang siapa diantara cewek atau cowok yang berhak memilih. Ini tentang apakah si cowok/cewek berhak punya privilege untuk memilih atau tidak.


KEEP READ AND SOUND







Diubah oleh anggorofff
Intinya kualitas diri sih, gan. Punya duit, fisik lumayan, dari keluarga jelas, karir jelas, percaya diri, itu nilai-nilai dasar kita bisa memilih.
Diubah oleh Jangan.maling
Lihat 1 balasan
Kek gak taw aje nih TS
orang berduid yak pasti milih, klo nunggu dipilih mah kismin.
profile-picture
penyukabiru memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kalau percaya diri biasanya memilih

klo gak percaya sm diri sendiri biasanya dipilih
profile-picture
profile-picture
lurahgundul dan mamaketerbang12 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
milih bray
klo kagak milih rawan cere
Lihat 1 balasan
Quote:


Berarti dia kurang beruntung dapetin agan. emoticon-Big Grin Semangat, gan. ✊
Lihat 1 balasan
"Someone who has the upper hand has the advantage to choose their partner."

Tatanan / strata masyarakat secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh hal ini, termasuk dalam urusan asmara sekalipun.
Privilege yang kamu katakan adalah milik 2 gender itu tidak salah, hanya sama TIDAK SEMUA ORANG memiliki hak tersebut walaupun secara gender mengijinkannya.
Dan BUKAN PULA karena berhak, maka privilege itu akan diberikan secara cuma-cuma.

Kamu kaya, kamu punya hak untuk memilih.
Kamu rupawan, kamu punya hak untuk memilih.
Kamu punya postur tubuh idaman, kamu punya hak untuk memilih.
Kamu punya skill/jabatan khusus (smart, olahragawan, kharisma, humoris, dll) kamu punya hak untuk memilih.
FYI, bahkan ras juga memiliki privilege khusus untuk memilih WALAUPUN dia adalah seseorang yang gagal dalam hidupnya atau tidak memiliki kriteria apapun diatas.

. . . Selain itu, kamu cuma seperti seekor anak kucing liar di pinggir jalan, menunggu untuk dilirik dan diadopsi.

Kompetisi yang cukup tidak adil bagi seseorang yang berusaha mendapatkan haknya untuk memilih.
profile-picture
anggorofff memberi reputasi
Diubah oleh artwing
Lihat 1 balasan
Kalau cowok/ceweknya baik ya pasti dipilihlah.. emoticon-Cape d...
aku bukan pilihan emoticon-Sorry
Lihat 1 balasan
Ada ungkapan: beggars can't be choosers.
Kalau elu adalah pengemis ya terima aja apa yg ada di hadapan lu.
Kualitas diri bisa macam2:
Keindahan wajah dan fisik.
Pengetahuan dan wawasan yg mumpuni.
Social skills yg oke.
Big piggybank.
Jadi ya optimalkan kualitas diri sehingga bisa memilih dan dipilih
profile-picture
anggorofff memberi reputasi
Pernah bahas ini sama kawan sekolah gw yg sekarang sudah nikah, dia bilang padaku "kau memilih atau dipilih, kalau aku dipilih" dia bilang. berarti statement yg ts katakan apakah dia mempunyai privilige untuk memilih terlalu diskriminasi manusia lainnya

Manusia punya potensi tersendiri yg bahkan bisa jadi manusia lainnya belum tahu apa yg sebenarnya yg dia punya, menentukan kriteria privilege siapa yg berhak untuk memilih tidak jauh bedanya dengan pengklasifikasian kasta2 manusia yg pada akhirnya memilih atau dipilih tergantung ke style pribadi masing2 bukan ditentukan dari privilege seseorang
profile-picture
anggorofff memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Another view, very good! 👍


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di