CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Faisal Basri Curiga 'Udang di Balik Batu' Omnibus Law Dikebut
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6313c40577a9019f648691/faisal-basri-curiga-udang-di-balik-batu-omnibus-law-dikebut

Faisal Basri Curiga 'Udang di Balik Batu' Omnibus Law Dikebut

Faisal Basri Curiga 'Udang di Balik Batu' Omnibus Law Dikebut

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menginginkan rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law bisa diselesaikan secepatnya. Bahkan Presiden Joko Widodo mengatakan akan memberikan dua jempol bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) apabila bisa menyelesaikan RUU ini dalam waktu 100 hari, terhitung sejak diajukan pemerintah ke DPR.

Ekonom senior Faisal Basri mengatakan tidak ada yang darurat sehingga RUU Omnibus Law ini harus buru-buru diselesaikan. Kondisi objektif saat ini menurutnya tidak ada investasi kolaps, usaha terus meningkat, dan investor asing terus meningkat.

Melihat kondisi ini dirinya justru mempertanyakan urgensi dari darurat ini apa? Dirinya menyebut satu-satunya darurat saat ini yang membuat pemerintah mendorong percepatan RUU Omnibus Law adalah nasib dari pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang kontraknya akan segera habis.


"Jadi apa daruratnya? Daruratnya satu-satunya yang saya temukan pengusaha besar batu bara kontraknya hampir semua habis tahun ini kalau tidak mereka harus tunduk pada UU Minerba yang tidak ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan kelezatan seperti selama ini," ungkapnya, Jumat, (6/03/2020).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, RUU Omnibus Law saat ini seolah-olah menggambarkan kehidupan yang nyaman bagi pelaku usaha batu bara. Transformasi jilid tiga namun kerangka dan detailnya tidak disebutkan. Keuntungan bagi pengusaha batu bara juga tidak disebutkan.

Jika RUU ini tidak segera rampung, maka nasib pengusaha batu bara harus mengembalikan konsesi ke negara. "Di tender lagi kalau dia menang dapat tapi belum tentu menang," terangnya.

Di dalam UU Miberba, imbuhnya, luas lahan konsesi dibatasi 15.000 hektare. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan mereka adalah dengan Omnibus Law. Sehingga pasal yang bisa menghambat pengusaha di dalam UU Minerba bisa dipupus.

"Tidak memenuhi syarat untuk kedaruratan kecuali si batu bara ini," tegasnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut hingga kini baru satu perusahaan yang mengajukan perpanjangan PKP2B. Perusahaan tersebut adalah PT Arutmin Indonesia.

Dirjen Mineral dan Batu Bara ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan pihaknya hingga kini masih mengevaluasi soal nasib dari PKP2B yang akan segera habis kontraknya. "Itu juga masih dievaluasi dan belum ada lagi (selain Arutmin)," ungkapnya, Selasa, (12/02/2020).

sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...us-law-dikebut
profile-picture
mows memberi reputasi
udang dibalik bakwan lebik enakemoticon-Big Grin
Biar investor pada masuk sihemoticon-Ngakak
Diubah oleh bl0job
Quote:


Bisa jadi sih
Yup, masuk akal.

pasti ada lah penyusup penyusupnya, tapi ya gak semua uu titipan
gak ada omnibus law, lama lama investor minggat ke vietnam.

Daya tawar indonesia sudah lemah

Buruh kebanyakan demo, santai, ngerokok, kurang produktif.

Iklim politik tidak stabil

Biaya siluman dan preman banyak
Perijinan ruwet

Vietnam kasih lahan gratis, boro boro di indonesia mau beli lahan aja sulit
profile-picture
profile-picture
escafl0wne dan nievmizzet memberi reputasi
Diubah oleh ontapesek
Lihat 1 balasan
udah pernh dibahas, kalo molor ampe 2021 bakalan g maksimal soalmy udah masuk taun politik
dari pada gaji buruh tinggi tapi pengangguran banyak & dijauhi investor, mending bagi2 kerjaan biarpun upahnya rendah & investor suka. dampaknya bagus buat ekonomi, sosial, sampai keamanan. ngapain bahas lama2? toh pembahasan di DPR juga terbuka kok.
Ini seperti bertanding silat pake pedang.... Pdhl org nya yg kurang ilmu, tp menyalahkan pedang nya...

Jagoan biar pake tongkat bambu pasti bisa menang.

Perbaiki dulu tuh moral dan etos kerja pejabat2 mu..


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di