CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e628ad3977513524c2fcdfd/evvy-kartini-seorang-penemu-perempuan-dan-ahli-nuklir-asal-indonesia

Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia


Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia

Halo Gan-Sis, salam kaskuser dimana pun berada. Gimana kabarnya nih, semoga selalu dalam keadaan berbahagia dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan ya!

Berhubung tanggal 8 Maret yang akan datang ini diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia, saya ingin membahas salah satu sosok perempuan hebat yang menginspirasi banyak orang, bahkan sosok ini diakui dan di kenal oleh dunia Internasional.

Beliau bukan dikenal karena berprofesi sebagai artis pemain film atau pun sebagai seorang musisi, tapi karena keahlian dan hasil karya penemuan beliau di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wah, jarang banget kan ya, ada seorang perempuan yang berkarir di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beliau adalah Profesor Doktor rer. Nat. Evvy Kartini, seorang yang ahli di bidang teknologi nuklir, dan kita patut berbangga, karena Profesor Evvy adalah salah satu dari 10 ahli sejenis yang ada di seluruh dunia. Namanya pun telah diakui oleh dunia Internasional sebagai seorang penemu penghantar listrik berbahan gelas.

Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia

Dengan temuannya ini, jadi memungkinkan untuk membuat baterai dengan ukuran micro dengan daya tampung listrik yang berkali lipat lebih besar daripada baterai biasa dan juga lebih ramah lingkungan.

Ketertarikannya pada material gelas sebagai penghantar listrik diawali saat sarjana Fisika lulusan Institut Teknologi Bandung ini melakukan magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman pada tahun 1990. Di sana dia diawasi dan dibimbing oleh seorang Profesor yang ahli di bidang hamburan neutron bernama Prof. Dr. Ferenc Mezei.

Ketika menyelesaikan S2-nya di Berlin, ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuannya itu kemudian ia presentasikan pada acara Konferensi Internasional Haburan Neutron (ICNS) di Jepang, sejak saat itu namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B pada tahun 1994, karirnya pun mulai meningkat. Tawaran untuk melakukan presentasi dan konferensi juga mulai berdatangan.

Prof. Evvy juga sempat berkolaborasi dengan seorang Profesor dari Universitas Mc Master, Kanada, pada tahun 1996. Pada saat itu juga dia menemukan bahwa adanya puncak Bonson pada saat energi rendah.

Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia

Temuannya itu kemudian ia presentasikan pada acara Konferensi Hamburan Netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss, di hadapan 600 peserta konferensi saat itu. Namanya pun kembali tercatat dalam jurnal internasional, yaitu Canadian Journal of Physics, Physical Review B, dan Physica B.

Profesor Evvy juga mulai berkolaborasi dengan profesor dari ANSTO (Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia) dari sinilah kemudian membuka peluang bagi beliau untuk berkolaborasi dengan banyak Profesor lain dari negara-negara maju di seluruh dunia.

Sepulang dari Jerman, Profesor Evvy sempat mengalami prustrasi karena kekurangan dana juga susahnya mencari bahan serta peralatan untuk melakukan penelitian di Indonesia. Berbagai bujukan untuk berkarir di luar negeri juga mulai berdatangan. Namun, beliau masih ingin melakukan penelitian secara bebas dan ingin mempergunakan ilmu yang ia miliki untuk kemajuan negeri kita tercinta, Indonesia, dan menjadi kepala peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Evvy Kartini, Seorang Penemu Perempuan dan Ahli Nuklir Asal Indonesia

Profesor Evvy juga sempat menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Megawati Sukarnoputri, menerima penghargaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) VI dari Kementrian Negara Riset dan Teknologi atas penelitiannya yang berjudul "Sintesa dan Karakterisasi Bahan-bahan Gelas Superionik (AgI)x(AgPO3)1-x".

Dalam kurun waktu dua tahun, dari tahun 1998 sampai tahun 2000 namanya tercatat sebagai peneliti utama di sepuluh jurnal bergengsi dunia. Beliau juga sempat menulis buku bersama seorang Profesor asal Jepang yang berjudul Solid State Ionics pada tahun 2001.

Nah Gan-Sis, pelajaran apa yang dapat kalian ambil dari sosok seorang Evvy Kartini?

Kalau bagi saya sendiri, seperti nama beliau yaitu Kartini, sangat sesuai dengan seorang tokoh Ibu Kartini masa kini, karena walaupun beliau seorang perempuan, namun tekadnya dalam menguasai ilmu pengetahuan sangatlah tinggi.

Sifat beliau yang tetap memilih untuk berkarir di negara sendiri juga mencerminkan, bahwa beliau tidak pernah lupa akan tanah kelahirannya, Indonesia. Semangat nasionalisme yang patut dicontoh oleh siapapun Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri maupun dalam negeri.

Terakhir, sosok Evvy Kartini juga mengajarkan saya, bahwa ilmu pengetahuan memang seharusnya dipergunakan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak dan juga harus ramah lingkungan. Hal ini terbukti dari usahanya untuk menciptakan baterai mikro berbahan dasar kaca yang dapat diisi ulang dan juga ramah lingkungan.

Selamat Hari Perempuan Internasional saya ucapkan untuk seluruh perempuan di dunia. Semoga akan lebih banyak lagi muncul Kartini Kartini masa kini yang memiliki visi dan misi untuk memajukan Indonesia.

Sampai jumpa lagi di thread saya selanjutnya. Semoga bermanfaat, jangan lupa beri cendol, rate, komentar dan bagikan ke akun media sosial kalian ya. Makasih.

Penulis : srinami

Sumber referensi : 1 , 2 , 3
Diubah oleh srinami
pejwan
reerved
egenn
selamat membaca


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di