CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e61426209b5ca09580fd79a/merci-joan

Merci, Joan ...


Merci, Joan ...


Dulunya, negara Perancis dan Inggris berteman. Karena suatu alasan, mereka berperang dan Inggris berhasil mengalahkan Perancis. Akibatnya wilayah Perancis banyak dikuasai oleh Inggris. Di beberapa wilayah jajahan itu, Inggris menaruh beberapa warganya untuk menjadi pemimpin disana. Hanya sedikit wilayah Perancis yang masih merdeka.

Salah satu wilayah itu bernama Bar. Lokasinya di Perancis sebelah timur. Desa itu memiliki musim semi yang indah, dan disitu tinggallah keluarga petani. Pasangan suami istri tak berpendidikan itu kemudian melahirkan seorang anak perempuan. Ia menjalani masa anak – anaknya dengan ceria dan damai, namun saat beranjak remaja ia mendapat semacam wahyu. Wahyu tersebut bilang kalau sebentar lagi ia akan pergi dari rumahnya untuk ikut berperang melawan Inggris dan mengalahkan mereka.

Awalnya ia tidak mendapat persetujuan dari keluarganya, namun berkat bantuan beberapa saudaranya maka ia jadi berangkat ke wilayah jajahan terdekat. Ia berhasil melewati tentara di pos perbatasan dengan menyamar sebagai laki – laki. Di wilayah itu ia menemui seorang raja dan berhasil membujuknya untuk ikut berperang bersama dirinya. Ia kemudian menyamar lagi menjadi tentara yang mengenakan baju ksatria, lengkap dengan berbagai baju perang dan seekor kuda layaknya prajurit laki – laki.

Merci, Joan ...



Namun karena beberapa orang tak percaya kemampuannya, ia jarang diajak ikut berperang. Walau begitu, ia tetap pergi  ke medan perang meski hanya ditugaskan sebagai pembawa bendera. Ia pun berangkat mengikuti barisan tentara Perancis sambil mengibarkan bendera di atas kudanya. Tapi sebelum itu, ia menyarankan untuk mengganti strategi perang Perancis. Kalau dulu Perancis menyerang secara hati – hati, ia mengusulkan kali ini untuk menyerang mereka secara frontal.

Sesampainya di daerah jajahan, pasukan Perancis mulai menyerang pasukan Inggris secara tiba – tiba. Tentara Inggris yang terkejut tidak sempat mempersiapkan pertahanan terbaiknya sehingga mereka kalah. Serangan mendadak itu berhasil merebut kembali daerah Perancis yang diduduki Inggris.

Di atas pelana kudanya, perempuan itu terus mengobarkan semangat kepada pasukan Perancis untuk merebut daerah lain. Ia sukses mengalahkan Inggris lagi di beberapa wilayah, dan itu semakin membuatnya maju ke jantung pertahanan Inggris.

Merci, Joan ...



Namun sebelum itu terjadi, ia sempat terkena panah dibahunya. Tapi begitu melihat usahanya sudah sejauh ini, maka dia menolak mundur dan tetap berperang setelah melepas panah dari bahunya. Sayangnya karena jumlah pasukannya berkurang dan tinggal sedikit maka ia kesulitan menghadapi lawan. Hal itu membuatnya terkena panah lagi, kali ini menancap di kakinya.

Tapi ia pantang menyerah, sehingga ia terus melawan Inggris walau terluka. Perjuangannya tidak sia – sia karena ia berhasil menerobos dan merebut kota penting di jantung musuh. Keberhasilannya itu membuat Perancis senang dan kembali optimis. Pemimpin dan rakyat Perancis merasa mampu mengusir Inggris sampai semua wilayahnya kembali seperti semula.

Tapi keinginan itu semakin sulit. Perjuangan perempuan itu telah mentok dan tidak ada pilihan lagi selain mundur. Maka dengan berat hati ia memberitahu pasukannya untuk mundur, dan ia menjadi orang terakhir yang melakukannya.

Dialah Joan, atau Jeanne de Arc. Perempuan buta huruf dari desa yang berhasil merebut banyak kota dari jajahan pasukan Inggris. Anehnya ia merasa kemenangan Perancis tidak karena perjuangannya tapi semata – mata pemberian dari Tuhan. Pencapaian bagus itu berakhir dengan kematiannya saat masih muda. Hidupnya tak terlalu panjang namun sangat cemerlang.

Merci, Joan ...



Saat ini, Perancis dan Inggris sudah tak berperang lagi. Joan sudah tiada dan menyisakan namanya di beberapa tempat seperti di museum, cerita novel bahkan game hingga anime. Bagi ane sendiri, Joan adalah salah satu sosok wanita yang menginspirasi. Kenapa? Karena pertama, dia pantang menyerah. Kedua, dia berani. Ketiga, dia cerdik. Dan yang paling ane kagumi adalah keyakinannya terhadap Tuhan.

Kadang ane melihat seorang perempuan yang juga memiliki karakteristik serupa dengan Joan. Lalu ane pikir, walau Joan sudah tinggal sejarah tapi semangat perjuangan dan keberaniannya masih mengalir di dalam diri perempuan zaman sekarang. Bentuk dari semangat itu bisa berupa keinginan untuk merawat putra – putrinya menjadi orang yang baik, seperti sang ibu dari Joan.

Atau bisa juga terlihat dari perjuangannya dalam mencapai suatu cita – cita, seperti yang ditunjukkan oleh Joan tadi. Sebagian besar dari mereka diekspos oleh media sehingga terkenal dan banyak dikenal orang. Namun ane rasa banyak perempuan yang tak terjepret kamera juga berusaha sekuat tenaga untuk menggapai impiannya. Karena sejatinya setiap perempuan kuat dengan cara dan gayanya masing – masing. Dan ane rasa hal itulah yang membuat satu orang wanita terasa spesial di mata pria bahkan dunia.

Selamat Hari Perempuan Internasional gan sis. Apapun perjuanganmu sekarang, buatlah dunia mengetahui bahwa perempuan memang layak untuk dihargai.

Tribute to all women in any place.

Reference: Wikipedia

Merci, Joan ...


Diubah oleh telah.ditipu


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di